- Polres Paniai memeriksa delapan saksi terkait kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan di Kampung Bapouda.
- Insiden kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material Rp2 miliar serta merenggut nyawa 11 warga dari dua keluarga besar dan seorang lansia.
- Penyidikan berkembang setelah saksi melihat dua orang di depan rumah korban sebelum api membesar dan menewaskan para penghuni.
Suara.com - Penyidikan kasus kebakaran hebat di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, kini mengarah pada dugaan baru.
Kepolisian telah memeriksa delapan orang saksi untuk mengusut tuntas insiden yang menewaskan 11 warga dan meratakan puluhan bangunan pada Senin dini hari (7/9).
Jumlah saksi yang diperiksa dipastikan terus bertambah seiring berjalannya penyelidikan.
"Pemeriksaan akan terus dilakukan karena dari keterangan salah satu saksi mengungkapkan sebelum kebakaran sempat melihat ada dua orang berada di depan rumah korban Najamuddin," kata Kapolres Paniai AKBP Royke di Jayapura, Rabu (9/9/2026).
Guna mempercepat pengungkapan petunjuk di lapangan, Satuan Reskrim Polres Paniai diterjunkan langsung bersama tim penyidik Ditreskrimum Polda Papua Tengah untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kobaran api melalap sekitar 40 bangunan yang mayoritas berfungsikan ganda sebagai tempat tinggal sekaligus kios kelontong.
Material yang mudah terbakar di dalam bangunan membuat api merambat sangat cepat. Kerugian material ditaksir menembus angka Rp2 miliar.
"Bangunan yang terbakar itu kios sekaligus tempat tinggal yang berisi barang-barang yang mudah terbakar, " kata Royke.
Tragedi ini merenggut 11 nyawa yang terdiri dari dua keluarga besar serta seorang lansia. Berikut daftar korban meninggal dunia dalam insiden tersebut:
- Najamuddin (70 th)
- Keluarga Hasyim: Hasyim (30 th), Risma Falma (28 th), Arsi (9 th), Icha (6 th), dan Al Yusuf (2 th).
- Keluarga Wandi: Wandi (36 th), Herlina (30 th), Aska (9 th), Abie (6 th), dan Adit (5 th).
Pihak kepolisian masih terus bekerja keras di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan guna memverifikasi temuan keberadaan dua orang mencurigakan tersebut sebelum api membesar. (Antara)