Konsumsi Alkohol Picu Kanker Hati? Ini Penjelasannya

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 31 Januari 2025 | 20:17 WIB
Konsumsi Alkohol Picu Kanker Hati? Ini Penjelasannya
Ilustrasi alkohol. (pixabay)

Suara.com - Konsumsi alkohol menjadi salah satu faktor utama yang dapat mempercepat kerusakan hati, meningkatkan risiko penyakit serius seperti sirosis hingga kanker hati.

Dokter Spesialis Bedah dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ridho Ardhi Syaiful mengatakan, kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat merusak fungsi hati secara permanen.

“Seseorang yang rutin minum 1-2 botol alkohol setiap hari memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan hati yang bisa berujung pada sirosis. Jika sudah terjadi sirosis, hati akan berubah bentuk dengan permukaan penuh luka dan fungsinya semakin menurun,” ujar Ridho, Jumat (26/1/2024).

Ridho menjelaskan, sirosis yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi kanker hati. Gejala awal penyakit ini sering kali tidak disadari, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat pasien menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Selain konsumsi alkohol, pola hidup tidak sehat seperti sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat memperburuk kondisi hati. Banyak orang yang mengalami perlemakan hati tanpa disadari, yang kemudian bisa berkembang menjadi kanker hati.

“Kalau hati sudah tidak bisa berfungsi optimal, seseorang bisa mengalami kulit menguning, tubuh mudah lelah, berat badan turun drastis, hingga perut buncit akibat penumpukan cairan,” terangnya.

Di negara-negara maju seperti Jepang, pendekatan deteksi dini kanker hati lebih agresif dengan kombinasi berbagai metode skrining, seperti USG, CT scan, dan MRI, untuk menemukan tanda-tanda awal sebelum penyakit berkembang lebih lanjut.

Menurut Dokter Ridho, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol, menjaga pola makan sehat, dan rutin berolahraga adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan hati.

Bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti Hepatitis atau perlemakan hati, pemantauan rutin sangat dianjurkan agar gangguan pada hati dapat dideteksi sejak dini.

Sebagai organ terbesar dalam tubuh, hati memiliki peran penting dalam detoksifikasi, sistem imun, hingga proses pembekuan darah. Jika fungsinya terganggu, berbagai masalah kesehatan bisa muncul, termasuk sirosis hati dan kanker hati.

“Kanker hati sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu 'Hepatocellular Carcinoma' (HCC) dan 'Intrahepatic Cholangiocarcinoma' (ICC), yang berasal dari sel-sel hati. Sayangnya, penyakit ini sering kali baru ditemukan ketika kondisinya sudah parah,” katanya.

Atas dasar itu, kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat harus terus ditingkatkan agar risiko kerusakan hati dan penyakit serius lainnya dapat diminimalkan. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI