Mengintip 5 Potret Pesantren Tebuireng, Ponpes dengan Bangunan Paling Ideal Menurut Menteri PU

Farah Nabilla

Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:35 WIB
Mengintip 5 Potret Pesantren Tebuireng, Ponpes dengan Bangunan Paling Ideal Menurut Menteri PU
Mengintip Potret Pesantren Tebuireng, Disebut Punya Bangunan Paling Ideal (instagram @tebuireng.online)

Suara.com - Di tengah sorotan publik terkait robohnya bangunan masjid di salah satu pondok pesantren di Sidoarjo, perhatian banyak pihak kini tertuju pada kondisi infrastruktur pesantren di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai mayoritas pondok pesantren masih jauh tertinggal dari sisi bangunan.  Dari lebih dari 42 ribu pesantren, hanya segelintir yang memiliki infrastruktur modern, salah satunya Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur.

Dody menyebut Pesantren Tebuireng bisa dijadikan contoh ideal karena memiliki fasilitas yang layak, aman, dan terstandar. Berbeda dengan mayoritas pesantren yang bangunannya masih seadanya, Tebuireng kini memiliki infrastruktur kokoh, tertata, dan memenuhi standar keamanan. 

Menteri PU Dody Hanggodo menyebutnya sebagai salah satu pesantren dengan bangunan paling ideal di Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren bisa berkembang tanpa meninggalkan tradisi keilmuan salafiyah. 

Menko PM A. Muhaimin Iskandar bahkan menekankan pentingnya izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) agar insiden serupa tidak terulang. Data Kementerian PU mencatat, dari 42.433 pondok pesantren di Indonesia, baru sekitar 51 pesantren yang mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Izin ini penting untuk memastikan kualitas struktur, keamanan, dan kelayakan bangunan. Pesantren Tebuireng menjadi salah satu yang disebut pemerintah sebagai contoh pesantren dengan bangunan ideal, modern, dan berizin.

Lalu, seperti apa sebenarnya potret Pesantren Tebuireng yang sudah berdiri lebih dari satu abad ini? Berikut ulasannya dalam bentuk listikel.

1.  Sejarah Nama Tebuireng 

Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]
Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]

Nama Tebuireng berasal dari sebuah kisah rakyat di Dusun Cukir. Konon, dahulu ada seekor kerbau berkulit kuning yang terperosok di rawa penuh lintah hingga kulitnya berubah hitam.

baca juga

Pemiliknya berteriak, “Kebo ireng! Kebo ireng!” yang kemudian melekat menjadi nama dusun. Seiring perkembangan zaman, nama itu berubah menjadi Tebuireng. Ada pula yang mengaitkannya dengan banyaknya tanaman tebu berwarna hitam di kawasan tersebut.

2. Pendirian Pesantren Tebuireng

Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]
Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]

Pesantren Tebuireng didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 3 Agustus 1899. Bermula dari sebuah rumah bambu berukuran 6 x 8 meter yang separuhnya dijadikan musala, pesantren ini pertama kali hanya memiliki delapan santri. Tiga bulan kemudian, jumlah santri bertambah menjadi 28. Dari sinilah tonggak berdirinya salah satu pesantren terbesar di Indonesia dimulai.

Keberadaan pesantren ini sempat ditolak warga karena dianggap mengganggu kebiasaan mereka yang kala itu marak berjudi dan mabuk akibat industrialisasi pabrik gula. Bangunan pesantren kerap dilempari batu hingga ditusuk dengan senjata tajam. Selama lebih dari dua tahun, para santri harus berjaga malam bergiliran demi keselamatan.  

Untuk menghadapi gangguan, Kiai Hasyim mengundang empat sahabatnya dari Cirebon untuk melatih para santri ilmu pencak silat dan kanuragan selama delapan bulan. Sejak saat itu, teror semakin berkurang, dan banyak warga justru ikut berguru.

Bahkan, beberapa mantan penjahat akhirnya menjadi murid Kiai Hasyim setelah kalah dalam adu fisik dengannya. Perlahan masyarakat mulai menerima kehadiran Kiai Hasyim setelah melihat ketokohannya.

3. Perkembangan Pesantren Tebuireng

Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]
Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]

Dari hanya 28 santri pada tahun 1899, jumlah santri meningkat menjadi 200 orang pada 1910, dan sepuluh tahun kemudian melonjak hingga 2.000 santri. Bahkan, ada yang datang dari Malaysia dan Singapura. Pertumbuhan ini membuat Tebuireng berkembang menjadi pusat pendidikan Islam di Jawa pada awal abad ke-20.

KH Hasyim Asy’ari mendidik santrinya hingga tuntas lalu mendorong mereka mendirikan pesantren baru di daerah masing-masing. Dari Tebuireng lahir pesantren besar seperti Lirboyo (Kediri), Darul Ulum (Jombang), hingga Nurul Jadid (Probolinggo). Hal ini menunjukkan peran besar Tebuireng dalam penyebaran pendidikan Islam di Nusantara.

