Selain Performative Male, Ada Performative Femininity: Apa Bedanya?

Yasinta Rahmawati

Rabu, 24 September 2025 | 14:01 WIB
Selain Performative Male, Ada Performative Femininity: Apa Bedanya?
Apa Arti Performative Female  (freepik)

Suara.com - Belakangan ini, istilah performative male ramai diperbincangkan di dunia maya. Namun, apakah kamu tahu bahwa konsep serupa juga ada pada perempuan? Ya, istilah tersebut dikenal sebagai performative femininity atau kadang disebut performative female. Lalu, apa sebenarnya makna dari istilah ini?

Seperti yang diketahui, istilah performative male menggambarkan laki-laki yang berpura-pura melakukan atau menyukai sesuatu demi terlihat menarik di mata lawan jenis.

Sementara itu, performative femininity merujuk pada perilaku feminin yang dilakukan secara sadar atau berlebihan, bukan karena keinginan pribadi, melainkan untuk memenuhi standar sosial atau menarik perhatian orang lain.

Misalnya, ketika seorang perempuan selalu menampilkan senyum manis, berbicara lembut, atau berpakaian tertentu hanya karena ingin dianggap feminin oleh lingkungan sekitar. Dalam konteks ini, feminitas menjadi sesuatu yang “dipentaskan”, bukan bagian dari diri yang tulus.

Konsep performative sendiri sebenarnya sudah lama dibahas. Filsuf asal Inggris, J.L. Austin, pada era 1950-an memperkenalkan gagasan performatif dalam teori tindak tutur. Menurut Austin, ada ucapan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga sekaligus menciptakan aksi.

Contoh paling jelas adalah janji pernikahan. Saat seseorang mengucapkan janji setia, kata-kata itu bukan sekadar ungkapan, melainkan tindakan nyata yang mengikat seumur hidup. Dari pemikiran inilah, istilah performatif berkembang ke berbagai ranah, termasuk soal gender.

Kaitan Performative Female dengan Gender Menurut Judith Butler

Tokoh feminis sekaligus filsuf, Judith Butler, melalui bukunya Gender Trouble (1988), menjelaskan bahwa gender tidak bersifat bawaan biologis.

Identitas gender terbentuk melalui tindakan, gaya, dan perilaku yang terus diulang sesuai norma sosial. Butler menekankan bahwa gender bersifat performatif. Artinya, identitas gender tercipta melalui kebiasaan sehari-hari yang seolah-olah alami, padahal sebenarnya hasil konstruksi sosial.

Dalam kerangka ini, performative femininity bisa dipahami sebagai ekspresi feminitas yang lahir karena ekspektasi sosial. Ketika seorang perempuan merasa harus selalu tampil lembut, peduli, atau cantik agar diterima, maka ia sedang terjebak dalam performativitas gender.

Fenomena performative female tidak jauh berbeda dengan performative male. Misalnya, tren soft boy yang belakangan populer di media sosial. Banyak laki-laki tiba-tiba tampil dengan gaya yang dianggap peka seperti gemar membaca buku feminis, minum matcha latte, atau mengoleksi boneka Labubu, semata-mata agar terlihat menarik di mata perempuan.

Jadi, baik laki-laki maupun perempuan bisa sama-sama menampilkan sesuatu yang performatif ketika tujuannya lebih pada pencitraan ketimbang ekspresi diri yang asli.

Tekanan Sosial di Balik Performative Femininity

Tidak semua ekspresi feminin bersifat performatif. Ada perempuan yang memang senang menggunakan riasan, mengenakan rok, atau berbicara lembut karena itu bagian dari dirinya. Namun, ketika perilaku tersebut muncul dari tekanan sosial, hal ini dapat menimbulkan masalah.

Banyak perempuan merasa wajib tampil sempurna seperti cantik, ramah, dan lembut. Di satu sisi, tuntutan ini bisa menurunkan kepercayaan diri karena standar sosial sering kali tidak realistis. Di sisi lain, tekanan semacam ini juga bisa berdampak pada dunia kerja. 

Perempuan yang menunjukkan sikap tegas kadang dicap agresif, sementara laki-laki dengan perilaku sama justru dianggap pemimpin yang kuat. Ketidakadilan ini memperlihatkan bagaimana performative femininity dapat memperkuat stereotip gender.

Media berperan besar dalam membentuk standar feminitas. Tayangan televisi, iklan kecantikan, hingga media sosial kerap menggambarkan perempuan ideal dengan wajah flawless, tubuh langsing, dan sikap penuh kelembutan. 

