Gerakan Kolektif Ini Dorong Publik Aktif Lawan Judi Online, Bagaimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Agustus 2025 | 13:56 WIB
Gerakan Kolektif Ini Dorong Publik Aktif Lawan Judi Online, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi melaporkan judi online. (Pixabay/terimakasih0)

Suara.com - Maraknya judi online di Indonesia tak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tapi juga mengancam stabilitas sosial dan masa depan generasi muda.

Meski pemerintah telah memblokir lebih dari 1,3 juta konten terkait dan menyita aset senilai ratusan miliar rupiah, aliran transaksi digital yang dipakai untuk praktik ini masih terus terjadi, bahkan kerap melibatkan platform keuangan yang lazim digunakan masyarakat.

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan, selama Januari hingga Maret 2025 saja, terjadi hampir 40 juta transaksi yang diduga berkaitan dengan judi online. Jika tak dibendung, angka ini bisa melonjak menjadi 160 juta transaksi hingga akhir tahun.

Salah satu tantangan utama dalam penanganan judi online adalah pelacakan aktivitas keuangan yang melibatkan banyak pihak, baik individu maupun platform digital.

Namun, rendahnya literasi digital dan minimnya laporan publik membuat pelacakan dan pemblokiran menjadi tidak seefektif yang diharapkan.

Alasan judi online masih merajalela
Alasan judi online masih merajalela

Untuk menjawab tantangan itu, inisiatif berbasis partisipasi publik mulai diterapkan. Salah satunya adalah GEBUK JUDOL (Gerakan Bareng Ungkap Judi Online), sebuah upaya yang melibatkan masyarakat langsung dalam pelaporan akun-akun yang disalahgunakan untuk transaksi judi online, khususnya di platform pembayaran digital.

Ronde pertama inisiatif ini digelar pada Februari–Maret 2025 berhasil mengumpulkan lebih dari 11.000 laporan valid dari masyarakat.

Hasilnya, 4.500 akun yang terindikasi aktif dalam transaksi judol berhasil diblokir, dan data tersebut diserahkan ke PPATK serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk ditindaklanjuti.

Langkah ini disebut menjadi salah satu faktor penurunan transaksi judol sebesar lebih dari 80% dibandingkan tahun sebelumnya, baik dalam catatan internal platform keuangan maupun laporan PPATK.

baca juga

“Keberhasilan GEBUK JUDOL Ronde pertama menunjukkan bahwa kolaborasi multi-stakeholder, antara swasta, publik, dan regulator, bukan hanya jargon, tapi kenyataan yang menghasilkan dampak positif,” Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra

Melihat efektivitas pendekatan kolaboratif tersebut, inisiatif iin memasuki ronde kedua mulai 21 Juli hingga 20 Agustus 2025. Masyarakat kembali diajak aktif melaporkan akun-akun yang terindikasi disalahgunakan untuk judi online.

Pelaporan bisa dilakukan melalui situs resmi ovo.id/gebuk-judol atau Pusat Bantuan di aplikasi OVO. Masyarakat diminta melaporkan akun OVO yang terindikasi terlibat, dengan proses verifikasi yang ketat untuk memastikan laporan tidak disalahgunakan.

Langkah ini dinilai penting oleh PPATK dalam membentuk ekosistem pelaporan digital yang berbasis kepercayaan dan kolaborasi.

“Kami melihat peningkatan pelaporan yang signifikan selama periode GEBUK JUDOL, yang menunjukkan peran aktif masyarakat dalam melaporkan praktik judi online ilegal,” Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono. 

Judi online bukan hanya urusan hukum, tetapi juga berdampak pada kepercayaan publik terhadap sistem keuangan digital. Karena itu, tanggung jawab untuk mencegahnya bukan hanya di tangan pemerintah atau platform, tapi juga masyarakat sebagai pengguna aktif.

“OVO tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia layanan keuangan digital, tetapi juga bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan nasional seperti judi online yang menjadi ancaman serius terhadap masa depan bangsa,” kata Karaniya Dharmasaputra.

Pendekatan kolaboratif, yang tidak bergantung pada penegakan hukum semata, mulai terbukti ampuh dalam menekan persebaran aktivitas ilegal ini. Namun, keberlanjutan dari upaya ini bergantung pada kesadaran publik untuk terus terlibat secara aktif dan bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Perkara Vasektomi, Dedi Mulyadi Cerita Soal KB dan Keluarga Miskin Punya 24 Anak

Viral Perkara Vasektomi, Dedi Mulyadi Cerita Soal KB dan Keluarga Miskin Punya 24 Anak

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:34 WIB

PPATK Waspadai Lonjakan Transaksi Judi Online: Naik 206 Persen dalam Setahun

PPATK Waspadai Lonjakan Transaksi Judi Online: Naik 206 Persen dalam Setahun

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:23 WIB

Bikin Onar Ngaku-ngaku Anggota, 2 Pria Mabuk Diamuk Warga di Pulogadung, Satunya Tepar di Jalanan

Bikin Onar Ngaku-ngaku Anggota, 2 Pria Mabuk Diamuk Warga di Pulogadung, Satunya Tepar di Jalanan

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:52 WIB

Terkini

Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya

Dukung Perjuangan Atlet Indonesia di Asian Games 2026, BRI Hadir di Rumah Indonesia Nagoya

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026

Kobarkan Semangat Merah Putih, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja

Manusia Zaman Es di Sulawesi Konsumsi Buah Pinang Sejak Ribuan Tahun Silam, Lebih Tua dari Ganja

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:19 WIB

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

×