- Gen Z dan Milenial berbeda gaya kerja, tetapi bisa saling melengkapi bila dikelola dengan empati.
- Generasi muda mengutamakan purpose dan fleksibilitas, sehingga perlu penyelarasan komunikasi di tempat kerja.
- Program Migunani & Co. membantu menjembatani perbedaan generasi agar kolaborasi lebih efektif.
CEO Migunani & Co., Ninien Irnawati, menekankan bahwa masalah kolaborasi bukan hanya soal gaya komunikasi, tetapi soal empati.
“Tempat kerja saat ini adalah perpaduan nilai dan perspektif yang kaya. Ketika dikelola dengan empati, keberagaman usia dapat memperkuat budaya dan performa organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sheilla Quinita, CCO Migunani & Co., menambahkan bahwa pendekatan mereka tidak bertujuan mengunggulkan satu generasi di atas lainnya.
“Kami tidak ingin menonjolkan satu generasi di atas yang lain. Tujuan kami adalah membangun konektivitas manusia,” tuturnya.
Berikut 5 cara praktis untuk membangun kolaborasi yang lebih hangat dan efektif antar generasi:
1. Dengarkan Sebelum Merespons
Setiap generasi membawa konteks pengalaman yang berbeda. Praktik active listening membantu mengurangi asumsi dan membuka ruang dialog yang lebih sehat.
2. Samakan Bahasa Komunikasi
Gen Z mungkin nyaman dengan pesan singkat, sementara generasi sebelumnya terbiasa dengan email formal. Kesepakatan mengenai cara dan gaya komunikasi membantu menyelaraskan ritme kerja.
3. Fokus pada Tujuan, Bukan Gaya Kerja
Alih-alih memperdebatkan metode, perkuat kesepahaman pada tujuan bersama. Fleksibilitas dapat mengurangi konflik dan meningkatkan hasil.
4. Rayakan Perbedaan Sebagai Kekuatan
Generasi lebih senior menyumbang pengalaman dan stabilitas; generasi lebih muda membawa perspektif segar dan kecepatan eksekusi. Keduanya saling melengkapi.
5. Bangun Ruang Percakapan yang Aman
Budaya berbagi pengalaman jauh lebih efektif dibandingkan sekadar sosialisasi kebijakan atau pelatihan satu arah.
Membangun Budaya Kerja Baru yang Lebih Adaptif
Perbedaan antara Gen Z dan Milenial tidak seharusnya dilihat sebagai jurang, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang saling melengkapi.
Milenial membawa kedalaman pengalaman dan kemampuan memetakan konteks; Gen Z membawa kecepatan eksekusi dan intuisi teknologi yang kuat. Ketika dua perspektif ini bertemu, organisasi bisa bergerak lebih cepat tanpa kehilangan arah.
Melalui rangkaian diskusi berkelanjutan di Jakarta, program Bridging Generations at Work juga menghadirkan kesempatan bagi peserta untuk memahami lebih dalam cara kerja lintas generasi, sekaligus mengenalkan layanan utama Migunani & Co., mulai dari recruitment services hingga corporate training dan executive coaching—yang berakar pada filosofi people-first dan impact-driven.
Pada akhirnya, kolaborasi antar generasi bukan soal siapa yang lebih benar atau lebih relevan, melainkan bagaimana setiap orang memahami ritme masing-masing dan bergerak menuju tujuan yang sama.