Beda Pendidikan Verrell Bramasta dan Dedi Mulyadi, Kritik Program Siswa Nakal Masuk Barak

Farah Nabilla

Selasa, 13 Mei 2025 | 10:53 WIB
Beda Pendidikan Verrell Bramasta dan Dedi Mulyadi, Kritik Program Siswa Nakal Masuk Barak
Kolase Verrell Bramasta dan Dedi Mulyadi [Instagram]

Dedi lebih banyak mengusung nilai-nilai pragmatis dan struktural dalam membina masyarakat, termasuk dalam mendidik anak-anak yang dianggap “bermasalah”.

Dedi menyelesaikan pendidikannya dari tingkat dasar hingga menengah di kota kelahirannya, Subang. Kemudian, ia melanjutkan studi ke Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman, Purwakarta, dan meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1999.

Selain pendidikannya, ia juga aktif dalam organisasi, menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Purwakarta selama masa kuliahnya. Pendidikan pascasarjana Dedi Mulyadi ia tempuh di Universitas Widyatama, Kota Bandung, di mana ia berhasil menyelesaikan program magister.

Saat ini, Kang Dedi sedang menempuh pendidikan S3 (doktoral) di Universitas Padjadjaran, Bandung, sebagai bagian dari komitmennya untuk terus memperdalam ilmu dan kontribusi terhadap dunia pendidikan serta kebijakan publik.

Kritik Verrell Terhadap Kebijakan Dedi Mulyadi

Kritik Verrell muncul setelah viralnya video Dedi Mulyadi yang “menangkap” sekelompok remaja yang kedapatan nongkrong hingga larut malam. Para remaja itu kemudian “dihukum” dengan dikirim ke barak untuk dibina.

Verrell menyebut bahwa pendekatan semacam itu bisa berdampak pada kesehatan mental anak-anak, apalagi jika tidak didampingi tenaga profesional seperti psikolog atau pekerja sosial.

"Anak-anak nakal itu bukan untuk dihukum atau dipermalukan. Mereka perlu dipahami, didengar, dan dibina dengan pendekatan yang manusiawi," ujar Verrell lewat akun media sosialnya.

Komentar ini langsung menuai pro dan kontra. Banyak yang mendukung Verrell, terutama kalangan urban yang setuju bahwa anak-anak harus diperlakukan sebagai individu yang sedang tumbuh, bukan pelaku kriminal.

baca juga

Di sisi lain, pendukung Dedi menilai bahwa tindakan tegas dibutuhkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk mengarahkan anak-anak agar tidak salah jalan.

Perbedaan pandangan ini menjadi semakin menarik bila melihat akar pendidikan masing-masing. Verrell yang tumbuh dalam budaya pendidikan Barat cenderung mengedepankan pendekatan restoratif – sebuah metode yang lebih fokus pada perbaikan perilaku melalui empati, dialog, dan reintegrasi sosial.

Sedangkan Dedi yang dibentuk oleh nilai-nilai lokal dan sistem pendidikan konvensional Indonesia, lebih menekankan pada nilai disiplin, tanggung jawab, dan hukuman sebagai pembelajaran.

"Kalau mereka tidak ditindak, mereka akan menjadi beban sosial. Kami tidak memukuli, tidak menyakiti, hanya memberi pembinaan secara tegas," ujar Dedi Mulyadi dalam salah satu video klarifikasinya.

Debat antara Verrell dan Dedi mencerminkan perbedaan paradigma dalam mendidik generasi muda – apakah dengan pendekatan empatik dan psikologis, atau dengan pendekatan struktural dan tegas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Kegiatan Siswa di Barak Militer Kang Dedi Mulyadi? Viral Diklaim Bisa Bikin Jera

Apa Kegiatan Siswa di Barak Militer Kang Dedi Mulyadi? Viral Diklaim Bisa Bikin Jera

Lifestyle | Selasa, 13 Mei 2025 | 09:17 WIB

Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang, Dedi Mulyadi: Semoga Amal Ibadah Korban Diterima

Ledakan Amunisi di Garut Tewaskan 13 Orang, Dedi Mulyadi: Semoga Amal Ibadah Korban Diterima

News | Selasa, 13 Mei 2025 | 08:50 WIB

Dedi Mulyadi Sampaikan Duka Cita untuk Korban Ledakan di Garut: Semoga Diterima Seluruh Keimanannya

Dedi Mulyadi Sampaikan Duka Cita untuk Korban Ledakan di Garut: Semoga Diterima Seluruh Keimanannya

News | Senin, 12 Mei 2025 | 21:43 WIB

Wakil Ketua DPRD Jakarta Puji Dedi Mulyadi, Pramono Anung Punya Gaya Sendiri

Wakil Ketua DPRD Jakarta Puji Dedi Mulyadi, Pramono Anung Punya Gaya Sendiri

News | Senin, 12 Mei 2025 | 20:18 WIB

Fuji Sakit Apa? Jalani Terapi Pemulihan, Verrell Bramasta Setia Dampingi

Fuji Sakit Apa? Jalani Terapi Pemulihan, Verrell Bramasta Setia Dampingi

Lifestyle | Senin, 12 Mei 2025 | 19:47 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

×