7 Cara Mencegah Kanker untuk Orang Usia 10-20 Tahun, Sederhana tapi Krusial

Ruth Meliana | Suara.com

Senin, 03 Februari 2025 | 16:05 WIB
7 Cara Mencegah Kanker untuk Orang Usia 10-20 Tahun, Sederhana tapi Krusial
ilustrasi anak terkena kanker (freepik)

Suara.com - Kanker adalah penyakit paling mematikan di dunia, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan jenis kanker paling banyak di Tanah Air adalah kanker payudara, kanker kolorektal, kanker paru-paru, kanker serviks, dan kanker liver. Namun, ada juga jenis kanker lain yang paling banyak diderita anak-anak Indonesia, tepatnya usia 0-19 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat merilis data Globocan pada 2020 tentang penderita kanker di Indonesia. Dari penelitian itu, leukemia atau kanker darah menduduki peringkat pertama sebagai kanker yang paling banyak menggerogoti anak-anak Indonesia dengan presentase 34,8 persen. Disusul kanker getah bening 5,7 persen dan kanker otak 5,7 persen. Sedangkan sisanya adalah kanker jenis lain.

Ironinya, presentase kesembuhan kanker anak di Indonesia hanya 30 persen. Situasi ini menekankan pentingnya tindakan pencegahan. Meski penyebab kanker beragam, tetapi ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi terkena kanker di usia muda.

Menyadur UW Medicine, berikut ini 7 cara mencegah kanker dari usia 10 tahun sampai 20 tahun.

1. Melakukan vaksin

Vaksin untuk mencegah beberapa jenis kanker sudah bisa dilakukan di Indonesia, yaitu vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus pemicu kanker mulut, kanker serviks hingga kanker penis. Vaksinasi ini penting dilakukan saat anak-anak, mengingat sebagian besar manusia terinfeksi HPV selama hidup mereka.

Berdasarkan data WHO, sekitar 625.600 wanita dan hampir 70.000 pria didiagnosis menderita kanker terkait HPV setiap tahun. Maka dengan melakukan vaksinasi HPV, orang bisa mencegah terkena kanker terkait HPV hingga presentase 90 persen.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan semua anak melakukan vaksinasi HPV pada usia 11 atau 12 tahun. Anak-anak juga bisa memulai vaksinasi HPV sedini mungkin, mulai 9 tahun. Vaksinasi HPV di Indonesia sudah bisa diakses di puskesmas hingga rumah sakit terdekat.

2. Jangan merokok

Tidak merokok adalah salah satu cara pencegahan kanker yang cukup efektif bagi anak usia 10 tahun sampai 20 tahun. Pasalnya, sekarang banyak kasus anak di Indonesia berani merokok meski masih di bawah umur. Padahal, produk tembakau yang dijual sangat adiktif dan sudah dikaitkan dengan banyak jenis kanker, tidak cuma kanker paru-paru.

Dengan tidak merokok, maka anak usia 10 tahun sampai 20 tahun bisa menurunkan risiko terkena 12 jenis kanker. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan banyak manfaat kesehatan lainnya. Ajuran ini tidak cuma berlaku untuk rokok tembakau, tetapi juga rokok elektrik. Penelitian menunjukkan bahwa merokok elektrik mengandung risiko sama besarnya dengan mengunyah tembakau.

Maka bagi anak usia 10 tahun sampai 20 tahun, alangkah baiknya untuk tidak merokok sekalian sebelum terlambat. Namun jika Anda sudah memulai merokok, mulailah mengurangi sampai menghentikannya.

Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi pintar buatan ilmuwan Jonathan Bricker untuk membantu mengatasi kecanduan merokok. Aplikasi bernama QuitBot ini bisa diakses gratis di Google Play Store.

3. Hindari berjemur

Upaya pencegahan kanker yang bisa dilakukan anak sejak kecil adalah menghindari hobi berjemur di bawah sinar Matahari. Pasalnya, banyak berjemur saat masih muda berpotensi meningkatkan risiko terkena melanoma atau kanker kulit. Selain itu, Anda harus rutin menggunakan suncreen atau tabir surya setiap hari untuk mengurangi risiko terkena kanker kulit.