4. Sistem Pendidikan di Pesantren Tebuireng

Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]
Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]

Selain pendidikan agama, Tebuireng juga menjadi pusat gerakan politik dan perjuangan melawan penjajah. Dari sini lahir organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), serta laskar perjuangan Sabilillah dan Hizbullah. Tebuireng bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga pusat kebangkitan Islam dan perlawanan nasional.

Dua tokoh besar pesantren ini, KH Hasyim Asy’ari dan putranya KH Wahid Hasyim, mendapat gelar Pahlawan Nasional. Bahkan, cucu KH Hasyim, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menjadi Presiden keempat Republik Indonesia. Hal ini menjadikan Tebuireng bukan sekadar pesantren, tetapi juga pusat lahirnya tokoh bangsa.

5. Cabang Pendidikan Pesantren Tebuireng

Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]
Pondok Pesantren Tebu Ireng [Youtube/TebuirengPutri/CIS PLANE SPOTTER]

Pesantren Tebuireng kini tercatat memiliki sekitar 5.000 santri dan 9 cabang yang tersebar dari Jawa hingga Sumatra dan Sulawesi. Lembaga pendidikannya mencakup Universitas Hasyim Asy’ari, SMP-SMA Wahid Hasyim, SMK Khoiriyah Hasyim, SMA Trensains, MTs Sains Putri, hingga SD Islam Tebuireng. Kehadiran unit pendidikan modern ini membuat Tebuireng tetap relevan di era global.

Demikian itu potret pesantren Tebuireng yang disebut punya bangunan paling ideal dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Pendiri Ponpes Tebuireng? Bangunan Pesantren Dipuji Menteri PU

Siapa Pendiri Ponpes Tebuireng? Bangunan Pesantren Dipuji Menteri PU

Lifestyle | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:41 WIB

Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis

Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Rekan Sendiri, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Sadis

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 10:14 WIB

Rumah di Pademangan Ambruk Saat Direnovasi, Dua Kuli Bangunan Selamat Usai Satu Jam Terkubur

Rumah di Pademangan Ambruk Saat Direnovasi, Dua Kuli Bangunan Selamat Usai Satu Jam Terkubur

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 07:58 WIB

Gema Adzan Sang Ayah di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Ikhlas Melepas Anaknya Syahid

Gema Adzan Sang Ayah di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Ikhlas Melepas Anaknya Syahid

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 20:36 WIB

Sesal Orang Tua Santri Korban Ponpes Roboh, Anak Sempat Tolak Balik Pesantren 2 Hari Sebelum Tragedi

Sesal Orang Tua Santri Korban Ponpes Roboh, Anak Sempat Tolak Balik Pesantren 2 Hari Sebelum Tragedi

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:11 WIB

Terkini

Febrie Adriansyah Diperiksa Tim Khusus Berisi 9 Jaksa, Mayoritas Alumni KPK

Febrie Adriansyah Diperiksa Tim Khusus Berisi 9 Jaksa, Mayoritas Alumni KPK

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:30 WIB

Review Serial Marc by Sofia: Estetika Sunyi Sofia Coppola yang Memesona

Review Serial Marc by Sofia: Estetika Sunyi Sofia Coppola yang Memesona

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:30 WIB

Junior Roberts Kagok Perankan Cowok Green Flag di Series A Little White Lie

Junior Roberts Kagok Perankan Cowok Green Flag di Series A Little White Lie

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:28 WIB

Maut di Balik Live TikTok: Teka-Teki Sayatan di Pantai Permata Probolinggo Akhirnya Terungkap

Maut di Balik Live TikTok: Teka-Teki Sayatan di Pantai Permata Probolinggo Akhirnya Terungkap

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:27 WIB

Bunga Cuma 1,8%! BRI KKB Expo Hadir di 131 Titik, Wujudkan Mimpi Punya Kendaraan Baru

Bunga Cuma 1,8%! BRI KKB Expo Hadir di 131 Titik, Wujudkan Mimpi Punya Kendaraan Baru

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:22 WIB

Pengawas Sawmill Ilegal di Kampar Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp2,5 Miliar

Pengawas Sawmill Ilegal di Kampar Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp2,5 Miliar

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:21 WIB

Perbaiki Tata Kelola MBG, Pimpinan BGN Diminta Jangan Bikin Masalah Baru

Perbaiki Tata Kelola MBG, Pimpinan BGN Diminta Jangan Bikin Masalah Baru

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:13 WIB

Moisturizer Sariayu Mawar untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Manfaat dan Review Pembeli

Moisturizer Sariayu Mawar untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:10 WIB

Prancis vs Inggris: Panggung Perpisahan Deschamps dan Ambisi Rekor Kylian Mbappe

Prancis vs Inggris: Panggung Perpisahan Deschamps dan Ambisi Rekor Kylian Mbappe

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:10 WIB

Keraton Surakarta Bersolek, 11 Kawasan Bersejarah Dipugar Mulai Agustus

Keraton Surakarta Bersolek, 11 Kawasan Bersejarah Dipugar Mulai Agustus

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2026 | 20:08 WIB

×