Apa Itu Witch Hunting, Influencer Pendukung 02 Jadi Sasaran Kemarahan

Farah Nabilla

Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:02 WIB
Apa Itu Witch Hunting, Influencer Pendukung 02 Jadi Sasaran Kemarahan
Sejarah Witch Hunting (Britannica)

Suara.com - Reaksi publik akan kekecewaan para influencer yang pernah mendukung pemerintahan membuat netizen banyak melakukan witch hunting.

Terkini, publik X mulai membuat daftar para influencer yang merupakan pendukung paslon 02 di Pilpres 2024 lalu. Meski ramai didukung, namun kegiatan witch hunting ini juga menuai kontroversi, bahkan tak semuanya setuju.

Adalah komika Pandji Pragiwaksono, salah satu orang yang menyayangkan kegiatan witch hunting ini. Meski ia kerap mengkritisi pemerintah, nmun kegiatan ini menurutnya bisa memberi efek lebih lanjut soal nasib bangsa.

"Kegiatan 'witch hunting' ini sangat mengecewakan. Bukan cuman salah tapi juga membuat kita kalah lagi di pemilu selanjutnya," ujar Pandji.

Menanggapi hal ini, beberapa netizen pun turut meninggalkan komentar mereka masing-masing. Netizen tak setuju dengan kata Pandji.

"Lho kok permisif kayak gitu sih bang? Kalau permisif mah kejadian yang sama akan terulang lagi. Influencer nih perannya sudah jadi mesin fabrikasi dan orkestrasi pencitraan yang dampaknya mengakar banget lho," ujar salah satu netizen.

Tapi menurut komika yang kini tinggal di New York tersebut, kegiatan witch hunting ini justru akan membuat para influencer yang mengaku salah memilih capres jadi menjauh dari kelompok masyarakat kritis. Apalagi seiring berjalannya waktu dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dikeluarkan, para influencer yang dulu mendukung tokoh tertentu mulai merasa menyesal.

"Menang dicapai dengan banyak-banyakan jumlah orang. Jumlah kita enggak akan nambah kalau orang yang sadar salah dan mau gabung malah didorong menjauh dan nakut-nakutin," ujar Pandji lebih lanjut.

Berbicara tentang 'witch hunting' yang menjadi kosakata viral di media sosial belakangan ini, sebenarnya apa makna dari kosakata ini?

baca juga

Witch Hunting: Pengertian, Sejarah, dan Tujuannya

'Witch Hunting' dapat diartikan sebagai upaya penyerangan kepada orang lain secara bersama-sama. Hal ini dilakukan karena dianggap terdapat pandangan yang tidak benar dan tidak lazim di kalangan masyarakat.

'Witch Hunting' juga dapat diartikan sebagai sebuah perlakuan sekelompok orang terhadap orang lain karena orang tersebut dianggap tidak memiliki pendapat yang bisa diterima masyarakat banyak.

Sejarah mengenai istilah ini ternyata cukup panjang. Istilah ini diambil dari peristiwa nyata perburuan para perempuan yang dituduh sebagai penyihir di seantero Eropa dan di Amerika yang terjadi pada abad ke-15 hingga ke-17. Orang-orang yang dituduh sebagai penyihir ini kemudian berakhir riwayatnya di tengah alun-alun kota lantaran dibakar hidup-hidup.

Sejak akhir abad ke-20 penelitian yang cermat telah menjelaskan kode hukum dan risalah teologis dari era perburuan penyihir dan mengungkap banyak informasi tentang bagaimana ketakutan, tuduhan, dan penuntutan benar-benar terjadi di desa-desa, pengadilan hukum setempat, dan pengadilan banding dalam budaya Katolik Roma dan Protestan di Eropa Barat.

Tuduhan ini dipicu oleh berbagai macam kecurigaan. Mungkin sesederhana satu orang menyalahkan orang lain atas penghinaan atau kemalangan yang dirasakan. Kecurigaan yang paling umum menyangkut ternak, tanaman, badai, penyakit, properti dan warisan, perseteruan keluarga, perselisihan perkawinan, orang tua tiri, persaingan saudara kandung, dan politik lokal.

Witch Hunting di masa modern ditujukan kepada influencer, public figure, atau netizen awam. Berkembangnya media sosial terutama Twitter menjadi salah satu faktor utama witch hunting terjadi, dan akhirnya menimbulkan masalah psikologi baru.

Kekacauan ini mengakibatkan provokasi. Media sosial seringkali mengabarkan sesuatu secara setengah-setengah dan hanya menguntungkan suatu komunitas tertentu. Pada akhirnya, satu orang atau sekelompok orang pun menjadi korban “Witch Hunting” dan dibenci seluruh warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Namanya Dicatut sebagai Pendukung 02, Prilly Latuconsina dan Nessie Judge Tak Terima

Namanya Dicatut sebagai Pendukung 02, Prilly Latuconsina dan Nessie Judge Tak Terima

Entertainment | Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:34 WIB

Kemal Palevi Miris Lihat Kondisi Negara Usai RUU TNI Disahkan: Sudah Puas Zim?

Kemal Palevi Miris Lihat Kondisi Negara Usai RUU TNI Disahkan: Sudah Puas Zim?

Entertainment | Jum'at, 21 Maret 2025 | 07:31 WIB

Sanrio Perangi Barang Palsu di Asia Tenggara, Gandeng Influencer untuk Lawan Pemalsuan di Indonesia

Sanrio Perangi Barang Palsu di Asia Tenggara, Gandeng Influencer untuk Lawan Pemalsuan di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 21 Maret 2025 | 08:26 WIB

5 Artis yang Vokal Kritisi RUU TNI: Ada Nadin Amizah sampai eaJ Park

5 Artis yang Vokal Kritisi RUU TNI: Ada Nadin Amizah sampai eaJ Park

Lifestyle | Kamis, 20 Maret 2025 | 19:43 WIB

Sederet Figur Publik Angkat Suara soal Pengesahan Revisi UU TNI

Sederet Figur Publik Angkat Suara soal Pengesahan Revisi UU TNI

Entertainment | Kamis, 20 Maret 2025 | 19:08 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×