Suara Penyandang Disabilitas di Forum Iklim: Tuntutan Keadilan di Tengah Krisis

M. Reza Sulaiman

Rabu, 19 November 2025 | 14:23 WIB
Suara Penyandang Disabilitas di Forum Iklim: Tuntutan Keadilan di Tengah Krisis
Ilustrasi - aksi darurat iklim di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (25/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) mendesak pemerintah Indonesia memasukkan penyandang disabilitas dalam kerangka kerja iklim UNFCCC karena kerentanan mereka tinggi.
  • Ketua Umum PJS, Yeni Rossa Damayanti, menyampaikan tuntutan ini kepada Menteri Lingkungan Hidup pada COP30 di Belem, Brasil, Senin (17/11/2025).
  • PJS menuntut prinsip partisipasi penuh "Nothing About Us Without Us" agar kebijakan iklim tidak lagi mengabaikan kebutuhan kelompok disabilitas.

Suara.com - Di dalam rapat yang padat dan layar monitor penuh dengan grafik pemanasan global, ada satu kelompok yang kehadirannya nyaris tak terlihat. Mereka duduk di barisan belakang, mendengar, menunggu, tetapi jarang diajak bicara.

Mereka adalah penyandang disabilitas, kelompok yang paling rentan terhadap dampak krisis iklim, namun paling jarang masuk dalam lingkar perumusan kebijakan.

“Tak seorang pun boleh ditinggalkan.” Slogan ini mendorong Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) untuk meminta pemerintah Indonesia mengakui penyandang disabilitas sebagai bagian resmi dari kerangka kerja iklim PBB (UNFCCC).

Mereka menekankan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi pihak yang duduk di meja yang sama, alih-alih sekadar kelompok yang “dibantu bila sempat”.

Seruan itu disampaikan langsung oleh Yeni Rossa Damayanti, Ketua Umum PJS, kepada Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat COP30 di Belem, Brasil, Senin (17/11/2025) lalu.

Yeni menegaskan bahwa banyak kebijakan iklim Indonesia masih “buta terhadap keberadaan disabilitas”. Tak ada penyebutan eksplisit, tak ada penegasan prioritas, dan akibatnya, perlindungan negara kerap berakhir hanya untuk mereka yang paling mudah dijangkau.

Padahal, di tengah krisis iklim, penyandang disabilitas memikul risiko berlapis. Program adaptasi sering kali tak aksesibel, jalur partisipasi publik menutup pintu lebih cepat bagi mereka, sementara transisi energi yang digadang-gadang sebagai masa depan justru bisa menambah biaya hidup keluarga yang sudah rapuh secara ekonomi.

Dalam forum COP30, Yeni meminta delegasi Indonesia memastikan penyandang disabilitas masuk dalam seluruh proses kebijakan iklim: dari tahap penyusunan rencana nasional adaptasi, strategi mitigasi, hingga pemantauan dan pelaporan.

“Pemerintah harus menegakkan prinsip ‘Nothing About Us Without Us’ dalam COP30 sehingga penyandang disabilitas dilibatkan sebagai aktor dan mitra, bukan sekadar penerima bantuan,” ujar Yeni.

baca juga

PJS menegaskan bahwa konferensi iklim sebesar apa pun tidak memiliki makna jika kelompok paling rentan tetap tidak dijangkau. Kebijakan iklim, secanggih apa pun, akan gagal bila tidak menyentuh mereka yang paling membutuhkan perlindungan.

(Muhamad Ryan Sabiti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat

Garis Pertahanan Terakhir Gagal? Batas 1,5C Akan Terlampaui, Krisis Iklim Makin Gawat

News | Selasa, 18 November 2025 | 12:35 WIB

Peneliti: Pemanasan Arktik dan Antartika Bisa Picu Gelombang Penyakit di Dunia

Peneliti: Pemanasan Arktik dan Antartika Bisa Picu Gelombang Penyakit di Dunia

News | Kamis, 13 November 2025 | 15:37 WIB

Bukan Cuma Jakarta, Ini 10 Kota Paling 'Beracun' di Dunia yang Bikin Sesak Napas

Bukan Cuma Jakarta, Ini 10 Kota Paling 'Beracun' di Dunia yang Bikin Sesak Napas

Your Say | Rabu, 12 November 2025 | 13:16 WIB

Diwawancara Pramono, Zidan Penyandang Disabilitas Diterima Kerja di Transjakarta

Diwawancara Pramono, Zidan Penyandang Disabilitas Diterima Kerja di Transjakarta

News | Senin, 10 November 2025 | 16:18 WIB

Zidan Pria Disabilitas Diterima Kerja PT Transjakarta, Ucap Terima Kasih ke Pramono Anung

Zidan Pria Disabilitas Diterima Kerja PT Transjakarta, Ucap Terima Kasih ke Pramono Anung

Entertainment | Minggu, 09 November 2025 | 13:13 WIB

Bagaimana Krisis Iklim Membuat Hutan Dunia Kehilangan Kemampuannya Menyerap Karbon?

Bagaimana Krisis Iklim Membuat Hutan Dunia Kehilangan Kemampuannya Menyerap Karbon?

News | Jum'at, 07 November 2025 | 13:35 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×