Siapa Penemu QRIS? Berhasil Mendunia, OTW Bisa Dipakai di Tiongkok dan Saudi Arabia

Nur Khotimah

Rabu, 03 September 2025 | 18:05 WIB
Siapa Penemu QRIS? Berhasil Mendunia, OTW Bisa Dipakai di Tiongkok dan Saudi Arabia
Ilustrasi QRIS. (Dok: BRI)

Suara.com - Di era digital seperti sekarang, cara masyarakat Indonesia bertransaksi mengalami perubahan besar.

Kini, cukup dengan satu kali scan QR code, pembayaran bisa dilakukan dengan cepat tanpa ribet.

Dari warung kopi di sudut desa hingga restoran modern di kota besar, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sudah jadi bagian sehari-hari.

Bahkan, banyak orang yang justru takut jika ada penjual atau transaksi yang tidak bisa menggunakan QRIS karena sudah ketergantungan dengan sistem pembayaran. 

Namun, banyak orang masih bertanya-tanya siapa sebenarnya penemu QRIS? Simak inilah penjelasannya.

Siapa Penemu QRIS?

Siapa Penemu QRIS? Kini Siap Mendunia OTW China dan Arab Saudi (SneekLogo)
Siapa Penemu QRIS? Kini Siap Mendunia OTW China dan Arab Saudi (SneekLogo)

Faktanya, QRIS tidak lahir dari ide perorangan, melainkan dari kolaborasi Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Meski demikian, ada tokoh penting seperti Perry Warjiyo selaku Gubernur BI saat itu yang mendorong agar sistem ini diterapkan sebagai solusi nasional.

Sebelum QRIS, setiap bank atau dompet digital punya QR code sendiri. Pedagang harus menempelkan banyak stiker QR di meja kasir, dan konsumen sering bingung memilih aplikasi yang cocok. Situasi ini jelas tidak efisien.

Dari sinilah muncul gagasan untuk menciptakan satu kode QR universal.

baca juga

Dengan QRIS, merchant cukup menampilkan satu kode saja, dan pembeli bisa membayar menggunakan aplikasi apa pun yang mendukung.

Inilah yang membuat QRIS langsung diterima masyarakat, terutama kalangan UMKM yang sebelumnya kesulitan mengikuti perkembangan teknologi.

Sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS langsung mendapat sambutan luas.

Ilustrasi transaksi QRIS. [Ist]
Ilustrasi transaksi QRIS. [Ist]

Sejak diluncurkan, QRIS berkembang pesat. Hanya dalam empat tahun, jumlah pengguna mencapai puluhan juta orang.

Data terbaru mencatat lebih dari 56 juta pengguna dan sekitar 38 juta merchant yang sebagian besar adalah UMKM. Volume transaksinya pun fantastis, mencapai lebih dari Rp260 triliun dalam satu tahun.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa QRIS benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Mulai dari transaksi kecil seperti membeli kopi Rp10.000, hingga pembayaran di toko besar, semuanya bisa dilakukan dengan satu sistem yang sama.

Setelah sukses di dalam negeri, Bank Indonesia mulai melangkah lebih jauh dengan membawa QRIS ke dunia internasional.

Upaya ini dilakukan melalui kerja sama antarbank sentral untuk membangun sistem pembayaran lintas batas (cross-border payment).

Beberapa negara ASEAN sudah lebih dulu terhubung, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Baru-baru ini, Jepang juga resmi meluncurkan layanan QRIS. Dua target besar berikutnya adalah Tiongkok dan Arab Saudi.

Tiongkok dikenal sebagai negara dengan sistem pembayaran digital yang sangat maju, didominasi oleh Alipay dan WeChat Pay.

Kehadiran QRIS di sana akan mempermudah wisatawan atau pebisnis asal Indonesia ketika bertransaksi.

Misalnya, saat membeli barang di pasar grosir Guangzhou atau makan di restoran lokal, mereka bisa langsung menggunakan QRIS tanpa perlu menukar uang tunai dalam jumlah besar.

Hal ini juga membuka peluang bisnis lintas negara, karena pedagang Indonesia bisa lebih mudah menerima pembayaran dari konsumen asal Tiongkok di masa depan.

Selain itu bagi Indonesia, integrasi QRIS ke Arab Saudi punya arti yang sangat istimewa. Setiap tahun, jutaan jamaah haji dan umrah berangkat ke Tanah Suci.

Selama ini mereka harus membawa uang tunai atau kartu internasional dengan biaya tinggi.

Dengan adanya QRIS, semua bisa lebih praktis yaitu cukup scan, bayar, dan tercatat secara digital.

Bayangkan jamaah yang ingin membeli oleh-oleh di Mekkah atau Madinah, tak perlu lagi repot menukar uang riyal. QRIS bisa jadi solusi aman sekaligus efisien.

Ekspansi QRIS ke luar negeri membawa banyak manfaat. Pertama, mempermudah jamaah haji dan umrah dalam bertransaksi.

Kedua, memperkuat daya saing UMKM Indonesia yang kini bisa bertransaksi dengan konsumen internasional.

Ketiga, mengurangi biaya transaksi karena tidak bergantung pada kartu kredit atau sistem pembayaran global yang mahal.

Selain itu, QRIS juga menjadi soft power digital Indonesia. Kehadirannya di negara lain menunjukkan bahwa inovasi teknologi finansial dari Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo di Era Digital: Bukan Sekadar Suara, tapi Bukti Kehadiran Nyata

Demo di Era Digital: Bukan Sekadar Suara, tapi Bukti Kehadiran Nyata

Your Say | Selasa, 02 September 2025 | 13:10 WIB

Semakin Beragam Fitur, BRImo Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama

Semakin Beragam Fitur, BRImo Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama

Bisnis | Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:47 WIB

Hemat Pas Gajian: Deretan Promo Weekend Seru dengan Bayar QRIS Serba Seribu

Hemat Pas Gajian: Deretan Promo Weekend Seru dengan Bayar QRIS Serba Seribu

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 17:00 WIB

Terkini

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 15:23 WIB

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:20 WIB

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:19 WIB

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

×