Melamoma adalah kanker kulit paling mematikan yang disebabkan oleh paparan sinar UV melalui matahari. Kebanyakan kasus kanker kulit sangat berkaitan dengan terkena paparan sinar Matahari pada masa kanak-kanak. Maka budayakan kebiasaan memakai sunscreen, topi atau payung untuk mencegah paparan berlebihan sinar Matahari.

Sejauh ini, belum ada rekomendasi pemeriksaan untuk mendeteksi kanker kulit sedini mungkin. Namun, banyak dokter menyarankan agar kamu segera memeriksakan kulit kamu secara teratur jika melihat ada pertumbuhan bintik atau benjolan baru di tubuh.

4. Mencari tahu riwayat kesehatan keluarga

Pencegahan kanker pada anak usia 10 tahun sampai 20 tahun bisa dilakukan dengan mengumpulkan riwayat kesehatan keluarga. Terutama terkait anggota keluarga yang menderita kanker. CDC menyarankan agar riwayat kesehatan keluarga yang terkena kanker didiskusikan dengan dokter melalui konsultasi atau cek kesehatan.

Apabila dalam keluarga ada yang terkena kanker payudara, ovarium, pankreas, prostat, atau kanker lainnya, maka Anda berpotensi memiliki mutasi genetik kanker. Mutasi yang dimaksud adalah BRCA1/2, ATM, TP53, atau PALB2.

Artinya, Anda berisiko tinggi terkena kanker di masa depan karena masalah genetik. Segera berdiskusi dengan dokter tentang pengujian dan konseling genetik, khususnya apakah kamu memerlukan pemeriksaan kanker dini.

5. Jalani pemeriksaan

Tindakan pencegahan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan kanker di usia muda. Hal ini bisa dilakukan setelah Anda menemukan adanya riwayat keluarga yang menderita kanker. Meski pemeriksaan kanker saat belum menimbulkan gejala jarang dilakukan, tetapi tidak ada salahnya mencoba.

Sejauh ini memang tidak ada rekomendasi untuk pemeriksaan kanker payudara, kanker paru-paru, atau kanker prostat bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

Namun apabila ada anggota keluarga Anda yang terkena kanker kolorektal, maka potensi Anda menderita kanker serupa sangat tinggi. Hal ini bisa dicegah dengan menjalani pemeriksaan kolonoskopi di usia remaja.

6. Hindari minum alkohol

Anjuran ini sangat penting ditaati anak-anak masa sekolah menengah dan kuliah. Pasalnya, alkohol bisa meningkatkan peluang seseorang terkena kanker, terutama jika sudah dikonsumsi sejak usia muda.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker menggolongkan alkohol sebagai karsinogen kuat. Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan peluang terkena kanker mulut, kanker faring, kanker laring, kanker esofagus, kanker hati, kanker kolorektal, dan kanker payudara.

WHO juga telah menyatakan tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang dinyatakan aman terkait kanker. Artinya, mengonsumsi minuman keras dalam kadar alkohol kecil atau besar sama-sama dapat memicu kanker. Maka, alangkah lebih baik jika Anda tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

7. Aktif olahraga

Rutin berolahraga akan mengurangi potensi seseorang terkena kanker. Kebiasaan aktif melakukan olahraga ini akan bertahan sampai dewasa jika dipupuk dengan baik sejak masih kecil. Para ahli menganjurkan setidaknya anak-anak melakukan olahraga selama 1 jam setiap hari.

Aktivitas fisik yang menyehatkan ini bisa dilakukan anak usia 10 tahun sampai 20 tahun, kapan dan di mana saja. Seperti melakukan olahraga di sekolah, kampus, maupun tempat lain yang dirasa nyaman. Jenis olahraga juga bisa menyesuaikan dengan usia.

Misal anak-anak yang lebih kecil akan lebih menikmati olahraga bersama keluarga atau teman-temannya. Sedangkan anak yang beranjak dewasa lebih nyaman dengan olahraga yang intens, seperti jogging hingga fitness. Semua itu baik dilakukan secara rutin dan tidak berlebihan agar memberikan manfaat kesehatan.

Yuk, mulai rajin melakukan cara-cara pencegahan kanker sedini mungkin. Apabila Anda menemukan gejala atau tanda kanker di tubuh, segera memeriksakan diri ke dokter. Jaga kesehatan selalu, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lee Joo Shil, Aktris Pemain Squid Game 2 Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker

Lee Joo Shil, Aktris Pemain Squid Game 2 Meninggal Dunia Usai Lawan Kanker

Your Say | Senin, 03 Februari 2025 | 14:17 WIB

Kumpulan Gambar Hari Kanker Sedunia 2025, Ini Cara Downloadnya

Kumpulan Gambar Hari Kanker Sedunia 2025, Ini Cara Downloadnya

Lifestyle | Senin, 03 Februari 2025 | 11:23 WIB

Konsumsi Alkohol Picu Kanker Hati? Ini Penjelasannya

Konsumsi Alkohol Picu Kanker Hati? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 31 Januari 2025 | 20:17 WIB

Kanker Serviks Bisa Muncul Setelah Menopause, Ini Penyebabnya

Kanker Serviks Bisa Muncul Setelah Menopause, Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 29 Januari 2025 | 12:02 WIB

Di Balik Kehidupan Keras Radja Nainggolan, Rawat Istri Melawan Kanker

Di Balik Kehidupan Keras Radja Nainggolan, Rawat Istri Melawan Kanker

Bola | Selasa, 28 Januari 2025 | 23:50 WIB

Doyan Makan Kerang? Waspadai Deretan Bahayanya, Ibu Hamil Harus Hati-Hati

Doyan Makan Kerang? Waspadai Deretan Bahayanya, Ibu Hamil Harus Hati-Hati

Lifestyle | Jum'at, 24 Januari 2025 | 17:44 WIB

Terkini

Dilema Mudik Lebaran: Siapa yang Jaga Orang Tua Rentan Saat Semua Keluarga Pulang Kampung?

Dilema Mudik Lebaran: Siapa yang Jaga Orang Tua Rentan Saat Semua Keluarga Pulang Kampung?

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 08:46 WIB

Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Apa Saja? Ini Balasan Terbaiknya

Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Apa Saja? Ini Balasan Terbaiknya

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 08:30 WIB

10 Pantun Mudik Lebaran 2026 Lucu dan Menghibur untuk Keluarga

10 Pantun Mudik Lebaran 2026 Lucu dan Menghibur untuk Keluarga

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 08:27 WIB

Link dan Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026

Link dan Jadwal Sidang Isbat Lebaran 2026

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:50 WIB

Berapa Nominal THR Buat Orang Tua dan Saudara Kandung agar Adil?

Berapa Nominal THR Buat Orang Tua dan Saudara Kandung agar Adil?

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:35 WIB

7 Bunga Paling Cocok untuk Dekorasi Lebaran, Indah dan Bikin Rumah Wangi

7 Bunga Paling Cocok untuk Dekorasi Lebaran, Indah dan Bikin Rumah Wangi

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:31 WIB

Khutbah Idul Fitri 2026 NU yang Menyentuh Hati

Khutbah Idul Fitri 2026 NU yang Menyentuh Hati

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:30 WIB

Momen Syahdu Festival Ramadan di Masjid Al-Ikhlas: Ketika Hadroh, Bedug, dan Kuliner Bersatu Padu

Momen Syahdu Festival Ramadan di Masjid Al-Ikhlas: Ketika Hadroh, Bedug, dan Kuliner Bersatu Padu

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:29 WIB

Hangatnya Ramadan: Ketika Berbagi Takjil Menyatukan Senyum di Berbagai Kota

Hangatnya Ramadan: Ketika Berbagi Takjil Menyatukan Senyum di Berbagai Kota

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:20 WIB

Wangi Mewah di Minimarket! 7 Rekomendasi Parfum Pria Indomaret yang Tahan Lama

Wangi Mewah di Minimarket! 7 Rekomendasi Parfum Pria Indomaret yang Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 06:55 WIB