Perbedaan Pempek Palembang dan Lampung, Mana yang Lebih Enak?

Husna Rahmayunita

Senin, 24 Maret 2025 | 10:35 WIB
Perbedaan Pempek Palembang dan Lampung, Mana yang Lebih Enak?
Ilustrasi pempek. [Pexels]

Suara.com - Selama ini, Palembang identik sebagai tempat asal pempek yang paling lezat di Indonesia. Namun, ternyata ada daerah lain di Sumatera yang juga menjadi penghasil pempek dengan cita rasa yang tak kalah lezat, yakni Lampung.

Dalam sebuah podcast bersama Gofar Hilman, Andika Mahesa 'Kangen Band' yang berasal dari Lampung menyebut pempek asli daerahnya lebih enak. Menurutnya, karena di Lampung banyak ikan laut yang menjadi bahan utama pempek.

"Enak pempek Lampung karena disini kan banyak laut, jadi ikannya gimana ya. Enak. Kalau di Palembang kan banyaknya sungai," ungkap Andika, dikutip Minggu (23/3/2025).

Lantas, apakah yang diucapkan vokalis Kangen Band itu benar adanya? Seperti apa pula perbedaan antara pempek Palembang dan Lampung? Berikut informasi selengkapnya yang berhasil terangkum.

Sejarah Pempek

Pempek Palembang, Sumatera Selatan
Pempek Palembang, Sumatera Selatan

Pempek memiliki sejarah unik dan tidak dapat dilepaskan dari masuknya para perantau Tionghoa ke Palembang. Tepatnya dalam pemerintahan pimpinan Sultan Mahmud Badaruddin II pada abad ke-16 Masehi.

Menurut cerita masyarakat, pempek dijual keliling kota oleh seseorang asal Tionghoa yang sering dipanggil Apek sekitar tahun 1617 M. Ia saat itu diketahui berusia 65 tahun dan memiliki tempat tinggal di tepi Sungai Musi.

Apek mempunyai ide untuk memanfaatkan ikan yang melimpah, dengan mengolahnya menjadi makanan selain digoreng atau gulai. Ia lantas mengolah ikan hasil tangkapannya itu dan mencampurnya dengan tepung.

Setelah itu, Apek berkeliling menjual makanan buatannya yang saat itu masih belum memiliki nama. Ketika ada yang membeli, mereka memanggil ujung namanya saja, yakni "pek..pek" hingga menjadi asal mula pempek.

baca juga

Pempek sendiri merupakan adaptasi dari ngo hiang dan kekkian, yang sama-sama olahan dari ikan. Namun, alih-alih disajikan dalam sup atau sekadar digoreng, pempek disantap dengan cuko, saus asam, manis, dan pedas.

Perbedaan Pempek Palembang dan Lampung

Ilustrasi pempek (Pixabay/Faiz Dila)
Ilustrasi pempek (Pixabay/Faiz Dila)

Dari segi penampilan, pempek Lampung terlihat sama dengan pempek Palembang. Ikan segar pun sama-sama menjadi yang bahan utama dalam pembuatan keduanya. Namun, ada cita rasa yang disebut berbeda.

Selain itu, disebut-sebut salah satu pembeda pempek Lampung dengan pempek Palembang yakni terletak pada kuahnya. Pempek Lampung memakai biang cuka sehingga menghasilkan rasa yang lebih pekat.

Kuah itu juga berasal dari campuran ikan yang ikut disaring sehingga menghasilkan tekstur yang pekat, cocok untuk pendamping pempek.

Begitu disantap, satu sendok pempek Lampung sudah cukup membuat pecinta kuliner merasakan cita rasa ikan serta kuah yang lezat. Tak heran, jika banyak wisatawan luar daerah yang menikmati menu tersebut.

Resep Pempek Lampung

Bagi yang ingin menikmati pempek Lampung, Anda bisa mencoba di rumah dengan resep berikut ini, sebagaimana dikutip dari akun Cookpad @dapur_indah04.

Bahan-bahan:

3 siung bawang merah
1 sdt garam
1/2 sdt kaldu bubuk
4 telur, direbus buat isian
3 sdm terigu
3 biji gula merah
1 sdm cuka
1 sdm asam jawa
1 genggam udang kering
10 cabe rawit
5 siung bawang putih
5 siung bawang merah
500 ml air
timun

Cara memasak:

1. Campur air, terigu dan bumbu (garam, kaldu bubuk), aduk-aduk sampai mengental kemudian diamkan sampai agak dingin untuk membuat biang

2. Tambahkan tepung sagu, daging ke bahan biang kemudian aduk hingga merata

3. Kemudian masukkan telur dan minyak ke dalam adonan, uleni dengan tangan

4. Ambil tepung sagu taruh dipiring/disamping adonan supaya tidak lengket

5. Bentuk pempek sesuai selera lalu letakkan ke piring tadi. Untuk pempek kapal selam, masukkan potongan telur lalu rekatkan

6. Rebus pempek ke dalam air mendidih sampai mengapung ke atas

7. Sambil menunggu matang, Anda bisa membuat kuah cuka dengan cara tumbuk cabe, udang kering, bawang merah, bawang putih, gula merah, lalu campurkan dengan air, asam dan cuka.

8. Siapkan minyak panas untuk menggoreng pempek yang sudah direbus

9. Setelah matang, tiriskan. Pempek siap dihidangkan dan dinikmati dengan kuah cuka serta timun.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keseruan Choi Minho SHINee di Acara HUT Transmedia ke-23, dari Aksi Panggung Memukau Hingga Makan Pempek

Keseruan Choi Minho SHINee di Acara HUT Transmedia ke-23, dari Aksi Panggung Memukau Hingga Makan Pempek

Entertainment | Senin, 16 Desember 2024 | 11:14 WIB

Siapa Dion Markx? Pemain Keturunan Kota Pempek Suksesor Jay Idzes, Punya Operasi Senyap Bahaya Lini Belakang

Siapa Dion Markx? Pemain Keturunan Kota Pempek Suksesor Jay Idzes, Punya Operasi Senyap Bahaya Lini Belakang

Bola | Minggu, 10 November 2024 | 17:03 WIB

Pedagang Pempek di Balik Dugaan Korupsi Senjata Gas Air Mata Polri

Pedagang Pempek di Balik Dugaan Korupsi Senjata Gas Air Mata Polri

Liks | Selasa, 29 Oktober 2024 | 15:23 WIB

Terkini

Desil Penyandang Disabilitas Naik ke 6-10, Pertuni Khawatir Bantuan Hilang

Desil Penyandang Disabilitas Naik ke 6-10, Pertuni Khawatir Bantuan Hilang

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:01 WIB

Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!

Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

Apakah Boleh Memasukkan Makanan Panas Langsung ke Dalam Kulkas? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Memasukkan Makanan Panas Langsung ke Dalam Kulkas? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

El Nino Gerus PLTA, PLN Kehilangan 650 MW di Sulawesi

El Nino Gerus PLTA, PLN Kehilangan 650 MW di Sulawesi

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:00 WIB

Compang-camping Disikat Maling! JPO Kyai Maja Dekat Kantor Kejagung Ditutup Sementara

Compang-camping Disikat Maling! JPO Kyai Maja Dekat Kantor Kejagung Ditutup Sementara

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:59 WIB

Ambisi Besar Kevin Diks di FIFA ASEAN Cup 2026, Ingin Tebus Kegagalan Piala AFF

Ambisi Besar Kevin Diks di FIFA ASEAN Cup 2026, Ingin Tebus Kegagalan Piala AFF

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 16:59 WIB

Dinding Rumah Lembab dan Berjamur? Ini Langkah Tepat Mengecat Ulang agar Tahan Lama

Dinding Rumah Lembab dan Berjamur? Ini Langkah Tepat Mengecat Ulang agar Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 16:57 WIB

Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg

Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 16:57 WIB

Fenomena Hujatan Massal di Medsos: Kenapa Orang Lebih Berani Jahat di Kolom Komentar?

Fenomena Hujatan Massal di Medsos: Kenapa Orang Lebih Berani Jahat di Kolom Komentar?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 16:51 WIB

Bukan Anti-Sains, Ini Maksud Sebenarnya Kritik Prabowo Soal Pakar Menurut Pigai

Bukan Anti-Sains, Ini Maksud Sebenarnya Kritik Prabowo Soal Pakar Menurut Pigai

News | Selasa, 22 September 2026 | 16:51 WIB

×