Apa Itu Konklaf dan Tata Cara Memilih Paus?

Farah Nabilla

Selasa, 22 April 2025 | 12:38 WIB
Apa Itu Konklaf dan Tata Cara Memilih Paus?
Sejumlah umat Katolik mengikuti misa untuk mendiang Paus Fransiskus di Gereja Katedral Jakarta, Senin (21/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Konklaf menjadi agenda penting saat seorang paus meninggal dunia. Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, dinyatakan tutup usia pada Senin (21/4/2025) pagi waktu Vatikan. Kematiannya ini disebabkan oleh stroke.

Berbagai agenda dilakukan setelah seorang paus wafat. Tak terkecuali konklaf yang penting untuk digelar bagi masa depan 1,37 miliar umat Katolik di dunia. Adapun berikut penjelasan soal konklaf dan tata caranya.

Apa Itu Konklaf?

Konklaf merupakan pertemuan rahasia para Kardinal (pejabat Gereja). Tujuanya untuk memilih pemimpin umat Katolik sedunia setelah takhta kepausan kosong (sede vacante), baik karena wafat atau undur diri.

Proses itu berlangsung di Vatikan, melibatkan tahapan-tahapan yang penuh ritual dan kerahasiaan. Para Kardinal yang akan memilih berusia di bawah 80 tahun. Sebelumnya, mereka akan berdiskusi terlebih dahulu.

Konklaf dilakukan 15-20 hari setelah takhta kepausan kosong. Sementara itu, lokasi pemungutan suara adalah Kapel Sistina, Vatikan. Untuk menjadi seorang paus, dibutuhkan 2 sampai 3 suara dari Kardinal.

Agenda tersebut penting karena bakal menentukan pemimpin tertinggi umat Katolik dunia selanjutnya. Dengan kata lain, hal ini berdampak besar pada kehidupan beragama, sosial, serta politik di banyak negara.

Konklaf terlama dalam sejarah berlangsung selama hampir tiga tahun (1268-1271). Sedangkan pemilihan paus yang baru paling lama di zaman modern berlangsung selama 181 hari atau terjadi pada tahun 1740 lalu.

Paus Paulus VI pada tahun 1970 menetapkan batasan usia 80 tahun bagi Kardinal pemilih.

baca juga

Konklaf hampir selalu digelar di Kapel Sistina di Vatikan, kecuali pada tahun 1799-1800 yang berlangsung di Valencia, Spanyol.

Hal itu dikarenakan adanya kependudukan Napoleon di Roma. Kapel Sistina saat konklaf diperiksa untuk memastikan tidak ada alat penyadap. Usai terpilih, Paus baru akan menjalani penobatan dan memulai tugasnya.

Tata Cara Konklaf

Setelah masa kekosongan tahta kepausan, administrasi Gereja sementara dipegang oleh The Camerlengo hingga Paus baru terpilih. Lalu, para Kardinal berkumpul di Kapel Sistina yang dikunci untuk menjaga kerahasiaan.

Konklaf dilakukan berulang kali hingga seorang kandidat memperoleh 2-3 suaea. Proses ini dapat berlangsung beberapa hari, bahkan sampai berminggu-minggu. Proses ini dilaksanakan dengan cara yang terstruktur.

Setiap Kardinal menerima selembar kertas suara berbentuk persegi panjang yang bertuliskan seperti 'Eligio in Summum Pontificem'. Ini menegaskan pilihan mereka merupakan bagian dari panggilan Tuhan.

Usai menuliskan nama calon pilihan secara rahasia, setiap Kardinal lalu melipat kertas suara dengan hati-hati sebelum dimasukkan ke dalam wadah khusus. Setelah itu, kertas suara akan dibakar dalam sebuah tungku khusus.

Asap berwarna hitam menandakan belum ada Paus yang terpilih, sedangkan asap putih menunjukkan sebaliknya. Kemudian, Dekan Kardinal akan menanyakan kesediaan kandidat terpilih untuk menerima jabatan.

Apabila setuju, kandidat itu perlu memilih nama kepausannya. Setelahnya, pengumuman resmi dilakukan dengan prosesi 'Habemus Papam!' (Kami memiliki Paus!) yang menjadi penutup momen konklatf.

Konklaf sendiri menekankan kerahasiaan dan kebebasan dalam pengambilan keputusan. Adapun paus terpilih harus merupakan seorang pria yang telah dibaptis dan punya pengalaman sebagai pemimpin spiritual.

Selain itu, calon yang terpilih perlu diangkat menjadi uskup jika belum memiliki jabatan tersebut. Pasalnya, otoritas tertinggi dalam Gereja hanya bisa diemban oleh seseorang yang sudah menjalani tahbisan secara sah.

Meski tidak ada batasan usia secara resmi, sejarah mencatat bahwa rata-rata usia kandidat saat pemilihan Paus adalah sekitar 65 tahun. Namun, para calon pengganti Paus Fransiskus diketahui berusia di atas angka itu.

Kandidat Paus Baru

Saat ini, sudah muncul sejumlah nama yang dipilih sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi Paus Fransiskus. Berikut adalah para Kardinal atau pejabat senior Gereja Katolik yang siap memimpin Vatikan.

I. Luis Antonio Tagle
Kardinal Tagle asal Filipina menjadi kandidat utama. Pria berusia 67 tahun ini dikenal sebagai sosok progresif yang dekat dengan Paus Fransiskus dan kerap memimpin Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa.

