Klaim Ramah Lingkungan Tisu Bambu Dipertanyakan, Produksi Masih Bergantung Batu Bara

Bimo Aria Fundrika

Senin, 03 November 2025 | 15:08 WIB
Klaim Ramah Lingkungan Tisu Bambu Dipertanyakan, Produksi Masih Bergantung Batu Bara
Ilustrasi Tisu (Unsplash @raphiella)
baca 10 detik
    • Studi Universitas Negeri Carolina Utara menemukan tisu bambu asal Cina menghasilkan emisi karbon lebih tinggi dibanding tisu kayu buatan Amerika Serikat.
    • Penyebab utamanya karena pabrik tisu di Cina masih sangat bergantung pada energi batu bara, bukan bahan bakunya.
    • Peneliti menilai transisi ke energi bersih lebih penting untuk menekan emisi dibanding sekadar mengganti bahan baku ke bambu.

Suara.com - Selama beberapa tahun terakhir, tisu berbahan dasar bambu asal Tiongkok banyak dipromosikan sebagai pilihan ramah lingkungan bagi konsumen yang ingin hidup lebih berkelanjutan.

Produk ini dianggap lebih hijau karena tidak berasal dari penebangan pohon di hutan. Namun, riset terbaru dari Amerika Serikat justru menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.

Penelitian dari Universitas Negeri Carolina Utara (North Carolina State University/NC State) menemukan bahwa tisu bambu buatan Cina tidak memberikan manfaat iklim yang signifikan dibanding tisu berbahan kayu yang diproduksi di Amerika Serikat.

Dalam beberapa aspek, bahkan justru lebih merusak lingkungan. Hasil riset ini dipublikasikan dalam jurnal Cleaner Environmental Systems dengan judul “Comparative life cycle assessment of bamboo-containing and wood-based hygiene tissue.”

Ilustrasi Tisu Pembersih Makeup. [Freepik]
Ilustrasi Tisu Pembersih Makeup. [Freepik]

Peneliti membandingkan jejak karbon dari proses produksi kedua jenis tisu tersebut. Mereka menemukan bahwa penggunaan bambu memang tidak menghasilkan gas rumah kaca lebih banyak dari kayu, tetapi permasalahan terletak pada sumber energi yang digunakan di Tiongkok.

Industri tisu di sana masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, terutama batu bara, yang meningkatkan emisi karbon secara drastis sepanjang rantai produksinya.

“Dalam hal emisi, teknologi yang digunakan jauh lebih berpengaruh dibanding jenis seratnya. Karena jaringan listrik Tiongkok masih bergantung pada batu bara, total emisi dari rantai pasokan tisu di sana lebih tinggi dibandingkan produk berbasis kayu dari Amerika yang memakai energi lebih bersih,” jelas Naycari Forfora, penulis utama studi dan kandidat doktor di NC State College of Natural Resources.

Secara angka, tisu bambu asal Tiongkok menghasilkan sekitar 2.400 kilogram CO per ton, sementara tisu kayu dari Amerika hanya sekitar 1.824 kilogram CO per ton.

Tak hanya itu, tisu bambu juga menimbulkan dampak lingkungan lain seperti kabut asap, gangguan pernapasan, dan risiko toksik bagi ekosistem air.

baca juga

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa dampak negatif ini bisa ditekan jika produksi tisu bambu dilakukan dengan energi bersih. Temuan ini menegaskan satu hal: mengganti bahan baku saja tidak cukup tanpa beralih ke teknologi rendah karbon.

Penulis: Muhamad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Pilihan AC 1/2 PK Mulai Rp2 Jutaan, Hemat Listrik dan Ramah Lingkungan

7 Pilihan AC 1/2 PK Mulai Rp2 Jutaan, Hemat Listrik dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:37 WIB

RDF Plant Rorotan, Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

RDF Plant Rorotan, Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 19:51 WIB

Transisi Energi Tak Hanya Soal Teknologi, Tapi Juga Inklusi dan Keadilan Sosial

Transisi Energi Tak Hanya Soal Teknologi, Tapi Juga Inklusi dan Keadilan Sosial

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:25 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×