Mengenal Apa Itu Tren Velocity dan Cara Membuat Videonya di TikTok

Farah Nabilla | Suara.com

Senin, 17 Maret 2025 | 15:16 WIB
Mengenal Apa Itu Tren Velocity dan Cara Membuat Videonya di TikTok
Ilustrasi media sosial TikTok (Unsplash/Collabstr)

Suara.com - TikTok terus berkembang dengan tren-tren baru yang menarik perhatian pengguna. Salah satu tren yang tengah populer di kalangan kreator konten adalah Velocity. Tren ini banyak digunakan untuk membuat video yang lebih dinamis dan menarik dengan efek visual yang cepat dan dramatis.

Lalu, apa sebenarnya tren Velocity dalam TikTok dan mengapa begitu banyak kreator menggunakannya?

Apa Itu Velocity di TikTok?

Velocity adalah teknik editing video yang memanfaatkan efek perubahan kecepatan dalam suatu video. Biasanya, tren ini melibatkan penggunaan slow motion (gerakan lambat) dan speed ramping (percepatan bertahap) untuk menciptakan efek visual yang lebih sinematik dan emosional.

Dalam tren ini, bagian tertentu dari video diperlambat untuk menonjolkan momen tertentu, lalu dipercepat kembali untuk menciptakan kesan dramatis. Teknik ini sering dipadukan dengan musik atau beat tertentu agar efeknya lebih maksimal.

Velocity awalnya populer di dunia sinematografi dan video editing profesional. Namun, dengan semakin canggihnya fitur editing pada aplikasi seperti TikTok, CapCut, dan VN, kini siapa pun dapat dengan mudah menerapkan efek ini ke dalam video mereka.

Mengapa Tren Velocity Populer di TikTok?

Ada beberapa alasan mengapa tren ini begitu digemari oleh para pengguna TikTok:

  • Efek Sinematik yang Dramatis – Penggunaan efek kecepatan ini membuat video terlihat lebih profesional dan menarik.
  • Sinkronisasi dengan Musik – Dengan memadukan perubahan kecepatan video dengan beat lagu, tren Velocity menciptakan efek yang memukau.
  • Mudah Dipelajari – Meskipun terlihat kompleks, banyak aplikasi edit video, termasuk fitur bawaan TikTok, yang memungkinkan pengguna mengedit video dengan efek ini dengan mudah.
  • Meningkatkan Engagement – Video dengan efek Velocity cenderung lebih menarik perhatian audiens, meningkatkan peluang untuk masuk ke halaman For You Page (FYP).
  • Cocok untuk Berbagai Jenis Konten – Tren Velocity sering digunakan dalam video transisi fashion, dance, vlog perjalanan, hingga konten storytelling.

Bagaimana Cara Membuat Video Velocity di TikTok?

Jika Anda ingin mencoba tren Velocity di TikTok, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pilih Video yang Akan Diedit – Gunakan video yang memiliki momen menarik yang bisa diperlambat atau dipercepat.
  2. Gunakan Fitur Edit TikTok atau Aplikasi Eksternal – TikTok memiliki fitur bawaan untuk mengatur kecepatan video. Namun, aplikasi seperti CapCut atau VN sering digunakan untuk efek Velocity yang lebih halus.
  3. Atur Kecepatan Video – Tentukan bagian mana yang ingin diperlambat dan mana yang ingin dipercepat. Sinkronkan dengan beat musik agar lebih estetik.
  4. Tambahkan Musik yang Tepat – Pilih lagu yang memiliki beat dinamis agar efek Velocity terlihat lebih menarik. Banyak kreator menggunakan lagu-lagu viral untuk meningkatkan peluang masuk FYP.
  5. Gunakan Filter dan Efek Tambahan – Untuk hasil yang lebih maksimal, tambahkan efek pencahayaan atau filter agar tampilan video lebih menarik.
  6. Unggah dengan Hashtag Tren – Agar video lebih mudah ditemukan, gunakan hashtag seperti #Velocity, #SpeedRamp, #SlowMo agar berpotensi masuk FYP.

Tips Agar Video Velocity Lebih Menarik

Gunakan klip dengan pergerakan yang jelas, seperti adegan menari, melompat, atau perubahan ekspresi.

Pastikan transisi antara slow motion dan speed ramping mulus, agar hasilnya tidak terlihat kaku.

Sesuaikan dengan tren musik terbaru di TikTok, karena algoritma TikTok sering mempromosikan video yang menggunakan audio viral.

Eksplorasi berbagai aplikasi editing untuk mendapatkan hasil yang lebih halus dan sinematik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eat Your Skincare: 8 Buah-buahan yang Harus Rajin Kamu Makan agar Glowing saat Lebaran 2025

Eat Your Skincare: 8 Buah-buahan yang Harus Rajin Kamu Makan agar Glowing saat Lebaran 2025

Lifestyle | Senin, 17 Maret 2025 | 15:14 WIB

Maarten Paes: Saya Menghapus Instagram dan Tiktok

Maarten Paes: Saya Menghapus Instagram dan Tiktok

Bola | Minggu, 16 Maret 2025 | 12:48 WIB

Arti Velocity di TikTok dalam Bahasa Gaul dan Cara Menggunakannya

Arti Velocity di TikTok dalam Bahasa Gaul dan Cara Menggunakannya

Tekno | Minggu, 16 Maret 2025 | 10:59 WIB

CEK FAKTA: Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS 2025

CEK FAKTA: Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS 2025

News | Sabtu, 15 Maret 2025 | 22:46 WIB

Intip 5 Tren Gelang Emas untuk Lebaran 2025, Mana Jadi Pilihanmu?

Intip 5 Tren Gelang Emas untuk Lebaran 2025, Mana Jadi Pilihanmu?

Lifestyle | Jum'at, 14 Maret 2025 | 17:43 WIB

Bareng Doktif Ketemu DPR RI, Publik Salah Fokus Soroti Ekspresi Reza Gladys: Ciri-Ciri Kebanyakan Merkuri

Bareng Doktif Ketemu DPR RI, Publik Salah Fokus Soroti Ekspresi Reza Gladys: Ciri-Ciri Kebanyakan Merkuri

Tekno | Jum'at, 14 Maret 2025 | 14:34 WIB

Terkini

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:56 WIB

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:43 WIB

Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan

Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?

Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:28 WIB

4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket

4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:25 WIB

Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?

Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:21 WIB

Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek

Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:18 WIB

Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026

Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:17 WIB

Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan

Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:53 WIB

Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?

Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:29 WIB