Polusi Udara Bikin Masalah Kulit Makin Parah, Bagaimana Mencegahnya?

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 14 Juni 2025 | 19:03 WIB
Polusi Udara Bikin Masalah Kulit Makin Parah, Bagaimana Mencegahnya?
Ilustrasi masalah kesehatan kulit karena polusi udara. (Freepik/Nusrat Jahan Hafsa)

Suara.com - Polusi udara kerap disebut sebagai ancaman besar bagi paru-paru dan jantung. Namun, dampak buruknya tak berhenti di sana. Organ terbesar tubuh kita—kulit—juga menjadi korban yang kerap terabaikan.

Sebagai garda terdepan yang melindungi tubuh dari lingkungan luar, kulit menerima paparan langsung dari berbagai polutan seperti debu mikroskopis (PM2.5), ozon, logam berat, hingga senyawa kimia beracun. Sayangnya, dampak ini sering tidak disadari hingga kulit mengalami kerusakan yang sulit dipulihkan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology pada 2014 mengungkap bahwa paparan PM2.5 dan ozon meningkatkan produksi radikal bebas dalam kulit secara signifikan.

Radikal bebas ini menyebabkan stres oksidatif yang dapat merusak struktur sel kulit, protein, hingga lipid penting yang menjaga kelembapan kulit. Studi tersebut juga mencatat bahwa polusi udara mampu menurunkan kadar antioksidan alami kulit seperti vitamin E dan C lebih dari 20%.

Akibatnya, kulit menjadi rentan terhadap penuaan dini. Sebuah studi besar di Jerman pada 2016 mencatat bahwa perempuan yang tinggal di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi mengalami peningkatan bintik hitam pada wajah sebesar 20–25 persen, terutama di area pipi dan dahi.

Tak hanya soal pigmentasi, paparan polusi juga mempercepat kerusakan kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit.

Dari Jerawat hingga Eksim: Polusi Picu Masalah Kulit Serius

Polusi juga menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit kulit inflamasi. Tinjauan sistematis yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2018 menegaskan adanya hubungan antara polusi udara dan meningkatnya kejadian serta keparahan dermatitis atopik, terutama pada anak-anak. Polutan mampu menembus skin barrier dan memicu reaksi peradangan pada kulit.

Bahkan jerawat, yang kerap dikaitkan dengan hormon atau pola makan, kini juga disoroti sebagai kondisi yang dapat diperburuk oleh polusi. Sebuah penelitian di Tiongkok (2027) menemukan bahwa peningkatan kadar PM2.5 berkorelasi dengan bertambahnya kasus jerawat akibat proses inflamasi dan perubahan komposisi sebum kulit.

baca juga

Fungsi pelindung kulit (skin barrier) pun ikut terganggu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan polutan seperti Dioxin dan PAHs dapat mengganggu produksi lipid di lapisan luar kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan rentan terhadap infeksi.

Solusi Inovatif: Teknologi Estetika Berbasis Lingkungan

Menyikapi kondisi tersebut, perawatan kulit kini berkembang ke arah yang lebih ilmiah dan responsif terhadap tantangan lingkungan. Salah satu inovasi terbaru datang dari PYFAESTHETIC, unit bisnis dari PT Pyridam Farma Tbk (PYFAGROUP), yang menghadirkan solusi perawatan kulit dengan pendekatan dermatologis dan berbasis bioteknologi tumbuhan.

Melalui produk RIBESKIN Dr. MAL, PYFAESTHETIC mengombinasikan dua bahan aktif unggulan: Methyl Aminolevulinate HCl dan ekstrak Panax Ginseng Callus Culture.

Kombinasi ini dirancang untuk mendukung hidrasi kulit optimal, memperkuat fungsi skin barrier, dan mempersiapkan kulit sebelum menjalani perawatan lebih lanjut.

“Dalam beberapa studi klinis, Methyl Aminolevulinate HCl mempunyai fungsi dan cara kerja yang signifikan untuk membantu kesehatan kulit salah satunya adalah menghidrasi kulit, sementara ekstrak Panax Ginseng Callus Culture dipercaya dapat membantu menjaga dan melindungi skin barrier salah satunya adalah meredakan gejala-gejala acne sehingga dengan kombinasi kedua bahan aktif ini dengan cara kerjanya masing-masing akan mampu membantu kelembapan kulit dan skin preparation untuk perawatan kulit,” ujar dr. Carlinda Nekawaty, Medical Expert PYFAGROUP, dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).

Panax Ginseng Callus Culture sendiri merupakan hasil pengembangan bioteknologi hijau, di mana jaringan tanaman ginseng dikultur secara berkelanjutan di laboratorium, tanpa merusak ekosistem liar. Proses ini tidak hanya menghasilkan bahan aktif berkualitas tinggi, tetapi juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Melindungi kulit dari dampak polusi kini bukan sekadar pilihan gaya hidup, tetapi bagian penting dari menjaga kesehatan secara keseluruhan. Dengan meningkatnya ancaman polusi udara di kota-kota besar, pendekatan preventif seperti penggunaan skincare berbahan aktif pelindung, hidrasi kulit, serta menjaga kebersihan wajah dari partikel polutan menjadi langkah krusial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Pameran Internasional MICAM dan MIPEL, Jatuh Hati pada Potensi Fashion Kulit Indonesia

Ketika Pameran Internasional MICAM dan MIPEL, Jatuh Hati pada Potensi Fashion Kulit Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 14 Juni 2025 | 17:19 WIB

Udara Bersih Jakarta: Tantangan Kita Bersama dan Panduan Hidup Lebih Sehat

Udara Bersih Jakarta: Tantangan Kita Bersama dan Panduan Hidup Lebih Sehat

News | Sabtu, 14 Juni 2025 | 13:49 WIB

5 Rekomendasi Loose Powder Terbaik untuk Kulit Kering, Harga Mulai Rp60 Ribuan

5 Rekomendasi Loose Powder Terbaik untuk Kulit Kering, Harga Mulai Rp60 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 14 Juni 2025 | 13:42 WIB

Terkini

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:36 WIB

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Pramono Anung Mau Sulap Pasar Baru Jadi Sentra Oleh-Oleh Jakarta, Ini Rencananya!

Pramono Anung Mau Sulap Pasar Baru Jadi Sentra Oleh-Oleh Jakarta, Ini Rencananya!

Video | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Giliran Akademisi Kena Serang Presiden Prabowo: Masyarakat Jangan Mau Dicuci Otak

Giliran Akademisi Kena Serang Presiden Prabowo: Masyarakat Jangan Mau Dicuci Otak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:26 WIB

92 ABK WNI Diduga Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Pemasok Starkist: Paspor Disita, Jam Kerja Over

92 ABK WNI Diduga Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Pemasok Starkist: Paspor Disita, Jam Kerja Over

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:25 WIB

Oven Mini Mito Berapa Watt dan Harganya? Ini Spesifikasi hingga Review Pembeli

Oven Mini Mito Berapa Watt dan Harganya? Ini Spesifikasi hingga Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 15:25 WIB

Mengapa Makanan Mudah Lengket di Wajan Stainless Steel? Setop Asal Cemplung

Mengapa Makanan Mudah Lengket di Wajan Stainless Steel? Setop Asal Cemplung

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 15:21 WIB

Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya

Ramai Soal Dugaan Pungli Food Truck di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:20 WIB

Ancaman Suhu Bumi Kian Nyata, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sekolah Masukkan Isu Iklim ke Kurikulum

Ancaman Suhu Bumi Kian Nyata, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sekolah Masukkan Isu Iklim ke Kurikulum

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 15:17 WIB

×