Suara.com - Pernah bertanya-tanya apa beda air mineral vs demineral? Meski sekilas terlihat sama saja, ternyata keduanya memiliki perbedaan besar dari sisi kandungan, manfaat, hingga efeknya bagi tubuh.
Air mineral dikenal baik untuk kesehatan karena membantu memenuhi kebutuhan mineral harian, sementara air demineral dianggap lebih murni dan cocok untuk keperluan medis atau alat tertentu.
Tapi, mana yang sebenarnya lebih baik untuk dikonsumsi setiap hari?
Agar lebih memahami perbedaan keduanya, berikut penjelasan lengkap tentang perbedaan air mineral dan demineral.
Air Mineral dan Manfaatnya
Air mineral adalah air yang berasal dari sumber mata air alami, biasanya di daerah pegunungan atau lapisan tanah yang dalam.
Proses pengolahannya sangat minimal, hanya melalui penyaringan ringan agar kotoran hilang tanpa mengubah kandungan mineral di dalamnya.
Karena bersumber dari alam, air mineral kaya akan zat-zat penting seperti kalsium, magnesium, kalium, dan natrium yang berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh.
Dengan kandungan alami tersebut, air mineral tidak hanya menghidrasi tubuh tetapi juga membantu memenuhi sebagian kecil kebutuhan nutrisi harian.
Menurut para ahli, mineral dalam air lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dari suplemen. Selain itu, rasa air mineral juga cenderung lebih segar dan sedikit "berisi" karena adanya kandungan elektrolit alami.
Air mineral juga diyakini dapat memberikan manfaat tambahan seperti menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolesterol jahat (LDL), menjaga fungsi otot, membantu pencernaan, hingga membuat kulit tampak lebih segar.
Air Demineral dan Manfaatnya
Air demineral atau purified water adalah air yang telah melalui proses pemurnian untuk menghilangkan hampir seluruh kandungan mineral dan garamnya.
Proses ini bisa dilakukan melalui beberapa metode, seperti distilasi, deionisasi, atau Reverse Osmosis (RO). Hasil akhirnya adalah air yang sangat murni, hanya mengandung molekul HO tanpa zat tambahan.
Kemurnian ini membuat air demineral banyak digunakan di dunia medis, laboratorium, hingga industri.
Dalam kehidupan sehari-hari, air ini juga bermanfaat untuk alat rumah tangga seperti setrika uap atau humidifier, karena tidak meninggalkan kerak mineral.
Untuk tubuh, air demineral dianggap aman diminum karena bebas dari logam berat dan bahan kimia berbahaya seperti timbal, merkuri, atau arsenik yang kadang terdapat pada air tanah biasa.
Namun, dari sisi nutrisi, air demineral tidak memberikan tambahan mineral apa pun bagi tubuh.
Air Mineral vs Demineral, Lebih Bagus Mana untuk Dikonsumsi?
Kalau dibandingkan dari sisi kandungan dan manfaatnya, air mineral cenderung lebih unggul untuk dikonsumsi sehari-hari.
Kandungan mineral alami seperti kalsium, magnesium, dan kalium memberikan manfaat nyata bagi kesehatan tulang, jantung, dan metabolisme tubuh.
Selain itu, rasanya yang lebih segar juga membuat kita lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan harian.
Sementara itu, air demineral memiliki keunggulan pada kemurniannya.
Jika dikonsumsi sesekali, tidak masalah. Tetapi, bila diminum terus-menerus dalam jangka panjang, bisa muncul risiko seperti ketidakseimbangan elektrolit, penurunan kadar kalsium dan magnesium, hingga gangguan tekanan darah.
Menurut laporan WHO, konsumsi air tanpa mineral secara berlebihan dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, dan gangguan tiroid.
Oleh karena itu, air demineral lebih disarankan bagi orang dengan kondisi khusus yang perlu membatasi mineral tertentu.
Demikianlah ulasan lengkap terkait beda air mineral vs demineral. Pastikan kamu tetap terhidrasi dengan baik setiap hari agar cairan tubuh selalu tercukupi.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas