Pro Kontra Gasing Pemadam Anak SD, Tak Cuma Penghapus Ini Cara Buat Pakai Baterai

Rifan Aditya Suara.Com
Senin, 15 September 2025 | 11:38 WIB
Pro Kontra Gasing Pemadam Anak SD, Tak Cuma Penghapus Ini Cara Buat Pakai Baterai
Gasing Pemadam pakai baterai (YT Yudist Ardhana)

Secara tidak langsung, ini adalah praktik daur ulang sederhana yang melatih daya pikir kreatif dan problem-solving.

Sisi Negatif: Peringatan dari Ruang Guru

Di sisi lain, banyak guru menyuarakan keprihatinan. Sebuah unggahan dari seorang guru menjadi viral, berisi imbauan agar siswa tidak lagi membawa atau memainkan gasing pemadam di sekolah.

Kekhawatiran ini sangat beralasan. Salah seorang guru menyatakan, "Awalnya kami melihatnya sebagai kreativitas, tetapi lama-kelamaan aktivitas di kelas menjadi terganggu.

Beberapa siswa bahkan menggunakannya untuk taruhan kecil, yang tentu tidak mendidik."

Poin-poin utama yang menjadi kekhawatiran para pendidik adalah:

  • Mengganggu Konsentrasi Belajar: Suara dan aktivitas memainkan gasing di dalam kelas jelas mengganggu fokus siswa dan guru.
  • Potensi Perilaku Negatif: Permainan adu gasing berisiko berubah menjadi ajang taruhan atau judi kecil-kecilan di antara siswa.
  • Risiko Keamanan: Baterai bekas, jika ditekan terlalu keras atau rusak, berpotensi mengeluarkan cairan kimia berbahaya yang bisa mengiritasi kulit.

Menyikapi Tren dengan Bijak

Melarang sepenuhnya mungkin bukan solusi terbaik. Fenomena gasing pemadam ini bisa menjadi momen edukasi. Orang tua dan guru dapat berdialog dengan anak-anak.

Arahkan kreativitas mereka pada koridor yang tepat. Misalnya, mengubahnya menjadi proyek sains sederhana untuk mempelajari konsep fisika seperti gaya sentrifugal, momentum, dan titik keseimbangan.

Baca Juga: Ancaman Hukuman Bagi Pembuat Gambar Manipulasi AI, Pemain Timnas Jadi Korban

Dengan demikian, energi kreatif mereka tetap tersalurkan, namun pada waktu dan tempat yang semestinya, bukan di tengah jam pelajaran.

Gasing pemadam adalah cerminan sempurna dari budaya viral modern: sederhana, kreatif, dan menyebar cepat.

Namun, ia juga membawa pelajaran penting tentang tanggung jawab. Di satu sisi, ia adalah simbol kecerdasan dalam memanfaatkan barang sekitar.

Di sisi lain, ia menjadi pengingat bahwa setiap inovasi perlu diiringi pemahaman konteks dan aturan.

Bagaimana menurut Anda? Apakah gasing pemadam ini lebih banyak sisi positif atau negatifnya?

Apakah ini murni kreativitas anak-anak yang harus didukung, atau sebuah tren yang perlu diatur secara tegas di lingkungan sekolah?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI