Apa Tanda Skin Barrier Kamu Rusak?

Kondisi skin barrier rusak dapat diketahui dari sejumlah masalah kulit. Jika skin barrier kamu tidak berfungsi, maka kondisi kulit kamu akan lebih rentan mengalami gejala berikut:
- Kulit kering dan bersisik
- Kulit gatal-gatal
- Kulit memiliki bercak kasar atau berubah warna
- Jerawat
- Kulit memiliki area sensitif atau meradang
- Infeksi kulit akibat bakteri, virus, atau jamur
Bagaimana Cara Melindungi dan Memulihkan Skin Barrier?

Langkah utama untuk melindungi dan memulihkan skin barrier dari kerusakan adalah dengan menjaga mantel asam. Keduanya harus sehat dan berfungsi baik. Berikut cara yang bisa kamu lakukan:
1. Sederhanakan rutinitas skincare kamu
Jika kamu melakukan rutinitas skincare yang rumit setiap harinya, seperti memakai sekeranjang produk, ini justru dapat memberikan hasil mengecewakan. Alih-alih membuat kulit sehat, kebiasaan ini justru berpotensi melemahkan skin barrier.
Sebaiknya pertimbangkan untuk berbicara dengan dokter kulit tentang produk skincare yang penting dan paling efektif. Jika kamu melakukan eksfoliasi, perhatikan bagaimana kulit bereaksi terhadap metode tersebut.
American Academy of Dermatology mengimbau orang yang memiliki kulit sensitif dan warna kulit lebih gelap sebaiknya menggunakan kain lembut dan eksfoliator kimia ringan.
Selain itu, penelitian juga mengungkap beberapa jenis scrub dan sikat dapat merusak skin barrier untuk sementara.
2. Perhatikan pH
Lapisan asam kulit yang halus berkisar sekitar pH 4,7. Namun, pH beberapa produk skincare dapat berkisar dari 3,7 hingga 8,2.
Peneliti merekomendasikan pembersihan kulit sebaiknya dilakukan dengan produk yang memiliki pH antara 4,0 dan 5,0.
Menjaga pH kulit pada tingkat yang sehat dapat membantu melindungi kulit dari masalah dermatitis, iktiosis, jerawat, dan infeksi candida albicans.
3. Cobalah minyak nabati untuk mengisi kembali skin barrier
Berdasarkan penelitian 2018, minyak nabati bermanfaat untuk membantu memperbaiki lapisan kulit, termasuk mencegah skin barrier kehilangan kelembapan.
Minyak nabati juga memiliki efek antibakteri, antiradang, dan antioksidan. Berikut daftar minyak nabati yang efektif untuk melindungi dan memulihkan skin barrier:
- Minyak jojoba
- Minyak kelapa
- Minyak almond
- Minyak argan
- Minyak borage
- Minyak rosehip
- Minyak bunga matahari
- Minyak kedelai
- Minyak primrose
- Minyak blackcurrant
Ada banyak cara untuk menggunakan minyak nabati pada kulit. Contohnya, kamu dapat mengoleskan krim dan losion skincare yang mengandung satu atau lebih minyak nabati sebagai bahan.
Kamu juga bisa menuangkan sedikit minyak nabati ke telapak tangan. Selanjutnya, pijat lembut ke kulit hingga terserap sempurna.
4. Carilah skincare yang mengandung ceramide
Ceramide adalah lipid lilin yang ditemukan dalam konsentrasi sangat tinggi di stratum korneum. Kandungan ini sangat penting untuk memastikan skin barrier berfungsi dengan baik.
Menurut penelitian pada 2019, produk yang mengandung pseudo-ceramide dapat membantu memperbaiki kekeringan, rasa gatal, dan bersisik yang disebabkan oleh penghalang yang berfungsi dengan buruk. Pelembap yang kaya akan ceramide juga dapat memperkuat integritas struktural skin barrier.
Pelembap ceramide mungkin sangat membantu jika kamu memiliki jerawat. Pada kulit yang rentan berjerawat, skin barrier sering kali rusak, dan perawatan jerawat dapat membuat kulit kering dan memerah.
Maka, produk yang mengandung ceramide efektif membantu melindungi kulit yang lebih gelap. Menurut tinjauan studi tahun 2014, warna kulit yang lebih gelap terbukti mengandung kadar ceramide yang lebih rendah.
5. Coba produk pelembap kandungan asam hialuronat, petrolatum, atau gliserin
Cobalah pelembap yang mengandung asam hialuronat, petrolatum, atau gliserin. Karena kulit kering merupakan masalah umum, maka pelembap merupakan solusi yang sering direkomendasikan.
Pelembap oklusif membantu lapisan kulit dengan mengurangi jumlah kehilangan air dari kulit. Produk-produk ini meninggalkan lapisan tipis pada kulit yang membantu mencegah hilangnya kelembapan.
Salah satu pelembap oklusif yang paling sering direkomendasikan adalah petrolatum. Ahli menyakini bahan ini mampu menghalangi hingga 99 persen terkait masalah kulit kehilangan air.
Seperti pelembap oklusif, humektan juga dapat meningkatkan fungsi lapisan kulit. Humektan bekerja dengan menarik air—baik dari lingkungan atau dari dalam tubuh—dan mengikatnya ke dalam lapisan kulit. Peneliti merekomendasikan produk yang mengandung asam hialuronat, gliserin, madu, dan urea.
Perlu diingat, tidak semua bahan skincare cocok untuk semua kulit. Kamu perlu mencoba beberapa produk untuk menentukan mana yang paling cocok melindungi dan memulihkan skin barrier yang rusak.