Tagle juga dikenal memiliki semangat untuk inklusivitas dan evangelisasi. Selain itu, asalnya yang dari kawasan Asia-wilayah dengan pertumbuhan Katolik tercepat- menjadikannya pilihan yang begitu menarik.

II. Pietro Parolin
Kardinal Pietro Parolin adalah Sekretaris Negara Vatikan yang saat ini tengah berusia 70 tahun dan berasal dari Italia. Sosoknya tersebut dianggap mempunyai peranan penting dalam diplomasi internasional.

Salah satunya, hubungan sensitif yang terjadi dengan pihak China dan Timur Tengah. Kardinal Parolin dianggap sebagai sosok moderat yang dapat menjadi sebuah jembatan antara reformasi dan stabilitas.

III. Peter Turkson
Kardinal Turkson berusia 76 tahun asal Ghana dikenal karena kepeduliannya terhadap keadilan sosial. Sebelumnya, ia pernah menjalani aktivitas sebagai seorang Kepala Dikastri untuk Pengembangan Manusia.

Ia juga vokal dalam isu perubahan iklim, kemiskinan, serta keadilan ekonomi. Jika terpilih, Kardinal Turkson akan menjadi paus Afrika pertama dalam lebih dari 1.500 tahun, sejak Paus Gelasius pada abad ke-5.

IV. Peter Erd
Kardinal Erd kandidat konservatif terkemuka asal Hungaria yang berusia 72 tahun. Ia adalah ahli hukum kanon dan pernah memimpin Dewan Konferensi Uskup Eropa. Ia menawarkan kesinambungan teologis bagi siapapun yang rindu Yohanes Paulus II.

V. Angelo Scola
Meski usianya sudah menginjak 82 tahun, namun Kardinal Angelo Scola asal Italia tetap masuk bursa pencalonan. Ia merupakan mantan Uskup Agung Milan yang juga pernah menjadi kandidat kuat dalam konklaf 2013.

Pandangannya yang tradisional menjadikan sosok Kardinal Scola harapan terakhir bagi para kaum konservatif. Walapun faktor usia yang tidak lagi muda, namun hal ini tak dijadikan sebagai hambatan utama.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Prosesi Sakral Gereja Katolik Setelah Kematian Paus Fransiskus

9 Prosesi Sakral Gereja Katolik Setelah Kematian Paus Fransiskus

Lifestyle | Selasa, 22 April 2025 | 12:04 WIB

Apa yang Terjadi Usai Paus Meninggal Dunia?

Apa yang Terjadi Usai Paus Meninggal Dunia?

Lifestyle | Selasa, 22 April 2025 | 11:27 WIB

Paus Fransiskus Telah Tiada: Bagaimana Pengaruhnya di Dunia Begitu Luas?

Paus Fransiskus Telah Tiada: Bagaimana Pengaruhnya di Dunia Begitu Luas?

News | Selasa, 22 April 2025 | 11:01 WIB

Paus Fransiskus Meninggal Akibat Stroke: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Paus Fransiskus Meninggal Akibat Stroke: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Lifestyle | Selasa, 22 April 2025 | 11:19 WIB

5 Rekomendasi Film tentang Paus Fransiskus, Terbaru Ada Conclave

5 Rekomendasi Film tentang Paus Fransiskus, Terbaru Ada Conclave

Your Say | Selasa, 22 April 2025 | 08:06 WIB

Prinsip-prinsip Hidup Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Dikenal Sederhana dan Bersahaja

Prinsip-prinsip Hidup Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Dikenal Sederhana dan Bersahaja

Lifestyle | Selasa, 22 April 2025 | 09:41 WIB

Terkini

Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

Prabowo Sambangi Kedubes Qatar, Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:15 WIB

51 Saksi Diperiksa, Kejari Buka Suara Soal Belasan Anggota DPRD di Kasus Lampu Jalan Palembang

51 Saksi Diperiksa, Kejari Buka Suara Soal Belasan Anggota DPRD di Kasus Lampu Jalan Palembang

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:12 WIB

Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza

Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:11 WIB

Rekam Jejak Kuntadi, 'Algojo' Kasus Timah Harvey Moeis Kini Jadi Calon Kuat Jampidsus

Rekam Jejak Kuntadi, 'Algojo' Kasus Timah Harvey Moeis Kini Jadi Calon Kuat Jampidsus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:10 WIB

Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif

Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:10 WIB

5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula di Indonesia

5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:09 WIB

Purbaya Lawan Balik Penggugat Patriot Bond Danantara, Siapkan Ahli Hukum

Purbaya Lawan Balik Penggugat Patriot Bond Danantara, Siapkan Ahli Hukum

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:09 WIB

Tak Cukup Blokir Situs, Kemkomdigi Gandeng OJK dan Bank Putus Rantai Judi Online

Tak Cukup Blokir Situs, Kemkomdigi Gandeng OJK dan Bank Putus Rantai Judi Online

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:07 WIB

Komisaris PTPP Aisyah Zakiyyah Dituding Keponakannya, Menteri PU: Buktikan, Kalau Benar Hadiah Umrah

Komisaris PTPP Aisyah Zakiyyah Dituding Keponakannya, Menteri PU: Buktikan, Kalau Benar Hadiah Umrah

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:05 WIB

Putra Surakarta Siap Berlaga di Piala Soeratin Jateng, Turunkan Tim di Tiga Kelompok Usia

Putra Surakarta Siap Berlaga di Piala Soeratin Jateng, Turunkan Tim di Tiga Kelompok Usia

Surakarta | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:00 WIB

×