Publik Semakin Peka, Brand Lokal Indonesia Kini Jadikan Keberlanjutan Sebagai Kunci

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 April 2025 | 18:24 WIB
Publik Semakin Peka, Brand Lokal Indonesia Kini Jadikan Keberlanjutan Sebagai Kunci
Pengrajin lokal. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Industri lokal di Indonesia belakangan semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan. Seiring dengan tren global yang semakin mendukung brand-brand dengan praktik bisnis berkelanjutan, banyak perusahaan lokal mulai beradaptasi dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan.

Ini bukan sekadar tren, melainkan langkah penting dalam membangun strategi bisnis jangka panjang yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen.

Konsumen Indonesia kini semakin peka terhadap produk yang mendukung keberlanjutan. Sebuah survei dari Snapcart 2024 mengungkapkan bahwa 38 persen  konsumen lebih memilih produk yang ramah lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah lingkungan.

Selain itu, konsumen juga lebih cenderung memilih produk yang memiliki kualitas tinggi dan aman digunakan, meskipun harus membayar sedikit lebih mahal. Riset yang dilakukan oleh Indonesian Marketing Association (IMA) pada 2022 juga mengungkapkan bahwa 75 persen konsumen lebih percaya pada brand yang transparan dalam praktik ESG (Environmental, Social, Governance) mereka.

Hal ini menjadi peluang besar bagi brand kecantikan untuk tidak hanya meraih kepercayaan konsumen, tetapi juga membangun loyalitas jangka panjang. Keberlanjutan kini telah menjadi faktor utama dalam memilih produk, menjadikan hal ini lebih dari sekadar nilai tambah, tetapi bagian penting dalam identitas brand.

Beberapa brand kecantikan lokal telah menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam operasional mereka. Contohnya, yang dilakukan beberapa brand lokal di bawah naungan Hypefast.

Salah satunya adalah Luxcrime, sebuah brand kecantikan lokal yang bekerja sama dengan Seven Clean Seas untuk membersihkan lautan. Setiap pembelian produk Skin Tint dari Luxcrime akan membantu mengangkat tiga botol plastik dari lautan.

Selain itu, mereka juga menggunakan kemasan ramah lingkungan dan aktif dalam kegiatan pembersihan sampah plastik di Batam, dengan lebih dari 550 kg sampah berhasil dibersihkan pada akhir 2024.

“Kami percaya kecantikan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang kontribusi terhadap lingkungan. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjadi brand yang bertanggung jawab dan relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini," ujar General Manager Luxcrime, Melisa Andriani dalam keterangannya. 

baca juga

Selain Luxcrime, ada juga Nona Rara Batik yang mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam proses produksinya. Walaupun fokus utama mereka adalah produk tekstil, Nona Rara Batik memprioritaskan pemberdayaan pengrajin lokal melalui proses pembuatan batik tradisional.

Mereka tidak hanya menjaga warisan budaya Indonesia, tetapi juga turut mengedepankan aspek keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi sosial dengan mendukung komunitas pengrajin.

Meskipun semakin banyak brand yang mulai menerapkan prinsip keberlanjutan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal pemahaman tentang penerapan prinsip ESG.

Menurut studi oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development, 40 persen perusahaan Indonesia masih belum sepenuhnya memahami pentingnya penerapan prinsip ESG.

Selain itu, tantangan besar lainnya adalah sulitnya akses pendanaan untuk mendukung perubahan menuju model bisnis yang lebih ramah lingkungan. Banyak brand yang merasa kesulitan menyeimbangkan kebutuhan untuk mempertahankan efisiensi operasional dengan ekspektasi konsumen yang semakin tinggi terhadap produk yang ramah lingkungan.

Meskipun tantangan ini cukup besar, banyak brand kecantikan lokal menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan. Hypefast, sebuah perusahaan yang mendukung transformasi industri kecantikan lokal, terus mendorong brand untuk mengimplementasikan prinsip ESG. A

chmad Alkatiri, CEO Hypefast, menegaskan, “Integrasi ESG bukan hanya tentang memenuhi regulasi atau ekspektasi global, tetapi juga tentang membangun loyalitas pelanggan dan menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan.”

Menurut Achmad, sinergi antara pemangku kebijakan dan pelaku usaha sangat penting untuk mendorong brand lokal dalam menerapkan prinsip ESG secara menyeluruh. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung brand kecantikan lokal dalam mewujudkan keberlanjutan, menjadikannya sebagai bagian dari DNA industri kecantikan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Brand Kebaya Lokal untuk Tampil Stand Out di Hari Kartini

4 Rekomendasi Brand Kebaya Lokal untuk Tampil Stand Out di Hari Kartini

Your Say | Senin, 21 April 2025 | 11:00 WIB

Idul Fitri Berlalu, Pameran Modest Fashion Ini Raup Omzet Rp1 Miliar saat Isu Ekonomi Lemah

Idul Fitri Berlalu, Pameran Modest Fashion Ini Raup Omzet Rp1 Miliar saat Isu Ekonomi Lemah

Lifestyle | Jum'at, 18 April 2025 | 17:28 WIB

Nexus Luncurkan Unit Bisnis Baru, Fokus Keberlanjutan dan Perencanaan Keuangan

Nexus Luncurkan Unit Bisnis Baru, Fokus Keberlanjutan dan Perencanaan Keuangan

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 11:42 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×