Suara.com - Lama tak terdengar kabarnya, mantan Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni kembali membuat gebrakan. Dia dikabarkan baru saja lulus dari program doktor di Universitas Borobudur dengan jurusan Ilmu Hukum.
Untuk meraih gelar tersebut, Sahroni menulis disertasi yang bertema pemberantasan korupsi. Judul disertasinya "Pemberantasan Korupsi Melalui Prinsip Ultimum Remidium: Suatu Strategi Pengembalian Kerugian Keuangan Negara".
Mendengar kabar tersebut, publik pun bertanya-tanya apa akreditasi Universitas Borobudur yang menjadi kampus tempat Ahmad Sahroni menempuh jenjang S3.
Melansir laman resminya, Universitas Borobudur beralamatkan di Jalan Raya Kalimalang 1 Jakarta Timur. Institusi ini berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi dengan pendekatan inovatif dan berorientasi global.
Kampus menyelenggarakan berbagai jurusan seperti Ekonomi, Hukum, Teknik, Pertanian, Ilmu Komputer, Psikologi, dan Ilmu Kesehatan.
![Ahmad Sahroni. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/08/79656-ahmad-sahroni-ist.jpg)
Pada 7 November 2024, Universitas Borobudur merilis siaran resmi bahwa institusinya telah memperoleh akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Hal ini menjadi batu loncatan besar untuk universitas karena telah mengukir sejarah baru.
Pencapaian ini diresmikan dalam SK BAN-PT No. 2101/SK/BAN-PT/Ak/PT/XI/2024, yang menetapkan posisi Universitas Borobudur sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka, sejajar dengan universitas ternama negeri maupun swasta lainnya.
Dari rilis yang sama, Rektor Universitas Borobudur Bambang Bernanthos mengucapkan rasa syukur yang tiada tara atas terakreditasi Unggul Institusi Universitas Borobudur oleh BAN-PT.
Baca Juga: Sahroni Comeback, Ini Fakta Kemunculannya Usai Rumah Dijarah dan Dinonaktifkan NasDem
Dia menegaskan bahwa akreditasi unggul merupakan bukti nyata dari kualitas dan kinerja seluruh civitas academica dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.
Rektor mengapresiasi kinerja dari seluruh jajaran yang terlibat penuh dalah proses pencapaian akreditasi unggul ini.
Dalam waktu 7 bulan Universitas Borobudur berhasil meraih 4 akreditasi Unggul, termasuk program S-1 hingga S-3 Hukum yang merupakan jurusan yang diambil oleh Ahmad Sahroni.
Universitas Borobudur menyebut belum ada perguruan tinggi swasta lain yang bisa meraih prestasi akreditasi seperti kampus ini.
Lebih jauh, kampus menargetkan akreditasi unggul untuk program S-1 Manajemen dan S-3 Ekonomi.
Apabila sudah tercapai maka seluruh program doktor di Universitas Borobudur bisa dikategorikan sebagai institusi pendidikan program doktor terbaik.
Kontroversi Ahmad Sahroni

Kendati berhasil meraih pendidikan tinggi, karier politik Ahmad Sahroni tetap menuai kontroversi, utamanya saat duduk di kursi DPR RI.
Sahroni sempat dicopot Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dari parlemen karena dianggap tak lagi selaras dengan semangat restorasi Indonesia.
Sebelumnya Sahroni menyebut kata "tolol" kepada publik yang meminta DPR dibubarkan. Kemarahan publik ini dipicu oleh perilaku sejumlah anggota DPR yang tetap berlagak bak borjuis di tengah himpitan ekonomi masyarakat kelas pekerja.
Para anggota DPR bahkan menyebut rumah dinas mereka tidak layak dan memperoleh tunjangan tempat tinggal senilai Rp50 juta.
Setelah kemarahan publik, rumah Ahmad Sahroni yang mewah di kawasan Tanjung Priok pun ikut menjadi sasaran penjarahan.
Aksi yang semula hanya unjuk rasa ini berubah brutal menjadi perusakan dan penjarahan massal, meninggalkan jejak kehancuran yang signifikan.
Menurut keterangan yang dihimpun, kronologi kejadian bermula dari aksi unjuk rasa yang digelar di depan rumah Ahmad Sahroni. Namun, situasi dengan cepat memanas dan tidak terkendali.
Massa mulai melemparkan berbagai benda keras ke arah bangunan rumah, menyebabkan kaca-kaca jendela pecah berantakan dan merusak fasad bangunan megah tersebut.
Tak berhenti di situ, amukan massa semakin menjadi-jadi. Pagar rumah yang kokoh didobrak paksa, membuka akses bagi ratusan orang untuk masuk dan melancarkan aksi penjarahan.
Mereka menyebar ke seluruh penjuru rumah, mengobrak-abrik setiap ruangan untuk mencari barang berharga.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni