Benarkah Gunung Semeru Adalah Paku Pulau Jawa? Inilah Sejarah dan Legendanya

Farah Nabilla

Kamis, 20 November 2025 | 12:57 WIB
Benarkah Gunung Semeru Adalah Paku Pulau Jawa? Inilah Sejarah dan Legendanya
Warga melintasi jalur Curah Kobokan saat asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (28/12/2024). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz]

Suara.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menarik perhatian publik setelah mengalami erupsi dahsyat pada Rabu, 19 November 2025 kemarin. Letusan ini meluncurkan awan panas sejauh 13 kilometer, memaksa status gunung dinaikkan menjadi level IV (Awas) dan menahan 178 pendaki di kawasan Ranu Kumbolo.

Hingga kini, asap kelabu masih terlihat mengepul dari puncak tertinggi Pulau Jawa ini. Petugas terus memantau kondisi sambil menghimbau warga menjauh dari sisi tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 20 kilometer dari puncak, serta menjaga jarak 500 meter dari jalur aliran lahar di bantaran sungai.

Di tengah aktivitas vulkaniknya yang mengancam, banyak yang bertanya-tanya: benarkah Gunung Semeru adalah "Paku Pulau Jawa" seperti yang diceritakan dalam legenda kuno? Simak penjelasan berikut ini.

Asal-Usul Gunung Semeru Sebagai Paku Pulau Jawa

ARSIP: Gunung Semeru meletus. [Dok. Antara]
ARSIP: Gunung Semeru meletus. [Dok. Antara]

Jauh sebelum menjadi destinasi favorit para pendaki, Gunung Semeru telah diabadikan dalam Kitab Tantu Pagelaran, sebuah naskah kuno abad ke-15 yang mengisahkan asal-usul mistis gunung ini. Menurut legenda tersebut, Pulau Jawa pada masa lampau terus terombang-ambing di tengah samudra akibat terjangan ombak yang ganas.

Melihat kondisi ini, para dewa di kahyangan menggelar pertemuan untuk mencari solusi. Keputusannya? Memindahkan Gunung Mahameru dari India untuk dijadikan "paku" yang menancapkan Pulau Jawa agar stabil.

Dalam misi pemindahan yang epik ini, Dewa Wisnu berubah wujud menjadi kura-kura raksasa yang menggendong Gunung Mahameru di punggungnya. Sementara Dewa Brahma menjelma sebagai ular naga untuk mengikatkan gunung tersebut dengan kokoh.

Ketika tiba di Pulau Jawa, para dewa awalnya meletakkan Gunung Mahameru di bagian barat. Namun hal ini justru menciptakan masalah baru karena bagian timur pulau menjadi terangkat dan tidak seimbang. Dalam perjalanan memindahkannya ke timur, serpihan gunung yang tercecer membentuk deretan pegunungan yang membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa seperti yang kita kenal sekarang.

Bahkan setelah berhasil dipindahkan ke timur, posisi Pulau Jawa masih belum stabil. Akhirnya, para dewa memutuskan untuk memotong ujung Gunung Mahameru. Potongan ini kemudian diletakkan di wilayah barat laut dan diberi nama Gunung Pawitra, yang kini dikenal sebagai Gunung Penanggungan di Jawa Timur. Sedangkan bagian utama gunung tetap berada di timur dengan nama Gunung Semeru atau Mahameru.

Fakta Geologis di Balik Mitos Gunung Semeru

Gunung Semeru Erupsi (ANTARA/HO-PVMBG)
Gunung Semeru Erupsi (ANTARA/HO-PVMBG)

Terlepas dari kisah mitologisnya yang memikat, Gunung Semeru memiliki sejarah geologis yang tidak kalah menarik. Berdiri megah dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, Semeru adalah puncak tertinggi di Pulau Jawa dan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Kerinci (3.805 mdpl) dan Rinjani (3.736 mdpl).

baca juga

Secara ilmiah, Gunung Semeru terbentuk akibat proses subduksi, sebuah fenomena tektonisme di mana Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Proses ini menciptakan zona vulkanik aktif yang membentuk deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa.

Meski sains modern telah menjelaskan proses pembentukan Gunung Semeru, legenda dari Kitab Tantu Pagelaran tetap hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat Jawa. Kisah ini tidak sekadar dongeng, melainkan bagian dari identitas budaya yang menghubungkan generasi masa lalu dengan masa kini.

Pengaruh Hindu-Buddha yang kental dalam legenda ini dengan tokoh-tokoh seperti Dewa Wisnu, Brahma, dan Siwa mencerminkan warisan sejarah Nusantara yang kaya. Cerita ini terus diwariskan secara turun-temurun, mengingatkan kita bahwa setiap gunung bukan hanya formasi geologi, tetapi juga rumah bagi narasi spiritual yang mendalam.

Kekinian saat Gunung Semeru kembali menunjukkan kekuatannya melalui erupsi pada 19 November 2025, kita diingatkan bahwa sang "Paku Pulau Jawa" masih aktif menjaga keseimbangan, baik secara mitologis maupun geologis.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Gunung Semeru Terkini Kamis Pagi, Status Darurat Tertinggi

7 Fakta Gunung Semeru Terkini Kamis Pagi, Status Darurat Tertinggi

News | Kamis, 20 November 2025 | 10:08 WIB

Jejak Erupsi Gunung Semeru Sejak 1818, Letusan Terbaru Tahan 178 Pendaki di Ranu Kumbolo

Jejak Erupsi Gunung Semeru Sejak 1818, Letusan Terbaru Tahan 178 Pendaki di Ranu Kumbolo

Lifestyle | Kamis, 20 November 2025 | 10:11 WIB

Erupsi, Gunung Semeru Ditetapkan Berstatus Awas

Erupsi, Gunung Semeru Ditetapkan Berstatus Awas

Foto | Kamis, 20 November 2025 | 06:30 WIB

Kondisi Gunung Semeru Meningkat ke Level Awas, 300 Warga Dievakuasi

Kondisi Gunung Semeru Meningkat ke Level Awas, 300 Warga Dievakuasi

News | Rabu, 19 November 2025 | 21:46 WIB

Terkini

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:10 WIB

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

×