Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ponpes Salaf Terbesar Diduga Dilecehkan Acara TV

Farah Nabilla Suara.Com
Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Ponpes Salaf Terbesar Diduga Dilecehkan Acara TV
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur. [Instagram/@pondoklirboyo]
Baca 10 detik
  • Tayangan Trans7 menuai kecaman karena menyinggung tradisi pesantren Lirboyo.
  • Trans7 sudah meminta maaf dan berjanji evaluasi.
  • Lirboyo berdiri sejak 1910 dan menjadi pusat pendidikan Islam salaf terbesar di Indonesia.

Suara.com - Nama Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, mendadak jadi sorotan publik usai tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 menuai kecaman.

Tayangan yang menyinggung kehidupan santri dan sosok pengasuh Lirboyo, KH. Anwar Manshur, dinilai merendahkan martabat pesantren.

Potongan narasi seperti “santri rela ngesot demi berkah kiai” dan “kiai makin kaya karena amplop santri” membuat geram kalangan santri dan tokoh Nahdlatul Ulama.

Tak lama, tagar #BoikotTrans7 pun viral di media sosial. Menanggapi gelombang kritik, Trans7 telah menyampaikan permintaan maaf resmi dan berjanji melakukan evaluasi internal agar peristiwa serupa tidak terulang.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Pondok Pesantren Lirboyo memiliki sejarah panjang yang patut diketahui. Seperti apa sejarah panjang Pondok Pesantren Lirboyo yang berada di Kediri, Jawa Timut ini? 

Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo 

Pesantren ini berdiri pada tahun 1910 oleh KH. Abdul Karim, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Manab. Beliau merupakan murid dari KH. Kholil Kasingan, Rembang, salah satu santri ulama besar KH. Kholil Bangkalan.

Setelah menimba ilmu agama, KH. Abdul Karim kembali ke Kediri dan mendirikan pondok kecil di Dusun Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. Dari tempat sederhana inilah, Lirboyo tumbuh menjadi salah satu pesantren salaf terbesar di Indonesia.

Setelah wafatnya KH. Abdul Karim, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh menantunya, KH. Marzuki Dahlan, yang mendirikan Madrasah Hidayatul Mubtadi’in (HM) sebagai lembaga pendidikan formal berbasis kitab kuning. Madrasah ini menjadi cikal bakal sistem pendidikan berjenjang di Lirboyo.

Baca Juga: Apa Acara Trans7 yang Diduga Lecehkan Pesantren Lirboyo? Berujung Tagar Boikot di Medsos

Generasi berikutnya seperti KH. Mahrus Aly, KH. Idris Marzuki, KH. Anwar Manshur, dan para dzurriyah (keturunan) lainnya, terus mengembangkan pesantren ini dengan menambah unit pendidikan seperti Madrasah Diniyah, Sekolah formal (MTs, MA, hingga perguruan tinggi) dan Lembaga tahfidz dan dakwah.

Perkembangan Pendidikan dan Sistem Pengajaran

Awalnya, sistem belajar di Lirboyo masih sangat tradisional dengan metode bandongan dan sorogan, di mana kiai membaca kitab kuning sementara santri menyimak dan menyalin penjelasannya.

Seiring waktu, pesantren berkembang pesat. Setelah KH. Abdul Karim wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh KH. Marzuki Dahlan yang mendirikan Madrasah Hidayatul Mubtadi’in (HM), cikal bakal sistem pendidikan berjenjang di Lirboyo.

Kini, Lirboyo menaungi 15 unit pondok dengan berbagai fokus keilmuan, seperti Hidayatul Mubtadi’aat, Tahfidzul Qur’an, Ar-Risalah, hingga HM Al-Mahrusiyah. Tak hanya itu, pesantren ini juga memiliki cabang di Kediri, Malang, Blitar, hingga Majalengka, menunjukkan luasnya pengaruh Lirboyo di dunia pendidikan Islam.

Lirboyo menerapkan dua sistem pendidikan sekaligus:

  1. Sistem klasikal, melalui madrasah formal dengan pelajaran umum dan agama
  2. Sistem tradisional, melalui pengajian kitab kuning dan bahtsul masail untuk memperkuat ilmu fiqih dan adab santri.

Selama lebih dari seabad, Pondok Pesantren Lirboyo telah melahirkan ribuan ulama, kiai, dan tokoh masyarakat di Indonesia. Salah satu pengasuhnya, KH. Anwar Manshur, dikenal luas karena keteguhan dan kesederhanaannya dalam mengajarkan ilmu agama.

Hingga kini, Lirboyo tetap menjadi simbol keilmuan Islam tradisional yang mempertahankan nilai hormat, keberkahan, dan cinta ilmu, meski zaman terus berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI