Mengapa Ekowisata dan Pariwisata Berkelanjutan Penting untuk Masa Depan?

M. Reza Sulaiman

Kamis, 26 Juni 2025 | 10:12 WIB
Mengapa Ekowisata dan Pariwisata Berkelanjutan Penting untuk Masa Depan?
Wisatawan menikmati keindahan Sabang dan Pulau Weh. (Reza/Suara.com)

Suara.com - Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan tanpa merusak lingkungan? Jawabannya ada pada konsep ekowisata dan pariwisata berkelanjutan—dua istilah yang kini makin relevan, bukan hanya untuk pelaku industri, tapi juga untuk wisatawan yang ingin bepergian dengan lebih bijak.

Ekowisata adalah bentuk pariwisata yang berfokus pada kawasan alami dan bertujuan melestarikan lingkungan sambil memberikan manfaat kepada masyarakat lokal.

Lebih dari sekadar jalan-jalan ke alam terbuka, ekowisata melibatkan pembelajaran, rasa hormat terhadap budaya setempat, dan kontribusi langsung terhadap konservasi.

Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menyebut lima karakter utama dari ekowisata:

  1. Berbasis alam: Wisata dilakukan di kawasan yang masih alami.
  2. Mengandung unsur edukasi: Wisatawan diajak memahami nilai-nilai lingkungan dan budaya.
  3. Berskala kecil dan lokal: Biasanya dikelola oleh pelaku usaha lokal untuk kelompok wisata kecil.
  4. Dampak negatif minimal: Tidak merusak alam atau budaya setempat.
  5. Berorientasi konservasi: Wisata harus memberi manfaat nyata bagi pelestarian lingkungan.

Pendek kata, ekowisata bukan sekadar berfoto di tempat hijau, melainkan juga soal etika dan tanggung jawab terhadap bumi.

Bagaimana dengan Pariwisata Berkelanjutan?

Jika ekowisata adalah salah satu bentuk, maka pariwisata berkelanjutan adalah payung besarnya. Konsep ini mencakup semua jenis pariwisata, termasuk wisata kota, wisata budaya, hingga wisata pantai, selama dijalankan dengan prinsip berkelanjutan.

Menurut definisi internasional, pariwisata berkelanjutan mempertimbangkan secara menyeluruh dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, baik sekarang maupun di masa depan. Tujuannya: memenuhi kebutuhan wisatawan, industri, masyarakat, dan lingkungan secara seimbang.

Ilustrasi ekowisata (Pexels/Mateusz Dach)
Ilustrasi ekowisata (Pexels/Mateusz Dach)

Ada tiga pilar utama dalam pariwisata berkelanjutan:

baca juga
  1. Lingkungan: Menjaga sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan lanskap.
  2. Ekonomi: Memberi manfaat adil bagi masyarakat lokal dan pelaku usaha.
  3. Sosial-budaya: Melestarikan identitas dan kearifan lokal.

Untuk memastikan prinsip-prinsip ini dijalankan, Global Sustainable Tourism Council (GSTC) menetapkan kriteria internasional yang bisa diadopsi oleh destinasi wisata, pemerintah daerah, maupun operator perjalanan.

Kriteria tersebut meliputi:

  • Manajemen berkelanjutan dalam operasional.
  • Dampak sosial-ekonomi yang adil bagi komunitas lokal.
  • Pelestarian budaya lokal.
  • Perlindungan lingkungan dan sumber daya alam.
  • Peran Kita sebagai Wisatawan

Kita mungkin bukan pengelola wisata, tapi setiap keputusan saat liburan punya dampak besar. Itulah sebabnya muncul istilah perjalanan bertanggung jawab atau responsible travel—di mana wisatawan berperan aktif mendukung pariwisata yang ramah lingkungan dan berpihak pada masyarakat lokal.

Beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan:

  • Memilih penginapan yang ramah lingkungan.
  • Tidak meninggalkan sampah di tempat wisata.
  • Menggunakan pemandu lokal atau layanan dari pelaku usaha setempat.
  • Menghindari kegiatan yang mengeksploitasi hewan atau merusak habitat.
  • Menuju Liburan yang Lebih Bermakna

Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak pariwisata, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat, ekowisata dan pariwisata berkelanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan. Liburan kini bukan hanya tentang “ke mana kita pergi”, tetapi juga “bagaimana kita pergi” dan “apa dampaknya bagi sekitar”.

Maka, saat merencanakan liburan berikutnya, pertimbangkan untuk menjadi bagian dari solusi. Pilihlah perjalanan yang tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan bagi bumi dan sesama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NTB Jadi Jalur Burung Migran Dunia, Seberapa Besar Jadi Peluang Ekowisata?

NTB Jadi Jalur Burung Migran Dunia, Seberapa Besar Jadi Peluang Ekowisata?

Lifestyle | Selasa, 24 Juni 2025 | 13:49 WIB

Menyusuri Sri Lanka, Saat Konservasi Satwa dan Ekowisata Tropis Berjalan Beriringan

Menyusuri Sri Lanka, Saat Konservasi Satwa dan Ekowisata Tropis Berjalan Beriringan

Lifestyle | Kamis, 29 Mei 2025 | 10:50 WIB

Ekowisata Jadi Investasi Masa Depan Pariwisata Indonesia, Ini Dia Rekomendasinya

Ekowisata Jadi Investasi Masa Depan Pariwisata Indonesia, Ini Dia Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 12:47 WIB

Terkini

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:30 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:29 WIB

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

Riwayat Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono, Pernah Kembalikan Rp200 Juta ke KPK

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:25 WIB

Timnas Indonesia Bikin Singapura Kehilangan Kepercayaan Diri, Gavin Lee Angkat Bicara

Timnas Indonesia Bikin Singapura Kehilangan Kepercayaan Diri, Gavin Lee Angkat Bicara

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 10:23 WIB

Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal

Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal

Malang | Sabtu, 26 September 2026 | 10:21 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Siapa Saja Keturunan Soekarno yang Masih Ada?

Guruh Soekarnoputra Wafat, Siapa Saja Keturunan Soekarno yang Masih Ada?

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 10:20 WIB

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:13 WIB

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:07 WIB

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 10:06 WIB

Dua Anime Asal Jepang Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Dua Anime Asal Jepang Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:00 WIB

×