Sahur Mewah Bupati Pekalongan di Akun Medsos Resmi Pemkab Tuai Kritik

Agatha Vidya Nariswari, Dinda Rachmawati

Selasa, 25 Maret 2025 | 15:32 WIB
Sahur Mewah Bupati Pekalongan di Akun Medsos Resmi Pemkab Tuai Kritik
Sahur Mewah Bupati Pekalongan di Akun Resmi Pemkab (Instagram)

Suara.com - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan di akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Pekalongan (@kab_pekalongan) yang memperlihatkan momen sahur bersama keluarganya viral dan menuai beragam reaksi. 

Dalam unggahan tersebut, terlihat Fadia Arafiq bersama suami, Mukhtaruddin Ashraff Abu yang juga merupakan anggota DPR RI dan ketiga anak mereka tengah menikmati sahur dalam suasana mewah dan elegan.

Liputan ini merupakan bagian dari program Grebek Sahur yang ditayangkan oleh Indosiar. Sebelumnya, program ini juga menyoroti sahur keluarga pejabat lain, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. 

Namun, berbeda dengan liputan keluarga pejabat lainnya, publik menilai bahwa unggahan ini kurang tepat jika dipublikasikan melalui akun resmi pemerintah daerah.

Kritik Netizen: Akun Pemkab atau Akun Pribadi?

Sejak diunggah, unggahan ini menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang mempertanyakan relevansi konten sahur keluarga Bupati dengan fungsi utama akun resmi Pemkab Pekalongan. 

"Min kan sudah ada akun Fadia Arafiq Official, pisahkan dong mana akun Pemerintah yang berisi kegiatan Pemerintahan dan Pribadi yang memuat kegiatan Pribadi," kata @ria****.

Komentar ini diamini oleh banyak pengguna lainnya, yang merasa bahwa akun resmi pemerintah daerah seharusnya digunakan untuk menyampaikan informasi seputar kebijakan publik, perkembangan daerah, serta laporan kinerja pemerintahan, bukan untuk menampilkan aktivitas pribadi seorang pejabat.

Kritik semakin tajam ketika beberapa netizen menyoroti kondisi Pekalongan yang saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan sosial dan bencana.

baca juga

"Gini amat, mending pemkab upload apa gitu? Bersih-bersih alun-alun kah, adain acara bakti sosial kah, yang bermanfaat dikit gitu loh, udah tau Kabupaten-nya banyak daerah kumuh, banjir noh urusin, giliran nggak penting aja cepet banget? Miris aku liatnya," ucap @bag****.

Komentar tersebut mencerminkan kekecewaan warga yang berharap pemerintah lebih fokus dalam menangani permasalahan yang lebih mendesak, seperti infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, dan bencana alam, ketimbang mempublikasikan kehidupan pribadi pejabat di akun resmi pemerintah.

Sahur Mewah di Tengah Kesulitan Warga

Selain masalah penggunaan akun pemkab, banyak netizen juga menyoroti kemewahan yang terlihat dalam acara sahur tersebut. Netizen menilai bahwa di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan bencana yang masih melanda beberapa wilayah, unggahan ini terasa kurang sensitif.

"Masih mending ada kreativitas, dibuat sederhana. Menu ala kadar walau nanti dihujat settingan segala macam. Lalu ada pesan, niati sahur semata ibadah. Walau kita mampu sekalipun, sederhanalah. Karena banyak saudara kita yang saat ini sedang kesusahan. Ingat loh, daerah kita baru tertimpa musibah," tambah @ria****.

Komentar ini menggarisbawahi harapan agar pejabat lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan, terutama saat bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen berbagi dengan mereka yang kurang mampu.

Bupati Pekalongan dalam Sorotan: Prestasi atau Sensasi?

Tidak hanya soal kemewahan, beberapa netizen bahkan mempertanyakan apakah ini merupakan pencapaian terbesar Pemkab Pekalongan yang layak dibanggakan. 

