Grebeg Syawal Hingga Ziarah, Mengungkap 5 Tradisi Lebaran Istimewa di Cirebon

Muhammad Ilham Baktora

Rabu, 26 Maret 2025 | 13:31 WIB
Grebeg Syawal Hingga Ziarah, Mengungkap 5 Tradisi Lebaran Istimewa di Cirebon
Ikon Kabupaten Cirebon dengan Keraton Kasepuhannya. (Twitter)

Suara.com - Cirebon, sebuah kota di pesisir utara Jawa Barat, memiliki berbagai tradisi unik yang tetap lestari dalam perayaan Lebaran.

Tradisi-tradisi ini tidak hanya mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal, tetapi juga menjadi momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat setempat. Berikut beberapa tradisi unik saat Lebaran di Cirebon yang masih bertahan hingga sekarang.

1. Grebeg Syawal

Tradisi Grebeg Syawal di Cirebon biasa dilakukan oleh warganya, yang terkenal tradisi ini dilakukan di Makam Sunan Gunung Jati. (Twitter)
Tradisi Grebeg Syawal di Cirebon biasa dilakukan oleh warganya, yang terkenal tradisi ini dilakukan di Makam Sunan Gunung Jati. (Twitter)

Grebeg Syawal merupakan salah satu tradisi khas Keraton Kasepuhan dan Kanoman yang berlangsung setelah Idulfitri.

Tradisi ini berupa kirab pusaka dan gunungan hasil bumi yang diarak dari dalam keraton menuju alun-alun atau tempat tertentu di sekitar keraton.

Gunungan yang berisi hasil bumi ini nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol keberkahan.

Grebeg Syawal telah dilakukan sejak zaman Kesultanan Cirebon dan masih dipertahankan hingga kini. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga mempererat hubungan antara keluarga keraton dan masyarakat umum.

2. Nadran

Tradisi Nadran atau melarung di laut oleh warga Cirebon. (Twitter)
Tradisi Nadran atau melarung di laut oleh warga Cirebon. (Twitter)

Nadran adalah tradisi syukuran para nelayan yang biasa dilakukan menjelang dan setelah Lebaran.

baca juga

Masyarakat pesisir Cirebon, khususnya di daerah Kejawanan dan Mundu, menggelar ritual ini sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang melimpah.

Tradisi ini biasanya diisi dengan prosesi larung sesaji ke laut yang terdiri dari kepala kerbau, hasil bumi, dan doa bersama.

Tradisi Nadran tetap bertahan karena masyarakat nelayan masih memegang teguh warisan budaya ini sebagai bagian dari doa agar diberikan keselamatan dalam mencari rezeki di laut.

3. Ziarah Makam Sunan Gunung Jati

Setelah merayakan Idulfitri, masyarakat Cirebon memiliki kebiasaan berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

Tradisi ini dikenal dengan sebutan "Ziarah Syawal." Ribuan peziarah dari berbagai daerah datang untuk berdoa dan meminta berkah di makam yang terletak di daerah Astana Gunung Jati.

Tradisi ini bertahan karena ajaran Islam yang berkembang di Cirebon sangat erat kaitannya dengan Sunan Gunung Jati.

Selain itu, banyak yang meyakini bahwa ziarah ini membawa keberkahan dan keselamatan bagi keluarga mereka.

4. Salametan Lebaran

Salametan Lebaran adalah tradisi berkumpulnya keluarga besar dan warga setempat untuk menggelar doa bersama di rumah atau masjid setelah salat Idul Fitri.

Acara ini biasanya diikuti dengan makan bersama, menyantap hidangan khas Cirebon seperti empal gentong dan nasi jamblang.

Masyarakat Cirebon mempertahankan tradisi ini karena dianggap sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain itu, salametan juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai tradisional kepada generasi muda.

5. Berburu Kue Kering dan Opak

Tradisi berburu kue kering biasa dilakukan di Cirebon. Hal itu juga sama terjadi di beberapa wilayah yang ada di Jawa Tengah. (Twitter)
Tradisi berburu kue kering biasa dilakukan di Cirebon. Hal itu juga sama terjadi di beberapa wilayah yang ada di Jawa Tengah. (Twitter)

Menjelang Lebaran, warga Cirebon memiliki kebiasaan berburu kue kering dan opak di pasar tradisional atau pusat oleh-oleh.

Opak, camilan khas berbahan dasar ketan yang dipanggang, menjadi salah satu hidangan wajib yang selalu ada di meja tamu saat Lebaran.

Pasar Kanoman dan Pasar Pagi menjadi tujuan utama masyarakat untuk berburu makanan khas ini.

Kebiasaan ini tetap bertahan karena opak dan kue kering telah menjadi bagian dari tradisi menyambut tamu saat Lebaran.

Selain itu, makanan ini juga memiliki nilai historis karena sudah ada sejak zaman kesultanan.

Tradisi-tradisi Lebaran di Cirebon bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

Dari Grebeg Syawal hingga ziarah ke makam Sunan Gunung Jati, setiap tradisi memiliki nilai sejarah dan makna tersendiri.

Dengan tetap menjalankan tradisi ini, masyarakat Cirebon tidak hanya mempertahankan identitas budayanya, tetapi juga mempererat ikatan sosial di tengah modernisasi yang terus berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Banyak Warga Berangkat Duluan, Puncak Mudik Lebaran 28 Maret di Jakarta Diharapkan Tak Terjadi

Sudah Banyak Warga Berangkat Duluan, Puncak Mudik Lebaran 28 Maret di Jakarta Diharapkan Tak Terjadi

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 13:12 WIB

Pemerintah Umbar Diskon Internet 50 Persen Selama Lebaran, Begini Caranya!

Pemerintah Umbar Diskon Internet 50 Persen Selama Lebaran, Begini Caranya!

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 12:53 WIB

Jago Nanjak! Rekomendasi 5 Motor Matic Jagoan untuk Mudik Lebaran 2025

Jago Nanjak! Rekomendasi 5 Motor Matic Jagoan untuk Mudik Lebaran 2025

Otomotif | Rabu, 26 Maret 2025 | 11:43 WIB

Terkini

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:43 WIB

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:38 WIB

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

11 Night Cream untuk Mencerahkan Wajah dan Menyamarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:32 WIB

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:30 WIB

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Menang Sembilan Gol, MilkLife Kickers Tutup Singa Cup 2026 di Posisi Runner-up

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 17:26 WIB

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Taktik Politik Kebisingan: Saat Skandal Sengaja Ditumpuk agar Publik Lupa

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Megapiksel, OPPO dan Hasselblad Uji 3 Hal Penting agar Foto HP Lebih Natural

Bukan Cuma Megapiksel, OPPO dan Hasselblad Uji 3 Hal Penting agar Foto HP Lebih Natural

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 17:12 WIB

Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam Heli Mi-17 yang Jatuh di Laut Kalteng

Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam Heli Mi-17 yang Jatuh di Laut Kalteng

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:07 WIB

×