Lawan Arus Tren Korea, Estetika Indonesia Perlu Tampilkan Jati Diri Sendiri

Nur Khotimah, Dinda Rachmawati

Senin, 07 April 2025 | 13:06 WIB
Lawan Arus Tren Korea, Estetika Indonesia Perlu Tampilkan Jati Diri Sendiri
Ilustrasi kulit wajah sehat (Freepik)
baca 10 detik
  • Tren estetika Indonesia dipengaruhi standar luar negeri; dokter Herli menekankan pentingnya menghargai keunikan individu.
  • Peningkatan kualitas industri estetika Indonesia memerlukan sinergi lintas sektor untuk menciptakan standar berdaya saing tinggi.
  • Indonesia berpotensi menjadi destinasi wisata medis unggulan dengan target pendapatan signifikan melalui kolaborasi terintegrasi.

Suara.com - Dalam lanskap industri kecantikan yang semakin kompetitif, tren kecantikan di Indonesia selama beberapa tahun terakhir banyak dipengaruhi oleh standar estetika luar negeri, khususnya Korea Selatan.

Mulai dari bentuk wajah "V-shape", kulit putih pucat bercahaya, hingga hidung mancung menjadi dambaan banyak pasien yang datang ke klinik-klinik kecantikan.

Namun, menurut dr. Muhammad Herli, MARS—dokter estetika sekaligus ahli manajemen rumah sakit dan klinik—tren ini perlu disikapi dengan lebih kritis dan bijak.

"Banyak pasien datang dengan keinginan menyerupai wajah artis Korea. Padahal, struktur wajah orang Indonesia berbeda dan tidak semua prosedur cocok diterapkan begitu saja," ujar dr. Herli.

Menurutnya, terinspirasi dari tren luar negeri sah-sah saja, tetapi harus tetap mengedepankan pendekatan yang menghargai keunikan tiap individu.

Dokter Estetika dr. Muhammad Herli, MARS, Dipl.IAAAM (Instagram)
Dokter Estetika dr. Muhammad Herli, MARS. (Instagram)

Baginya, estetika yang ideal bukan tentang mengubah wajah menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda, melainkan memperkuat karakter alami seseorang.

"Estetika yang baik adalah yang mampu memperkuat karakter, bukan mengubah identitas," tegasnya.

Menyatukan Visi untuk Estetika Indonesia

Sebagai seorang yang juga menguasai bidang manajemen rumah sakit dan klinik, dr. Herli menekankan pentingnya peningkatan kualitas di seluruh aspek industri estetika. 

baca juga

Mulai dari tenaga medis yang profesional, regulasi yang jelas, pemanfaatan teknologi terkini, hingga sistem pelayanan yang holistik dan berorientasi pada pasien.

"Kita butuh sinergi antara tenaga medis, klinik, asosiasi, akademisi, dan pemerintah. Tujuannya bukan sekadar menyaingi negara lain, tapi menciptakan standar estetika Indonesia yang kuat dan berdaya saing tinggi," jelasnya.

Pandangan ini selaras dengan data yang dirilis oleh Healthcare Asia Magazine pada Februari 2025, berdasarkan laporan Research and Markets. Disebutkan bahwa pasar estetika medis Indonesia diproyeksikan akan mencapai USD 495,64 juta pada tahun 2029, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,56%. 

Pertumbuhan pesat ini dipicu oleh kemajuan teknologi dalam prosedur estetika bedah dan non-bedah, meningkatnya minat masyarakat, serta perubahan ekspektasi terhadap hasil yang lebih alami dan personal.

Indonesia Menuju Destinasi Wisata Medis

Tak hanya berhenti pada pelayanan estetika di dalam negeri, dr. Herli juga menyoroti potensi besar Indonesia sebagai destinasi wisata medis (medical tourism). 

Pemerintah pun telah menanggapi hal ini secara serius melalui peluncuran program Medical Tourism yang melibatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata.

Menurut data resmi, potensi pendapatan dari sektor ini dapat mencapai Rp97 triliun per tahun bila dikelola dengan sistematis. Kota-kota seperti Bali, Jakarta, Medan, dan Batam bahkan telah ditetapkan sebagai pusat wisata medis prioritas.

"Medical tourism adalah peluang besar. Kita punya SDM kompeten, pasien lokal yang loyal, dan pasar regional yang terbuka. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan keberanian untuk naik kelas bersama-sama," ujar dr. Herli dengan optimisme tinggi.

