Rabu Wekasan 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ketahui Jadwal, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan

Yasinta Rahmawati

Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:23 WIB
Rabu Wekasan 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ketahui Jadwal, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan
Ilustrasi Rabu Wekasan [dibuat dengan AI]

Suara.com - Rabu Wekasan sangat familiar untuk sebagian besar masyarakat Jawa. Tradisi ini mengacu pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, yang diyakini sebagai momen khusus untuk melakukan ritual tolak bala atau penolak bencana.

Lantas, kapan tepatnya Rabu Wekasan 2025 jatuh dan bagaimana asal-usulnya? Simak penjelasan berikut ini.

Kapan Rabu Wekasan 2025?

Kalender Agustus 2025 (Kemenag.go.id)
Kalender Agustus 2025 (Kemenag.go.id)

Secara harfiah, Rabu Wekasan berasal dari bahasa Jawa, di mana "Rebo" berarti hari Rabu dan "wekasan" berarti akhir atau penutup. Dengan demikian, maknanya adalah Rabu terakhir.

Berdasarkan kalender Hijriah resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Safar 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 26 Juli 2025. Bulan Safar berakhir pada 30 Safar 1447 H, yang bertepatan pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Rabu Wekasan 2025 akan jatuh pada hari Rabu, 20 Agustus 2025.

Sejarah dan Mitos di Balik Rabu Wekasan

Ilustrasi Rabu Wekasan [dibuat dengan AI]
Ilustrasi Rabu Wekasan [dibuat dengan AI]

Keyakinan bahwa Rabu Wekasan adalah hari yang penuh kesialan telah dianut sejak lama. Konon, keyakinan ini berawal dari anggapan masyarakat pada masa jahiliyah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan penuh kesialan.

Namun, pandangan ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Dalam beberapa literatur, seperti Kitab Kanzun Najah Was-Surur Fi Fadhail Al-Azminah wash-Shufur, dijelaskan bahwa seorang sufi meyakini Allah SWT menurunkan 320.000 bala bencana pada Rabu Wekasan.

Keyakinan serupa juga termuat dalam kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu'allaf Li Naf'il 'Abid Wa Qam'i Kulli Jabbar 'Anid karya Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairabi. Berangkat dari keyakinan inilah, muncul anjuran untuk melakukan amalan-amalan tertentu sebagai bentuk perlindungan agar terhindar dari musibah.

Namun, penting untuk diketahui bahwa pandangan ini tidak didukung oleh hadis sahih. Bahkan, Rasulullah SAW membantah adanya kesialan dalam bulan Safar, sebagaimana yang termuat dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

baca juga

"Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah (merasa sial dengan sebab adanya burung tertentu atau hewan-hewan tertentu), tidak hamah (merasa sial dengan adanya burung gagak), dan tidak ada pula merasa sial pada bulan Safar."

Pantangan dan Amalan Rabu Wekasan

Ilustrasi Rabu Wekasan [dibuat dengan AI]
Ilustrasi Rabu Wekasan [dibuat dengan AI]

Meskipun tidak memiliki landasan kuat dalam Islam, mitos seputar Rabu Wekasan masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Banyuwangi.

Beberapa pantangan yang populer adalah:

  • Menghindari Keluar Rumah: Mitos ini didasarkan pada keyakinan bahwa ribuan bencana dan penyakit mengintai di luar. Dengan demikian, sebagian orang memilih untuk mengurangi kegiatan di luar rumah sebagai cara untuk menghindarinya.
  • Menunda Pernikahan: Pasangan yang menikah pada hari ini dipercaya akan mengalami kesialan dalam rumah tangga.
  • Melakukan Ritual Ruwatan: Bayi yang lahir di Rabu Wekasan dipercaya perlu diruwat demi menolak nasib sial.

Di sisi lain, bagi sebagian umat Islam, Rabu Wekasan menjadi momen untuk memperbanyak ibadah sebagai wujud permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang populer adalah salat 4 rakaat yang disebut Salat Rabu Wekasan.

Tata cara salat ini disebutkan dalam beberapa kitab klasik. Setelah membaca Al-Fatihah, setiap rakaatnya dianjurkan membaca surat-surat khusus, seperti Al-Kautsar, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas dengan jumlah yang sudah ditetapkan.

Selain salat, umat Muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa tolak bala. Salah satu doa yang sering dipanjatkan adalah doa yang bertujuan untuk memohon perlindungan dari segala musibah dunia dan akhirat.

Doa tersebut bisa dibaca kapan pun, tidak hanya pada Rabu Wekasan, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Penting untuk diingat bahwa tradisi dan kepercayaan Rabu Wekasan adalah bagian dari budaya lokal dan tidak memiliki dasar kuat dalam ajaran agama. Keyakinan yang paling utama adalah bahwa segala nasib dan musibah berada dalam kuasa Allah SWT.

Jadi, apa pun yang kamu pilih untuk lakukan pada Rabu Wekasan, yang terpenting adalah senantiasa memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Amalan Rabu Wekasan 2025 yang Benar, Jangan Asal Shalat Sunnah

4 Amalan Rabu Wekasan 2025 yang Benar, Jangan Asal Shalat Sunnah

Lifestyle | Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:35 WIB

Rabu Wekasan Menurut Islam Dianjurkan atau Tidak? Ini Hukum, Amalan dan Jadwal 2025

Rabu Wekasan Menurut Islam Dianjurkan atau Tidak? Ini Hukum, Amalan dan Jadwal 2025

Religi | Selasa, 19 Agustus 2025 | 06:37 WIB

Negara Indonesia Ternyata Sudah 6 Kali Ganti Nama

Negara Indonesia Ternyata Sudah 6 Kali Ganti Nama

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 18:01 WIB

Terkini

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym

5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala

Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak

Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan

Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:03 WIB

3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G

3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta

Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:57 WIB

×