Hidup Lebih Hijau: Peran Dekarbonisasi Industri untuk Mewujudkan Bumi Berkelanjutan

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 28 April 2025 | 18:44 WIB
Hidup Lebih Hijau: Peran Dekarbonisasi Industri untuk Mewujudkan Bumi Berkelanjutan
Ilustrasi Bumi Berkelanjutan. (Freepik/atlascompany)

Suara.com - Dunia sedang bergerak menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Salah satu langkah besar yang sedang diupayakan adalah dekarbonisasi industri, yaitu proses pengurangan emisi karbon di sektor-sektor ekonomi utama. Target besar yang ingin dicapai adalah Net Zero 2050, sebuah kondisi di mana jumlah emisi karbon yang dihasilkan seimbang dengan jumlah karbon yang diserap kembali oleh bumi.

Apa Itu Dekarbonisasi Industri?

Dekarbonisasi industri berarti mengurangi — bahkan menghilangkan — emisi karbon di sektor-sektor seperti energi, manufaktur, transportasi, dan konstruksi. Caranya bisa melalui penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, inovasi teknologi hijau, hingga penerapan praktik produksi yang lebih bersih.

Dengan sektor industri menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia, perubahan di level ini sangat krusial untuk mencegah dampak perubahan iklim yang lebih parah.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, GreenTeams (PT Trusur Unggul Teknusa) bersama Ecoxyztem menggelar forum diskusi bertajuk “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri di Indonesia: Strategi Menuju Net Zero 2050” yang berlangsung di MM2100 Office. Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan — mulai dari perwakilan pemerintah, ahli lingkungan, hingga pelaku industri dari 10 sektor yang diwajibkan menerapkan Sistem Informasi Pemantauan Emisi Industri Kontinyu (SISPEK).

Sebagai penyedia teknologi pemantauan kualitas udara dan emisi, GreenTeams menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi peta jalan dekarbonisasi industri. Founder GreenTeams, Jaja Ahmad Subarja, menegaskan, “Kami optimis bahwa dekarbonisasi industri Indonesia dapat tercapai dengan dukungan teknologi yang menghasilkan data yang akurat, transparan, dan dapat ditindaklanjuti. Data tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, perencanaan strategi pengurangan emisi, serta pemenuhan regulasi lingkungan. GreenTeams siap mendampingi industri dan regulator dalam pemantauan kualitas udara dan emisi secara berkelanjutan, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.”

Diskusi “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri di Indonesia: Strategi Menuju Net Zero 2050” (dok. GreenTeams)
Diskusi “Peta Jalan Dekarbonisasi Industri di Indonesia: Strategi Menuju Net Zero 2050” (dok. GreenTeams)

Diskusi berformat talkshow ini dibuka dengan sambutan dari Dr. Winardi, M.Si., Direktur Perwilayahan Industri, Kementerian Perindustrian, H. Darwoto, S.E., Deputy Director Kawasan Industri MM2100, serta Ir. Noor Rachmaniah, Kepala Kelompok Kerja Pengendalian Pencemaran dan Mutu (Pokja PPMU), Kementerian Lingkungan Hidup. Ketiga tokoh ini menyoroti pentingnya perencanaan peta jalan dekarbonisasi sebagai prasyarat utama dalam memenuhi tuntutan rantai pasok global yang kini mengedepankan keberlanjutan.

Dalam sambutannya, Ir. Noor Rachmaniah mengapresiasi inisiatif kawasan MM2100 yang telah memasang Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA). Ia menambahkan bahwa akan ada penambahan titik pemantauan sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup, yakni minimal dua titik yang mengikuti arah angin (up wind dan down wind) untuk meningkatkan akurasi data. Data yang dikumpulkan dari SPKUA akan disajikan dalam bentuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), yang menjadi alat penting untuk mengevaluasi dan mengelola dampak pencemaran udara.

Sejalan dengan upaya tersebut, Sri Gadis Pari Bekti, Ketua Tim Dekarbonisasi Industri dari Kementerian Perindustrian, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri, yang ditargetkan akan segera dirilis. Roadmap ini bertujuan untuk mengarahkan transisi industri ke arah yang lebih berkelanjutan, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, dengan target mencapai Net Zero Emission Sektor Industri pada 2050 — sepuluh tahun lebih cepat dari target nasional.

