Apa Itu Sleep Therapy yang Dijalani Tasya Farasya? Insomnia Akut Sebelum Gugat Cerai Suami

Farah Nabilla

Selasa, 16 September 2025 | 16:55 WIB
Apa Itu Sleep Therapy yang Dijalani Tasya Farasya? Insomnia Akut Sebelum Gugat Cerai Suami
Tasya Farasya (Instagram/@tasyafarasya)

Pasien akan diminta menjelaskan riwayat tidur, kebiasaan sehari-hari, tingkat stres, hingga pola penggunaan gadget. Dari sini bisa ditentukan apakah insomnia tergolong akut (sementara) atau kronis (berlangsung lebih dari tiga bulan).

2. Pemeriksaan Sleep Study (Polysomnography)

Ini adalah pemeriksaan tidur semalam penuh di ruang khusus dengan bantuan alat untuk merekam aktivitas otak, detak jantung, kadar oksigen, hingga pola pernapasan untukmengetahui jenis gangguan tidur yang dialami.

3. Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I)

Terapi perilaku kognitif ini sangat direkomendasikan oleh American Academy of Sleep Medicine. Pasien dilatih mengubah pola pikir dan kebiasaan buruk terkait tidur, sekaligus mengelola kecemasan yang sering jadi penghalang tidur nyenyak.

4. Terapi Tambahan

Terapi tambahan ini bisa berupa relaksasi, mindfulness, pijat, hingga stimulasi gelombang otak seperti delta waves untuk membantu pasien masuk ke fase deep sleep.

5. Edukasi Sleep Hygiene

Pasien juga akan diarahkan untuk menjaga pola tidur sehat sehari-hari, seperti menghindari kafein sebelum tidur, mengurangi screen time, serta menjaga kamar tetap sejuk dan gelap.

baca juga

Manfaat Sleep Therapy

Sleep therapy tidak hanya sekadar membuat seseorang bisa tidur lebih lama, tetapi juga memperbaiki kualitas tidur. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain:

  • Tubuh mendapatkan deep sleep yang lebih optimal untuk pemulihan fisik
  • Mengurangi stres, overthinking, dan rasa cemas yang sering menjadi pemicu insomnia
  • Membantu meningkatkan konsentrasi, suasana hati, dan energi di siang hari
  • Menurunkan risiko penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, depresi, obesitas, hingga gangguan metabolisme akibat kurang tidur
  • Membentuk pola tidur sehat yang lebih stabil untuk jangka panjang

Berapa Biaya Sleep Therapy?

Biaya sleep therapy dapat bervariasi tergantung fasilitas, metode yang digunakan, serta seberapa kompleks masalah tidur pasien.

Untuk konsultasi awal dengan dokter spesialis biasanya mulai dari ratusan ribu rupiah.

Jika diperlukan pemeriksaan tidur (sleep study), biayanya berkisar Rp2-5 juta untuk tes di rumah, sedangkan polisomnografi di laboratorium bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Selain itu, ada pula alat bantu seperti CPAP atau APAP dengan harga Rp4-20 juta, sementara mesin BiPAP dengan fitur lebih lengkap bisa lebih tinggi lagi.

Pada kasus tertentu seperti sleep apnea berat, terapi bisa melibatkan operasi dengan biaya mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait apa itu sleep therapy yang dijalani Tasya Farasya karena insomnia akut beserta biayanya.

Pengalaman Tasya Farasya menjadi pengingat penting bahwa insomnia bukan masalah sepele. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat berdampak langsung pada kesehatan fisik, mental, hingga kehidupan sosial.

Oleh karena itu, mencari bantuan medis bisa menjadi langkah tepat agar kondisi tidak semakin parah.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Mertua Tasya Farasya? Sosoknya Pernah Tersandung Kasus Hukum

Siapa Mertua Tasya Farasya? Sosoknya Pernah Tersandung Kasus Hukum

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 16:53 WIB

Tasya Farasya Pernah Putus dengan Ahmad Assegaf Hanya Karena Popcorn, Kini Resmi Gugat Cerai

Tasya Farasya Pernah Putus dengan Ahmad Assegaf Hanya Karena Popcorn, Kini Resmi Gugat Cerai

Entertainment | Selasa, 16 September 2025 | 16:17 WIB

Kisah Cinta Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf: Pesta Nikah 7 Hari 7 Malam Berujung Cerai usai 7 Tahun

Kisah Cinta Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf: Pesta Nikah 7 Hari 7 Malam Berujung Cerai usai 7 Tahun

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 16:13 WIB

Siapa Kembaran Tasya Farasya? Heboh Sang Selebgram Gugat Cerai Suami

Siapa Kembaran Tasya Farasya? Heboh Sang Selebgram Gugat Cerai Suami

Lifestyle | Selasa, 16 September 2025 | 16:29 WIB

Ahmad Assegaf Dituding Lakukan Penggelapan, Mertua Tasysa Farasya Juga Pernah Kena Kasus Pemalsuan

Ahmad Assegaf Dituding Lakukan Penggelapan, Mertua Tasysa Farasya Juga Pernah Kena Kasus Pemalsuan

Entertainment | Selasa, 16 September 2025 | 15:59 WIB

Terkini

Mitsubishi Eclipse Kapan Meluncur? Kini Bawa Mesin Canggih Ramah Lingkungan

Mitsubishi Eclipse Kapan Meluncur? Kini Bawa Mesin Canggih Ramah Lingkungan

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:34 WIB

Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak

Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:32 WIB

Buron Interpol Pengirim PMI Ilegal ke Kamboja Dibekuk di Soetta

Buron Interpol Pengirim PMI Ilegal ke Kamboja Dibekuk di Soetta

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:32 WIB

Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding

Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:28 WIB

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:27 WIB

2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi

2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi

Sumut | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:26 WIB

Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara

Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:25 WIB

4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim

4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:25 WIB

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat

Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat

Bogor | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

×