Salah satu komentar bernada satir datang dari akun @riz**** yang menulis, "Wah ini prestasi tertinggi ya pemerintah Kabupaten Pekalongan, bisa masuk tipi nasional. Saking nggak ada prestasi lainnya."

Komentar ini menyindir bahwa alih-alih fokus pada pencapaian pembangunan dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat, Pemkab justru lebih menonjolkan aspek personal yang kurang relevan bagi kepentingan publik.

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa akun resmi pemerintah seharusnya memiliki batasan yang jelas antara kepentingan publik dan personal. 

Akun resmi bukanlah platform untuk memamerkan kehidupan pribadi pejabat, melainkan sebagai sarana komunikasi yang bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi penting bagi masyarakat.

Di tengah derasnya kritik, publik berharap agar Pemkab Pekalongan lebih bijak dalam memilih konten yang akan dipublikasikan. Jika ingin membagikan momen pribadi, sebaiknya hal itu dilakukan melalui akun pribadi pejabat yang bersangkutan, bukan akun yang secara resmi mewakili pemerintahan daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diskusi Arra Si Bocah Viral dan Ayahnya soal Pernikahan Bikin Heboh: Netizen Sebut Tak Sesuai Usia

Diskusi Arra Si Bocah Viral dan Ayahnya soal Pernikahan Bikin Heboh: Netizen Sebut Tak Sesuai Usia

Lifestyle | Selasa, 25 Maret 2025 | 15:10 WIB

Viral Aksi Brutal Polisi ke Pendemo Tolak UU TNI di Surabaya, Netizen: Ini Keluarga Saya!

Viral Aksi Brutal Polisi ke Pendemo Tolak UU TNI di Surabaya, Netizen: Ini Keluarga Saya!

News | Selasa, 25 Maret 2025 | 12:14 WIB

Puan Maharani: Negara Dalam Ambil Kebjikan Harus Mawas Diri, Mendengarkan Aspirasi Rakyat!

Puan Maharani: Negara Dalam Ambil Kebjikan Harus Mawas Diri, Mendengarkan Aspirasi Rakyat!

News | Selasa, 25 Maret 2025 | 11:59 WIB

Terkini

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:05 WIB

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:03 WIB

Manga Geopolitik Funso Deshitara Hatta Made Resmi Dapat Adaptasi Anime TV

Manga Geopolitik Funso Deshitara Hatta Made Resmi Dapat Adaptasi Anime TV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:00 WIB

Pelaku Penendang Perempuan di Senayan City Ditangkap, DPR: Jangan Ada Keistimewaan!

Pelaku Penendang Perempuan di Senayan City Ditangkap, DPR: Jangan Ada Keistimewaan!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:55 WIB

Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah

Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah

Sulsel | Sabtu, 19 September 2026 | 11:54 WIB

4 Cara Membersihkan Pantat Panci yang Hitam Tebal dan Berkerak, Mudah dengan Bahan Rumahan

4 Cara Membersihkan Pantat Panci yang Hitam Tebal dan Berkerak, Mudah dengan Bahan Rumahan

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 11:46 WIB

Tak Sekadar Sertifikat, Brand Kuliner Asal Garut Jadikan Halal Integrity Fondasi Utama

Tak Sekadar Sertifikat, Brand Kuliner Asal Garut Jadikan Halal Integrity Fondasi Utama

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 11:44 WIB

Bongkar Kebocoran APBN Rp480 T! Prabowo: Padahal Bisa Hemat Buat MBG!

Bongkar Kebocoran APBN Rp480 T! Prabowo: Padahal Bisa Hemat Buat MBG!

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 11:34 WIB

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:31 WIB

Berawal Dikejar Deadline, Review Novel Progresnya Berapa Persen?

Berawal Dikejar Deadline, Review Novel Progresnya Berapa Persen?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 11:30 WIB

×