Ia percaya, dengan pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif, Indonesia dapat menjadi salah satu beauty destination unggulan di kawasan Asia Tenggara.

"Saatnya Indonesia bersinar dengan karakternya sendiri. Kita punya kualitas, tinggal satukan visi dan bergerak bersama," pungkasnya.

dr. Muhammad Herli, MARS adalah sosok yang tidak hanya aktif sebagai dokter estetika, namun juga ahli dalam manajemen rumah sakit dan klinik. 

Ia merupakan lulusan Magister Administrasi Rumah Sakit dan pemegang sertifikasi internasional di bidang estetika medis dari International Academy of Aesthetic Medicine. 

dr. Herli memadukan sentuhan ilmiah, pendekatan personal, dan pemahaman mendalam akan kebutuhan lokal untuk menghadirkan layanan estetika yang aman, efektif, dan tetap berkarakter Indonesia.

Dengan visi yang kuat dan dedikasi terhadap keunikan estetika lokal, dr. Herli tak hanya merawat wajah pasien, tapi juga merawat identitas bangsa lewat pendekatan kecantikan yang lebih berakar dan berkelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Kecantikan Tanpa Maskara: Gaya Minimalis yang Dipopulerkan Rose BLACKPINK

Tren Kecantikan Tanpa Maskara: Gaya Minimalis yang Dipopulerkan Rose BLACKPINK

Lifestyle | Minggu, 23 Maret 2025 | 13:50 WIB

Prosedur Estetika Non-Invasif kian Diminati, Ini Pentingnya Edukasi Bagi Profesional Medis

Prosedur Estetika Non-Invasif kian Diminati, Ini Pentingnya Edukasi Bagi Profesional Medis

Lifestyle | Minggu, 02 Maret 2025 | 21:31 WIB

Lebih dari Sekadar Pengobatan: Bedah Onkoplastik Bantu Pasien Kanker Payudara Jaga Estetika dan Kesehatan Mental

Lebih dari Sekadar Pengobatan: Bedah Onkoplastik Bantu Pasien Kanker Payudara Jaga Estetika dan Kesehatan Mental

Lifestyle | Kamis, 13 Februari 2025 | 15:56 WIB

Terkini

Feng Shui Dapur Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Apakah Dianggap Baik atau Buruk?

Feng Shui Dapur Lebih Tinggi dari Ruang Tamu, Apakah Dianggap Baik atau Buruk?

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:09 WIB

5 Primer untuk Menutupi Pori-Pori Secara Instan, Makeup Jadi Flawless

5 Primer untuk Menutupi Pori-Pori Secara Instan, Makeup Jadi Flawless

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:08 WIB

5 Sunscreen yang Tidak Lengket di Iklim Panas, Nyaman Dipakai Seharian

5 Sunscreen yang Tidak Lengket di Iklim Panas, Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:55 WIB

Makin Serius Menekuni Lari? Inovasi Terbaru Ini Layak Dilirik

Makin Serius Menekuni Lari? Inovasi Terbaru Ini Layak Dilirik

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:48 WIB

3 Parfum Lokal Aroma Kayu Manis dengan Review Pembeli yang Positif

3 Parfum Lokal Aroma Kayu Manis dengan Review Pembeli yang Positif

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:25 WIB

5 Sunscreen dengan SPF 50 dan PA++++ yang Nyaman Dipakai Sehari-hari

5 Sunscreen dengan SPF 50 dan PA++++ yang Nyaman Dipakai Sehari-hari

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:20 WIB

Jangan Salah Pilih! Kenali 9 Jenis Lensa Kacamata yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Jangan Salah Pilih! Kenali 9 Jenis Lensa Kacamata yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:13 WIB

Ramalan Shio 11 Juli 2026, Ini 5 Shio yang Diprediksi Paling Hoki

Ramalan Shio 11 Juli 2026, Ini 5 Shio yang Diprediksi Paling Hoki

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:12 WIB

7 Cara Menggunakan Facial Wash agar Kulit Bersih Tanpa Merusak Skin Barrier

7 Cara Menggunakan Facial Wash agar Kulit Bersih Tanpa Merusak Skin Barrier

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:55 WIB

Bagaimana Memilih Ukuran Sepatu Jalan yang Pas? Ini 7 Tipsnya

Bagaimana Memilih Ukuran Sepatu Jalan yang Pas? Ini 7 Tipsnya

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:51 WIB

×