Apa Itu Sleep Therapy yang Dijalani Tasya Farasya? Insomnia Akut Sebelum Gugat Cerai Suami

Farah Nabilla

Selasa, 16 September 2025 | 16:55 WIB
Apa Itu Sleep Therapy yang Dijalani Tasya Farasya? Insomnia Akut Sebelum Gugat Cerai Suami
Tasya Farasya (Instagram/@tasyafarasya)

Suara.com - Di tengah kabar perceraiannya dengan sang suami, beauty influencer Tasya Farasya sempat mengaku mengalami insomnia akut dan bahkan menjalani sleep therapy.

Lantas, apa itu sleep therapy yang dijalani Tasya Farasya karena insomnia akut, dan berapa biayanya?

Tasya mengaku hanya bisa tidur 4-5 jam per malam. Dari total waktu tersebut, hanya sekitar 3 persen yang termasuk deep sleep, sementara 90 persen lainnya hanyalah tidur ringan atau tidur ayam.

Unggahan Tasya di Instagram tentang pengalaman insomnia dan sleep therapy langsung ramai diperbincangkan.

Faktanya, sleep therapy bukan sekadar pengobatan singkat, melainkan serangkaian metode medis dan perubahan gaya hidup yang dirancang untuk memperbaiki pola tidur.

Untuk mengetahui apa itu sleep therapy, proses, maupun biayanya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Tasya Farasya Alami Insomnia (x.com/@masjalah)
Tasya Farasya Alami Insomnia (x.com/@masjalah)

Apa Itu Sleep Therapy?

Sleep therapy atau terapi tidur adalah metode medis dan psikologis yang ditujukan untuk membantu penderita gangguan tidur, terutama insomnia.

Terapi ini bertujuan menormalkan kembali pola tidur sehingga tubuh dapat beristirahat secara efektif. Pendekatannya tidak hanya mengandalkan obat, melainkan juga melibatkan perubahan gaya hidup, teknik relaksasi, hingga terapi kognitif.

baca juga

Menurut para ahli, tidur yang ideal bukan hanya soal durasi, tetapi juga kualitas. Orang dewasa umumnya membutuhkan 7-8 jam tidur setiap malam.

Dalam tidur yang berkualitas, tubuh akan melewati beberapa fase, yakni tidur ringan (N1 dan N2), deep sleep (N3), hingga fase REM.

Idealnya, sekitar 20-25 persen waktu tidur ada di fase REM dan 13-23 persen di fase deep sleep. Jika proporsinya tidak seimbang, maka tubuh akan tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup lama.

Proses Sleep Therapy

Sleep therapy biasanya dilakukan di rumah sakit atau klinik dengan tahapan medis yang cukup detail, meliputi:

1. Konsultasi Awal dengan Dokter Spesialis

Pasien akan diminta menjelaskan riwayat tidur, kebiasaan sehari-hari, tingkat stres, hingga pola penggunaan gadget. Dari sini bisa ditentukan apakah insomnia tergolong akut (sementara) atau kronis (berlangsung lebih dari tiga bulan).

2. Pemeriksaan Sleep Study (Polysomnography)

Ini adalah pemeriksaan tidur semalam penuh di ruang khusus dengan bantuan alat untuk merekam aktivitas otak, detak jantung, kadar oksigen, hingga pola pernapasan untukmengetahui jenis gangguan tidur yang dialami.

3. Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I)

Terapi perilaku kognitif ini sangat direkomendasikan oleh American Academy of Sleep Medicine. Pasien dilatih mengubah pola pikir dan kebiasaan buruk terkait tidur, sekaligus mengelola kecemasan yang sering jadi penghalang tidur nyenyak.

4. Terapi Tambahan

Terapi tambahan ini bisa berupa relaksasi, mindfulness, pijat, hingga stimulasi gelombang otak seperti delta waves untuk membantu pasien masuk ke fase deep sleep.

5. Edukasi Sleep Hygiene

Pasien juga akan diarahkan untuk menjaga pola tidur sehat sehari-hari, seperti menghindari kafein sebelum tidur, mengurangi screen time, serta menjaga kamar tetap sejuk dan gelap.

Manfaat Sleep Therapy

Sleep therapy tidak hanya sekadar membuat seseorang bisa tidur lebih lama, tetapi juga memperbaiki kualitas tidur. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain:

  • Tubuh mendapatkan deep sleep yang lebih optimal untuk pemulihan fisik
  • Mengurangi stres, overthinking, dan rasa cemas yang sering menjadi pemicu insomnia
  • Membantu meningkatkan konsentrasi, suasana hati, dan energi di siang hari
  • Menurunkan risiko penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, depresi, obesitas, hingga gangguan metabolisme akibat kurang tidur
  • Membentuk pola tidur sehat yang lebih stabil untuk jangka panjang

Berapa Biaya Sleep Therapy?

Biaya sleep therapy dapat bervariasi tergantung fasilitas, metode yang digunakan, serta seberapa kompleks masalah tidur pasien.

Untuk konsultasi awal dengan dokter spesialis biasanya mulai dari ratusan ribu rupiah.

Jika diperlukan pemeriksaan tidur (sleep study), biayanya berkisar Rp2-5 juta untuk tes di rumah, sedangkan polisomnografi di laboratorium bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Selain itu, ada pula alat bantu seperti CPAP atau APAP dengan harga Rp4-20 juta, sementara mesin BiPAP dengan fitur lebih lengkap bisa lebih tinggi lagi.

Pada kasus tertentu seperti sleep apnea berat, terapi bisa melibatkan operasi dengan biaya mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait apa itu sleep therapy yang dijalani Tasya Farasya karena insomnia akut beserta biayanya.

Pengalaman Tasya Farasya menjadi pengingat penting bahwa insomnia bukan masalah sepele. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat berdampak langsung pada kesehatan fisik, mental, hingga kehidupan sosial.

Oleh karena itu, mencari bantuan medis bisa menjadi langkah tepat agar kondisi tidak semakin parah.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Mertua Tasya Farasya? Sosoknya Pernah Tersandung Kasus Hukum

Siapa Mertua Tasya Farasya? Sosoknya Pernah Tersandung Kasus Hukum

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 16:53 WIB

Tasya Farasya Pernah Putus dengan Ahmad Assegaf Hanya Karena Popcorn, Kini Resmi Gugat Cerai

Tasya Farasya Pernah Putus dengan Ahmad Assegaf Hanya Karena Popcorn, Kini Resmi Gugat Cerai

Entertainment | Selasa, 16 September 2025 | 16:17 WIB

Kisah Cinta Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf: Pesta Nikah 7 Hari 7 Malam Berujung Cerai usai 7 Tahun

Kisah Cinta Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf: Pesta Nikah 7 Hari 7 Malam Berujung Cerai usai 7 Tahun

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 16:13 WIB

Siapa Kembaran Tasya Farasya? Heboh Sang Selebgram Gugat Cerai Suami

Siapa Kembaran Tasya Farasya? Heboh Sang Selebgram Gugat Cerai Suami

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 16:29 WIB

Ahmad Assegaf Dituding Lakukan Penggelapan, Mertua Tasysa Farasya Juga Pernah Kena Kasus Pemalsuan

Ahmad Assegaf Dituding Lakukan Penggelapan, Mertua Tasysa Farasya Juga Pernah Kena Kasus Pemalsuan

Entertainment | Selasa, 16 September 2025 | 15:59 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×