Diskusi ini juga menghadirkan panelis dari berbagai latar belakang, termasuk Maria R. Nindita Radyati, Ph.D. (Presiden Direktur Institute for Sustainability and Agility), Mohamad Bijaksana Junerosano (Tenaga Ahli Menteri KLHK), serta Ipa Teguh Akbar (National Sales Manager GreenTeams), dengan moderasi jurnalis senior Amir Sodikin.

Salah satu poin penting yang diangkat adalah perubahan standar global dalam rantai pasok: produk dengan kualitas teknis tinggi bisa ditolak pasar jika memiliki jejak karbon besar. Ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi syarat utama dalam persaingan global. Mengelola dampak lingkungan sejak tahap awal produksi kini menjadi keharusan.

Untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Forum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara industri, pemerintah, ahli, dan masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah peluncuran resmi Peta Jalan Dekarbonisasi Industri pada AIGIS Summit 2 di bulan Agustus mendatang, sebagai bagian dari komitmen menuju pencapaian Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan Net Zero Emission 2050 di sektor industri — lebih cepat satu dekade dari target nasional.

Hidup lebih hijau bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup — melainkan kebutuhan untuk menjaga masa depan bumi. Melalui dekarbonisasi industri, kita bergerak menuju era di mana produksi, konsumsi, dan kehidupan sehari-hari lebih sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Twinkle-gize Jadi Ajang Edukasi Masyarakat tentang Pentingnya Penggunaan Energi Bersih Berkelanjutan

Twinkle-gize Jadi Ajang Edukasi Masyarakat tentang Pentingnya Penggunaan Energi Bersih Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 24 April 2025 | 12:10 WIB

73 Persen Satwa Liar Lenyap! BRI & WWF Beri Solusi Mudah Selamatkan Bumi Lewat BRImo

73 Persen Satwa Liar Lenyap! BRI & WWF Beri Solusi Mudah Selamatkan Bumi Lewat BRImo

Bri | Kamis, 24 April 2025 | 12:58 WIB

Bank Mandiri Pacu Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon, Sambut Hari Bumi

Bank Mandiri Pacu Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon, Sambut Hari Bumi

News | Kamis, 24 April 2025 | 11:38 WIB

Terkini

Viral Video Pawai Takbiran Azab Korupsi MBG di Lombok, Ada Siksa Kubur

Viral Video Pawai Takbiran Azab Korupsi MBG di Lombok, Ada Siksa Kubur

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:21 WIB

Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Puasa Syawal 2026 Sampai Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:15 WIB

Puasa Syawal 2026 Mulai Kapan? Ini Beda Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah

Puasa Syawal 2026 Mulai Kapan? Ini Beda Jadwal Muhammadiyah dan Pemerintah

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:05 WIB

Teh Novi Curhat Alami Rambut Rontok Parah Pasca Operasi Bariatrik, Ini Sebabnya!

Teh Novi Curhat Alami Rambut Rontok Parah Pasca Operasi Bariatrik, Ini Sebabnya!

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:20 WIB

4 Cara Menyimpan Sisa Opor dan Rendang agar Tidak Basi Sampai Besok

4 Cara Menyimpan Sisa Opor dan Rendang agar Tidak Basi Sampai Besok

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:55 WIB

Dari Merak hingga Ketapang, Mudik Kini Didukung Fasilitas Perjalanan yang Lebih Praktis

Dari Merak hingga Ketapang, Mudik Kini Didukung Fasilitas Perjalanan yang Lebih Praktis

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:51 WIB

Minum Nutrive Benecol saat Kolesterol Naik Usai Lebaran, Pahami Dosis yang Tepat dan Efek Sampingnya

Minum Nutrive Benecol saat Kolesterol Naik Usai Lebaran, Pahami Dosis yang Tepat dan Efek Sampingnya

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:22 WIB

10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kerja di Mana Saat Lebaran, Anti Tertekan!

10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kerja di Mana Saat Lebaran, Anti Tertekan!

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:12 WIB

10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kapan Lulus Saat Lebaran, Santai Tanpa Canggung

10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kapan Lulus Saat Lebaran, Santai Tanpa Canggung

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:21 WIB

7 Film Terbaru Cocok Ditonton Saat Libur Lebaran 2026, dari Horor hingga Drama Keluarga

7 Film Terbaru Cocok Ditonton Saat Libur Lebaran 2026, dari Horor hingga Drama Keluarga

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:20 WIB