Menjaga Surga Bawah Laut Lewat Inisiatif Bersih Sampah di Bunaken

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 27 Mei 2025 | 19:27 WIB
Menjaga Surga Bawah Laut Lewat Inisiatif Bersih Sampah di Bunaken
Aksi bersihkan laut di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. (Dok. Bobobox)

Suara.com - Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara tak hanya dikenal sebagai salah satu destinasi diving terbaik di dunia, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia dalam hal konservasi laut. Sayangnya, di balik pesona terumbu karang dan keanekaragaman hayatinya, kawasan ini menghadapi tantangan serius: pencemaran laut akibat sampah plastik yang terus meningkat.

Di tengah kondisi tersebut, muncul sebuah aksi nyata yang dilakukan langsung di jantung kawasan konservasi. Sebuah gerakan bersih laut digelar di Fukuy Dive Spot, kawasan Taman Laut Bunaken, melibatkan sejumlah pihak mulai dari pegiat lingkungan, influencer, hingga pelaku industri wisata.

Aksi tersebut diprakarsai oleh Bobocabin Bunaken Hills, bagian dari Bobobox, yang tengah meluncurkan paket wisata diving bertajuk The Divers' Retreat. Dalam kegiatan ini, Co-Founder dan President Bobobox, Antonius Bong, bersama tim serta beberapa influencer seperti fotografer bawah laut Maryo Sengkeh, turut serta melakukan snorkeling sambil mengumpulkan sampah.

Menggunakan jaring yang telah disiapkan, para peserta memungut berbagai jenis sampah ringan seperti plastik kresek, potongan tali, sisa kemasan makanan, hingga botol plastik yang mengambang di permukaan laut. Setelah terkumpul, sampah-sampah tersebut dibawa kembali ke kapal untuk dipilah sebelum akhirnya dikelola lebih lanjut di daratan.

Di sela-sela kegiatan, Antonius Bong menyampaikan komitmen Bobobox terhadap keberlanjutan lingkungan.

"Di Bobobox, kami memiliki komitmen terhadap keberlanjutan. Semangat ini juga kami bawa ke dalam setiap pengalaman yang kami tawarkan ke tamu. Aksi yang kami lakukan hari ini adalah bagian kecil dari upaya kami untuk mengajak tamu tidak hanya menikmati keindahan laut, tetapi juga ikut merawat dan melestarikannya," ungkap Anton, dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025).

Aksi bersihkan laut di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. (Dok. Bobobox)
Aksi bersihkan laut di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. (Dok. Bobobox)

Ekosistem Laut Bunaken dalam Ancaman

Sebagai taman nasional yang diresmikan sejak 1991 dan memiliki luas 89.065 hektare—di mana 97% merupakan wilayah laut—Bunaken menyimpan kekayaan hayati luar biasa, termasuk lebih dari 390 spesies terumbu karang dan sekitar 90 spesies ikan. Namun, sampah laut kini menjadi ancaman yang nyata bagi kelestariannya.

Mikroplastik yang berasal dari sampah terurai dapat diserap oleh polip karang, mengganggu proses fotosintesis alga simbiotik dalam jaringan karang. Kondisi ini dapat menyebabkan pemutihan karang dan bahkan kematian koloni. Selain itu, spesies ikan karang seperti napoleon, kerapu, hingga ikan hias yang menjadi daya tarik utama wisata diving, juga rentan terpapar plastik yang masuk ke rantai makanan.

Tren pencemaran laut di perairan Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan garis pantai sepanjang lebih dari 1.700 kilometer, provinsi ini menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang makin kompleks akibat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Sampah yang paling banyak ditemukan berupa plastik sekali pakai seperti botol minuman dan kantong plastik. Selain itu, arus laut dan musim barat (Oktober–Maret) turut memperparah situasi dengan membawa sampah dari daratan ke kawasan perairan taman nasional.

Secara nasional, Indonesia menyumbang sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sekitar 20% dari jumlah itu masuk ke laut. Dampaknya dirasakan pula di kawasan wisata bahari lain seperti Kepulauan Seribu dan Gili Trawangan, yang kini menghadapi tekanan besar akibat pencemaran.

Namun, ada pula contoh sukses seperti Raja Ampat, Papua Barat, yang berhasil menjaga kebersihan laut melalui sistem konservasi terpadu dan penerapan biaya masuk konservasi bagi wisatawan.

Langkah Ke Depan: Libatkan Wisatawan dalam Aksi Nyata

Gerakan bersih laut ini tidak berhenti sampai di sini. Anton mengungkapkan bahwa Bobobox berencana untuk melibatkan wisatawan secara langsung dalam kegiatan serupa ke depan. “Ke depannya, Bobobox berencana mengajak para tamu yang mengikuti pengalaman diving bersama mereka untuk turut serta dalam aksi bersih laut ini.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, Perjuangan Aktivis 98

Ulasan Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, Perjuangan Aktivis 98

Your Say | Senin, 26 Mei 2025 | 10:43 WIB

Mengintip Proses Pembibitan dan Penanaman Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Mengintip Proses Pembibitan dan Penanaman Terumbu Karang di Pulau Pramuka

Foto | Senin, 26 Mei 2025 | 10:44 WIB

Dramatis! Begini Kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Usai Tembok Penahan Laut Jebol Diterjang Air Pasang

Dramatis! Begini Kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Usai Tembok Penahan Laut Jebol Diterjang Air Pasang

Video | Minggu, 25 Mei 2025 | 11:34 WIB

Terkini

5 Serum Lokal untuk Mencerahkan Wajah, Bye-Bye Kulit Kusam dan Noda Hitam

5 Serum Lokal untuk Mencerahkan Wajah, Bye-Bye Kulit Kusam dan Noda Hitam

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 07:42 WIB

5 Parfum Wangi Minyak Telon, Aromanya Lembut dan Bikin Tenang

5 Parfum Wangi Minyak Telon, Aromanya Lembut dan Bikin Tenang

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 07:30 WIB

5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai

5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 20:33 WIB

5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026

5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 19:52 WIB

5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan

5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 19:16 WIB

7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal

7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 19:11 WIB

Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas

Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:37 WIB

Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global

Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:00 WIB

Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas

Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:55 WIB