Beda Karier Gusti Purbaya vs KGPH Mangkubumi, Berebut Jadi Raja Solo PB XIV

Ruth Meliana Suara.Com
Selasa, 18 November 2025 | 11:30 WIB
Beda Karier Gusti Purbaya vs KGPH Mangkubumi, Berebut Jadi Raja Solo PB XIV
Gusti Purbaya, KGPH Mangkubumi [kolase]

Suara.com - Gusti Purbaya dan KGPH Mangkubumi berebut tahta raja Solo usai meninggalnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (PB XIII) pada Minggu pagi, 2 November 2025. Perebutan tahta terus diperdebatkan hingga hari ini kendati Gusti Purbaya telah berikrar naik takhta di hadapan PB XIII, Rabu (5/11/2025).

Ikrar dilaksanakan sebelum jenazah PB XIII diberangkatkan ke Makam Raja-raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sejak ikrar diucapkan, seharusnya Gusti Purbaya resmi bergelar PB XIV. Beda karier Gusti Purbaya VS KGPH Mangkubumi pun disorot atas perebutan takhta ini.

Pendidikan Gusti Purbaya

kolase Gusti Purbaya dan KGPH Mangkubumi
kolase Gusti Purbaya dan KGPH Mangkubumi

 

 

Dari segi latar belakang pendidikan, Gusti Purbaya memang terlihat jauh lebih modern dibanding saudara tuanya, KGPH Mangkubumi. Gusti Purbaya diketahui mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Muhammadiyah 1 di Kota Solo. Kemudian, melanjutkan jenjang SMP dan SMA di Semesta Billingual Boarding School Semarang.

Pendidikan tingginya pun tak kalah mentereng. Raja kelahiran 2003 ini berkuliah S-1 di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Tahun 2025 ini, Gusti Purbaya mulai menempuh studi Magister Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sejauh ini tidak ada data yang menyebutkan karier profesional Gusti Purbaya. Dia diketahui masih sangat muda dan kini tengah fokus pada pendidikan.

Pendidikan KGPH Mangkubumi

kolase Gusti Purbaya dan KGPH Mangkubumi (Ist)
kolase Gusti Purbaya dan KGPH Mangkubumi (Ist)

 

Sebaliknya, KGPH Mangkubumi justru telah malang-melintang mengurus Keraton Solo.

Dia meniti karier dengan menjabat sebagai Pengageng Kasentanan dan Pengageng Museum Suaka Budaya Keraton Surakarta, yang menunjukkan keterlibatannya dalam pelestarian budaya dan administrasi keraton.

Hanya saja, tidak diketahui latar belakang pendidikan KGPH Mangkubumi, mulai dari sekolah hingga universitas tempatnya mengenyam pendidikan tinggi.

Baca Juga: Adu Pendidikan Gusti Purbaya vs KGPH Mangkubumi yang Berebut Tahta Raja Solo

Siapa yang Lebih Berhak Menjadi Raja?

Mendiang Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi. PB XIII wafat di Rumah Sakit Indriarti, Sukoharjo, Minggu (2/11/2025) pagi. [Soloaja]
Mendiang Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi. PB XIII wafat di Rumah Sakit Indriarti, Sukoharjo, Minggu (2/11/2025) pagi. [Soloaja]

 

Dari perseteruan antara Gusti Purbaya dan KGPH Mangkubumi, muncul pertanyaan siapa yang lebih berhak menjadi raja? Secara umum, penentuan raja bisa dilihat silsilah keturunan.

Silsilah Gusti Purbaya, yang bergelar KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, memiliki keunggulan lantaran sejalan dengan tradisi keraton.

Kendati berstatus sebagai putra bungsu PB XIII, Gusti Purbaya merupakan putra tunggal yang lahir dari Permaisuri, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwana Pradapaningsih.

Dalam hierarki kerajaan, status ibu sebagai permaisuri atau garwa padmi memberikan Purbaya legitimasi yang sangat kuat. Posisi Purbaya seringkali lebih diutamakan dibandingkan putra sulung yang lahir dari istri selir atau garwa ampeyan. Posisi anak istri selir ini justru disandang oleh KGPH Mangkubumi.

Selain itu, dia pun secara formal telah dinobatkan oleh mendiang PB XIII sebagai putra mahkota pada Februari 2022 lalu, menegaskan bahwa penunjukannya adalah kehendak langsung dari Raja sebelumnya.

Di lain sisi, KGPH Mangkubumi memiliki klaim yang didasarkan pada senioritas. Mangkubumi adalah putra tertua dari semua anak laki-laki PB XIII. Dia lahir pada 5 Februari 1985 dari istri kedua PB XIII, KRAy Winarni.

Secara usia, Mangkubumi jauh lebih matang. Dia telah berpuluh-puluh tahun terlibat dalam dinamika Keraton, termasuk berhubungan dengan orang-orang di luar Keraton dalam pengelolaan museum. Mangkubumi selama ini memang terlibat langsung dalam pelestarian budaya keraton.

Namun demikian, untuk memahami konflik internal keraton, dan siapa yang sebenarnya berhak menjadi raja, bisa dilihat dari silsilah keturunan PB XIII. KGPH Mangkubumi lahir dari pernikahan raja dengan istri kedua yakni KRAy Winarni.

Selain Mangkubumi, lahir pula dua putri lain, namun satu di antaranya wafat. Sementara dari pernikahan pertama, PB XIII tidak dikaruniai putra. Hal ini menjadikan posisi Mangkubumi sebagai putra tertua.

Sementara itu, Gusti Purbaya lahir dari pernikahan PB XIII dengan istri ketiga namun diakui sebagai permaisuri, GKR Pakubuwana. Suksesi di Keraton tidak hanya dipandang dari urutan lahir, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh status ibu, dan titah penunjukan dari Raja Solo yang berkuasa.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI