Kenapa Waktu Terasa Lebih Cepat Saat Usia Makin Tua? Ini Penjelasannya

Riki Chandra Suara.Com
Senin, 10 Februari 2025 | 20:15 WIB
Kenapa Waktu Terasa Lebih Cepat Saat Usia Makin Tua? Ini Penjelasannya
Ilustrasi liburan (Freepik/jcomp)

Suara.com - Banyak orang merasakan waktu berlalu lebih cepat ketika usianya semakin bertambah. Fenomena ini terjadi karena otak semakin lambat dalam menyerap informasi baru, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi seseorang terhadap waktu.

Fakta itu disampaikan psikolog klinis, Kimberly Chew. Menurutnya, saat usia muda, seseorang mengalami lebih banyak pengalaman pertama, seperti hari pertama masuk sekolah atau perjalanan pertama ke luar negeri.

Momen-momen ini lebih berkesan karena melibatkan emosi yang kuat. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah pengalaman baru berkurang, sehingga waktu terasa berlalu lebih cepat.

"Sepuluh tahun pertama dalam kehidupan sering kali terasa lebih lama dan berkesan karena dipenuhi dengan pengalaman baru yang emosional," ujar Chew, dikutip Antara dari Channel News Asia.

Menurut Chew, rutinitas harian yang monoton juga berkontribusi terhadap kesan bahwa waktu berlalu begitu saja tanpa terasa.

Chew menjelaskan bahwa persepsi waktu erat kaitannya dengan cara otak memproses informasi visual. Anak-anak menyerap lebih banyak gambar dan pengalaman baru, membuat waktu terasa lebih panjang.

Sebaliknya, orang dewasa menerima lebih sedikit informasi visual baru karena sebagian besar hal yang mereka lihat sudah familiar. Akibatnya, waktu terasa berlalu lebih cepat.

Selain itu, penggunaan media sosial juga berperan dalam perubahan persepsi waktu. Psikolog sosial Jonathan Haidt menyoroti bagaimana menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia virtual dapat membuat seseorang merasa lebih terputus dari kenyataan.

Interaksi yang tidak terjadi secara langsung dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran terhadap waktu yang berlalu.

Chew menyarankan beberapa cara untuk memperlambat persepsi waktu dan lebih menikmati hidup. Menciptakan pengalaman baru seperti melakukan perjalanan singkat, menjelajahi tempat baru di kota, atau menjalani hobi kreatif dapat membantu memperjelas ingatan dan membuat waktu terasa lebih bermakna.

Selain itu, ia merekomendasikan untuk lebih sadar dalam memproses pengalaman masa lalu agar tidak merasa terjebak dalam satu fase kehidupan.

"Jika kita tidak memproses peristiwa penting dengan baik, pikiran kita bisa terus melekat pada kejadian tersebut, membuat kita merasa seperti berjalan otomatis tanpa arah," katanya.

Dengan menciptakan lebih banyak pengalaman baru dan mengurangi rutinitas monoton, kita bisa membantu otak mempersepsi waktu dengan lebih lambat dan menikmati setiap momen dengan lebih penuh kesadaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI