Profil Kakek dan Nenek Prabowo Subianto yang Dikubur di Belanda

Ruth Meliana

Minggu, 28 September 2025 | 12:39 WIB
Profil Kakek dan Nenek Prabowo Subianto yang Dikubur di Belanda
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/@prabowo)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto ziarah ke makam kakek dan neneknya di Oud Eik en Duinen, Den Haag, Belanda.
  • Kakek Prabowo bernama Philip Frederik Laurens Sigar, sementara neneknya adalah Cornelie Emelie Maengkom.
  • Kakek Prabowo memiliki jabatan mentereng di era pemerintahan Hindia Belanda.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto baru saja ziarah ke makam kakek dan neneknya di Oud Eik en Duinen, Den Haag, Belanda. Hal ini tentu memicu penasaran publik terkait kenapa kakek nenek Prabowo dikubur di Belanda?

Sebagai informasi, Presiden RI ke-8 ini memang memiliki latar belakang keluarga yang kaya akan sejarah dan pengaruh lintas budaya.

Silsilah keluarga Prabowo mencerminkan perpaduan antara tradisi Indonesia dan pengaruh kolonial Belanda, terutama dari pihak ibunya, Dora Marie Sigar.

Profil Philip Frederik Laurens Sigar dan Cornelie Emelie Maengkom

Presiden Prabowo Subianto ziarah ke makam kakek dan nenek di Belanda (Instagram/@prabowo)
Presiden Prabowo Subianto ziarah ke makam kakek dan nenek di Belanda (Instagram/@prabowo)

Kakek Prabowo bernama Philip Frederik Laurens Sigar, sementara neneknya adalah Cornelie Emelie Maengkom. Keduanya dimakamkan di Belanda pada tahun 1946.

Philip Frederik Laurens Sigar lahir di akhir abad ke-19 di wilayah Minahasa, Sulawesi Utara, yang saat itu merupakan bagian dari Hindia Belanda. Ia berasal dari keluarga keturunan Minahasa, suku yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan kolonial Belanda.

Sigar meniti karier sebagai pejabat administrasi di era kolonial, di mana ia menjabat sebagai anggota Gemeenteraad (Dewan Kota) Manado dari tahun 1920 hingga 1922.

Selanjutnya, ia diangkat menjadi Gewestelijk Secretaris (Sekretaris Residen) Manado pada periode 1922-1924. Peran ini menunjukkan posisinya yang strategis dalam birokrasi kolonial, di mana ia bertanggung jawab atas urusan administratif di wilayah Manado.

Keluarga Sigar juga memiliki warisan militer. Kakek buyut Prabowo, Benjamin Thomas Sigar, pernah menjabat sebagai kapitein atau pemimpin Pasukan Tulungan.

baca juga

Benjamin Sigar menjadi pasukan bantuan yang direkrut pemerintah Hindia Belanda untuk mendukung operasi militer, termasuk dalam Perang Jawa (1825-1830) yang berujung pada penangkapan Pangeran Diponegoro.

Benjamin Sigar bahkan menerima penghargaan Militaire Willems-Orde kelas 4 dari Kerajaan Belanda atas jasanya.

Latar belakang ini menjadikan Philip Sigar sebagai figur yang mewarisi tradisi loyalitas terhadap pemerintahan Belanda, meskipun di tengah gelombang nasionalisme Indonesia yang mulai bangkit.

Sementara itu, Cornelie Emelie Maengkom, nenek Prabowo, lahir pada tahun 1888 di wilayah yang sama, Minahasa. Ia adalah putri dari Jan Eduard Maengkom, dan juga berasal dari keturunan suku Minahasa yang memiliki ikatan kuat dengan budaya Belanda.

Cornelie menikah dengan Philip Sigar. Dari pernikahan ini, lahirlah Dora Marie Sigar, ibu Prabowo.

Informasi tentang kehidupan pribadi Cornelie relatif terbatas dalam catatan sejarah. Namun, ia dikenal sebagai bagian dari masyarakat Indo, keturunan campuran Eropa-Indonesia, yang umum di kalangan elite Minahasa saat itu.

Kehidupan keluarganya dipengaruhi oleh sistem pendidikan dan administrasi Belanda, di mana banyak keluarga Minahasa mengirim anak-anaknya belajar ke Eropa atau terlibat dalam layanan sipil kolonial.

Cornelie wafat pada tahun 1946, sama seperti suaminya, dan dimakamkan di Belanda.

Profil Cornelie Emelie Maengkom mencerminkan peran perempuan dalam keluarga kolonial, yang sering kali mendukung suami dalam urusan sosial dan rumah tangga, meskipun tidak banyak tercatat dalam arsip resmi.

Mengapa Kakek dan Nenek Prabowo Dikubur di Belanda?

Presiden Prabowo Subianto ziarah ke makam kakek dan nenek di Belanda (Instagram/@prabowo)
Presiden Prabowo Subianto ziarah ke makam kakek dan nenek di Belanda (Instagram/@prabowo)

Alasan mengapa Philip dan Cornelie dimakamkan di Belanda erat kaitannya dengan konteks historis pasca-Perang Dunia II, khususnya periode "Masa Bersiap" (1945-1946).

Masa ini merupakan fase kekacauan dan kekerasan di Indonesia setelah Jepang menyerah, di mana terjadi serangan terhadap orang-orang Belanda, Indo, dan kelompok yang dianggap pro-Belanda.

Banyak keluarga seperti Sigar, yang memiliki latar belakang kolonial, memilih mengungsi ke Belanda untuk menghindari ancaman.

Philip dan Cornelie kemungkinan besar termasuk di antara mereka yang "kabur" atau dievakuasi ke negeri Belanda, di mana mereka akhirnya meninggal dan dimakamkan.

Pemakaman mereka di Oud Eik en Duinen, Den Haag, menjadi simbol diaspora keluarga Indo pasca-kemerdekaan Indonesia.

Hubungan Prabowo dengan kakek dan neneknya ini tidak hanya darah, tetapi juga membentuk identitasnya.

Ibu Prabowo, Dora, lahir di Manado dan dibesarkan dalam lingkungan yang dipengaruhi budaya Belanda. Ia kemudian menikah dengan Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo yang merupakan ekonom terkemuka Indonesia.

Dari pihak ayah, Prabowo juga memiliki kakek Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Nasional Indonesia.

Ziarah Prabowo ke makam kakek dan nenek menunjukkan rasa hormatnya terhadap akar keluarga, sekaligus mengingatkan bahwa sejarah Indonesia tak lepas dari pengaruh kolonial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip Garis Keturunan Prabowo Subianto dari Sultan HB I dan Sultan Agung Mataram

Mengintip Garis Keturunan Prabowo Subianto dari Sultan HB I dan Sultan Agung Mataram

Lifestyle | Minggu, 28 September 2025 | 09:05 WIB

Silsilah Keluarga Prabowo Subianto: Kakek Nenek Dimakamkan di Belanda

Silsilah Keluarga Prabowo Subianto: Kakek Nenek Dimakamkan di Belanda

News | Sabtu, 27 September 2025 | 19:45 WIB

Silsilah Keluarga Prabowo Subianto, Keturunan Ningrat Maju Capres Pemilu 2024

Silsilah Keluarga Prabowo Subianto, Keturunan Ningrat Maju Capres Pemilu 2024

News | Sabtu, 10 Juni 2023 | 14:54 WIB

Terkini

Sepatu Versatile seperti Apa? Ini 5 Ciri dan Alasan Banyak Orang Memilihnya

Sepatu Versatile seperti Apa? Ini 5 Ciri dan Alasan Banyak Orang Memilihnya

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 14:01 WIB

Vitalis Eau de Royale Couture Wangi Apa? Parfum Minimarket yang Dipuji Elegan

Vitalis Eau de Royale Couture Wangi Apa? Parfum Minimarket yang Dipuji Elegan

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 14:01 WIB

Apakah Facial Wash Aman untuk Bumil? Ini Kandungan Aman yang Direkomendasikan

Apakah Facial Wash Aman untuk Bumil? Ini Kandungan Aman yang Direkomendasikan

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 13:35 WIB

6 Sepatu Bola Nike Warna Pink Termurah, Mirip yang Dipakai Pemain Piala Dunia 2026

6 Sepatu Bola Nike Warna Pink Termurah, Mirip yang Dipakai Pemain Piala Dunia 2026

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 12:53 WIB

Kulit Kering Bagusnya Pakai Bedak Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Tetap Flawless

Kulit Kering Bagusnya Pakai Bedak Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Tetap Flawless

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 12:26 WIB

3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya

3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 12:25 WIB

3 Rekomendasi Parfum Vanilla Lokal yang Tidak Bikin Eneg: Wangi Elegan, Cocok untuk Harian

3 Rekomendasi Parfum Vanilla Lokal yang Tidak Bikin Eneg: Wangi Elegan, Cocok untuk Harian

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 12:15 WIB

Skincare Apa Saja yang Tidak Boleh Dipakai Ibu Hamil?

Skincare Apa Saja yang Tidak Boleh Dipakai Ibu Hamil?

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kini Dikenakan Pajak, Segini Harga Langganan Strava 2026

Kini Dikenakan Pajak, Segini Harga Langganan Strava 2026

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 12:09 WIB

3 Liptint Lokal Alternatif Dior yang Tahan Lama 12 Jam, Intip Harga dan Review Pengguna

3 Liptint Lokal Alternatif Dior yang Tahan Lama 12 Jam, Intip Harga dan Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 12:01 WIB

×