Akibatnya, banyak perempuan terdorong menyesuaikan diri meski harus mengorbankan kenyamanan pribadi. Tak jarang, kondisi ini menimbulkan tekanan psikologis berupa kecemasan, rasa tidak cukup, atau bahkan depresi.

Meski sering dianggap jebakan sosial, performative femininity tidak selalu berdampak negatif. Jika dijalani dengan kesadaran penuh, gaya feminin bisa menjadi sarana ekspresi diri sekaligus strategi pemberdayaan. 

Ada perempuan yang memilih berdandan feminin bukan karena paksaan, melainkan sebagai cara untuk menampilkan identitasnya. Dalam konteks ini, performativitas berubah dari sekadar tuntutan sosial menjadi pilihan yang memberi kekuatan.

Demikian itu informasi soal apa arti performative female. Akhirnya, yang paling penting adalah membedakan mana ekspresi feminin yang lahir dari diri sendiri, dan mana yang muncul karena paksaan sosial. Dengan begitu, perempuan bisa lebih bebas menentukan cara mengekspresikan identitasnya tanpa harus selalu mengikuti panggung yang ditentukan orang lain. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Matcha, Labubu, dan Buku Feminist: Saat Cowok Jadi Performative Male

Matcha, Labubu, dan Buku Feminist: Saat Cowok Jadi Performative Male

Your Say | Jum'at, 12 September 2025 | 14:25 WIB

Kenali Ciri-Ciri Performative Male: Cowok Sensitif atau Cuma Pura-Pura?

Kenali Ciri-Ciri Performative Male: Cowok Sensitif atau Cuma Pura-Pura?

Lifestyle | Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:46 WIB

Profil Keenan Avalokita Anak Dee Lestari, Dapat Gelar Performative Male Jakarta tapi Kena Sinis

Profil Keenan Avalokita Anak Dee Lestari, Dapat Gelar Performative Male Jakarta tapi Kena Sinis

Entertainment | Rabu, 06 Agustus 2025 | 07:00 WIB

Terkini

5 Manfaat Pakai Sandal Rematik, Benarkah Bisa Membantu Mengurangi Nyeri Kaki?

5 Manfaat Pakai Sandal Rematik, Benarkah Bisa Membantu Mengurangi Nyeri Kaki?

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:19 WIB

3 Serum Wardah Terlaris di Shopee, Harga Terjangkau dan Review Positif

3 Serum Wardah Terlaris di Shopee, Harga Terjangkau dan Review Positif

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:41 WIB

1 Gram Emas Hari Ini Harganya Berapa? Ini Update 9 Juni 2026

1 Gram Emas Hari Ini Harganya Berapa? Ini Update 9 Juni 2026

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:39 WIB

Bikin Tenang, Ini 5 Cara Menata Rumah Menurut Feng Shui untuk Hempas Cemas dan Stres

Bikin Tenang, Ini 5 Cara Menata Rumah Menurut Feng Shui untuk Hempas Cemas dan Stres

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:35 WIB

Serum Wardah Crystal Secret Dipakai Siang atau Malam? Ini Cara Pakainya yang Benar

Serum Wardah Crystal Secret Dipakai Siang atau Malam? Ini Cara Pakainya yang Benar

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:44 WIB

Ramalan Zodiak 9 Juni 2026: Leo Bersinar, Scorpio Panen Peluang

Ramalan Zodiak 9 Juni 2026: Leo Bersinar, Scorpio Panen Peluang

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:42 WIB

Malam 1 Suro 2026 Kapan? Catat Tanggal, Makna, dan Tradisinya

Malam 1 Suro 2026 Kapan? Catat Tanggal, Makna, dan Tradisinya

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:35 WIB

6 Shio Paling Beruntung pada 9 Juni 2026, Hoki Besar Diprediksi Menghampiri

6 Shio Paling Beruntung pada 9 Juni 2026, Hoki Besar Diprediksi Menghampiri

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:13 WIB

3 Zodiak Diprediksi Keuangannya Membaik Mulai 9 Juni 2026, Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga

3 Zodiak Diprediksi Keuangannya Membaik Mulai 9 Juni 2026, Rezeki Datang dari Arah Tak Terduga

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 06:53 WIB

Terpopuler: Sepatu Ortuseight untuk Daily Run 5 Km, Jadwal Seleksi PPPK Sekolah Rakyat

Terpopuler: Sepatu Ortuseight untuk Daily Run 5 Km, Jadwal Seleksi PPPK Sekolah Rakyat

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 06:35 WIB