Ini Manfaat Baca Dongeng untuk Anak Sebelum Tidur, Rutin Dilakukan BCL Saat Noah Masih Kecil

Sabtu, 15 Februari 2025 | 14:39 WIB
Ini Manfaat Baca Dongeng untuk Anak Sebelum Tidur, Rutin Dilakukan BCL Saat Noah Masih Kecil
BCL dan Noah Sinclair (Instagram)

Suara.com - Dipercaya menjadi salah satu pengisi suara film animasi anak Jumbo, Bunga Citra Lestari (BCL) bercerita bahwa ia merasa nostalgia karena dulunya memang memiliki kebiasaan membacakan dongeng untuk Noah.

“Aku termasuk masih dalam generasi orang tua yang bacakan buku nuat Noah dari dia bayi sampai sebelum dia remaja dan sibuk sendiri,” ucap BCL mengenang momen bersama Noah yang kini sudah berusia 14 tahun.

Tidak sendiri, BCL mengaku bahwa kebiasaan mendongeng itu juga kerap dilakukan oleh mendiang suaminya, Ashraf Sinclair.

“Kadang aku, almarhum Ashraf, dan juga ibunya Ashraf yang suka mendongeng buat Noah. Bahkan membuat cerita dongeng bareng sama Noah,” imbuhnya.

Meski begitu, kini Ia mengaku bahwa anaknya sudah beranjak remaja sehingga kebiasaan mendongeng itu telah ditinggalkan.

“Dongengnya enggak bekerja kalau udah remaja. Dia udah menginjak diri ke realita gitu kayanya. Aku juga tahu anak remaja sibuk,” tutur Bunga dalam jumpa pers film Jumbo.

Lantas, apa sebenarnya manfaat baca dongeng untuk anak sebelum tidur? Mengapa BCL selalu melakukannya? Berikut informasinya.

Manfaat baca dongeng untuk anak sebelum tidur

Tak hanya menjadi pengantar ke alam mimpi, Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat berikut dari kebiasaan membacakan dongeng untuk anak sebelum tidur.

Baca Juga: Hari Valentine, Bunga Citra Lestari Dikejutkan Kado Istimewa di Dalam Lemari

1. Mempererat hubungan orang tua dan anak

Membacakan dongeng menjelang tidur berarti bahwa orang tua meluangkan waktu untuk anak. Dengan kebersamaan yang meningkat, ikatan batin Ibu dan anak pun akan turut menjadi lebih erat. Belum lagi, orang tua mungkin akan melakukan tanya jawab dengan anak saat membacakan dongeng.

2. Membantu anak mengenal emosi

Saat mendengarkan dongeng, anak akan memperhatikan tentang apa yang dirasakan oleh tokoh tersebut. Dengan begitu, mereka bisa memahami emosi bahagia, marah, dan takut melalui perbedaan intonasi dan irama.

Tanpa disadari, dari situlah anak-anak bisa menunjukkan perasaannya. Anak yang mampu meluapkan perasaan cenderung lebih mudah mengelola emosi.

3. Memperbanyak kosakata

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI