Suara.com - Swiss, dengan lanskap alamnya yang menawan, telah lama menjadi destinasi impian para traveler dunia. Keindahan pegunungan berselimut salju, danau berkilauan, serta kota-kota dengan arsitektur klasik menjadikan negara ini sebagai tempat yang memadukan keindahan dan kemewahan.
Keunikan inilah yang menjadi inspirasi bagi Buttonscarves dalam menciptakan koleksi terbaru mereka, Switzerland Series. Sebagai brand hijab dan fashion ternama asal Indonesia, Buttonscarves tidak hanya menghadirkan koleksi scarf yang menawan, tetapi juga menjadi brand pertama yang dipercaya untuk mempromosikan Swiss ke Indonesia dan Asia Tenggara.
Melalui kolaborasi bersama Switzerland Tourism, Buttonscarves mengabadikan keindahan Swiss dalam motif-motif eksklusif yang terwujud dalam Switzerland Series.
Ketika Fashion Bertemu Keindahan Alam Swiss
Koleksi Switzerland Series menampilkan pesona Swiss yang tertuang dalam 12 pilihan warna, serta tambahan 2 warna eksklusif yang hanya tersedia di butik Buttonscarves Plaza Indonesia.
Koleksi ini menghadirkan esensi dari tiga destinasi utama Swiss, yaitu Zurich, Lucerne, dan Jungfrau, yang terkenal akan keindahan alam serta daya tarik budayanya.
Dalam kampanye Switzerland Series, Buttonscarves menggandeng tiga sosok inspiratif—Linda Anggrea, Sarah Sofyan, dan Harumi—untuk mengeksplorasi keindahan Swiss secara langsung.
Mereka mengunjungi berbagai lokasi ikonis yang menjadi latar sempurna bagi koleksi ini, menciptakan koneksi emosional yang kuat antara keindahan Swiss dan para pencinta fashion.
Pesona Destinasi yang Tersaji dalam Switzerland Series
Setiap desain dalam Switzerland Series merepresentasikan karakteristik unik dari tiga destinasi utama yang menjadi inspirasi:
1. Zurich: Perpaduan Modernitas dan Keanggunan
Sebagai pusat keuangan dan budaya Swiss, Zurich menawarkan keindahan arsitektur klasik yang berpadu dengan atmosfer modern. Kota ini dikenal dengan jalanan berbatu di kawasan Old Town, tepi Sungai Limmat yang menenangkan, serta butik-butik mewah yang menampilkan elegansi khas Eropa.
Inspirasi dari Zurich tertuang dalam motif scarf yang menggambarkan keanggunan kota ini dengan warna-warna lembut yang menenangkan.
2. Lucerne: Kota Romantis di Tepi Danau
Lucerne dikenal dengan Danau Lucerne yang mempesona, Jembatan Kapel (Kapellbrücke) yang bersejarah, serta latar Pegunungan Pilatus yang megah. Kota ini memancarkan pesona romantis yang seolah membawa siapa pun ke dalam dongeng Eropa klasik.
Dalam Switzerland Series, keindahan Lucerne diinterpretasikan dalam motif-motif yang merefleksikan ketenangan air dan keindahan kota dengan nuansa warna yang hangat.
3. Jungfrau: Keagungan Alam Pegunungan Alpen
Bagi para pencinta petualangan, Jungfrau adalah surga di ketinggian. Pegunungan bersalju yang spektakuler, udara segar pegunungan, serta keindahan panorama dari Jungfraujoch—stasiun kereta tertinggi di Eropa—menjadikan kawasan ini sebagai ikon alam Swiss.
Keindahan ini menjadi elemen utama dalam koleksi Switzerland Series, menghadirkan motif yang mencerminkan kemegahan alam dengan kombinasi warna yang menenangkan dan menyejukkan.
Sinergi Fashion dan Pariwisata: Membawa Swiss Lebih Dekat ke Dunia
Kolaborasi antara Buttonscarves dan Switzerland Tourism bukan sekadar menghadirkan koleksi scarf eksklusif, tetapi juga menjadi kampanye yang memperkuat citra Swiss sebagai destinasi wisata impian.
Melalui berbagai platform media sosial, Switzerland Series berhasil menarik perhatian luas dan menginspirasi banyak wisatawan untuk mengeksplorasi Swiss dari perspektif baru.
Dukungan penuh dari Switzerland Tourism, termasuk akses ke lokasi-lokasi eksklusif serta fasilitas produksi kampanye, semakin memperkuat posisi Buttonscarves sebagai brand global. CEO Buttonscarves, Linda Anggrea, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah besar dalam perjalanan global brand mereka.
"Kami bangga bisa menjadi brand pertama yang dipercaya untuk mempromosikan Swiss ke Indonesia dan Asia Tenggara. Koleksi ini adalah wujud nyata dari visi #ButtonscarvesGoesGlobal, membawa keindahan Swiss lebih dekat ke masyarakat dunia melalui fashion," kata dia.