Studi: Banyak Makanan Anjing Rumahan Tidak Penuhi Kebutuhan Gizi

Ruth Meliana

Rabu, 26 November 2025 | 15:43 WIB
Studi: Banyak Makanan Anjing Rumahan Tidak Penuhi Kebutuhan Gizi
Ilustrasi memberi makan anjing peliharaan (Pexels)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa makanan anjing buatan sendiri, yang sering dilakukan di kalangan pemilik hewan peliharaan, ternyata sering kali tidak memenuhi standar gizi dasar yang dibutuhkan anjing untuk tetap sehat.

Temuan ini dipublikasikan oleh Dog Aging Project (DAP), sebuah proyek penelitian berskala nasional yang menganalisis pola makan dan kesehatan puluhan ribu anjing di Amerika Serikat.

Dalam riset tersebut, para ilmuwan meninjau 1.726 resep makanan rumahan yang dilaporkan langsung oleh pemilik anjing. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: sebagian besar resep tidak mencapai standar nutrisi yang diakui oleh Food & Drug Administration (FDA) maupun Association of American Feed Control Officials (AAFCO), dua lembaga yang menjadi acuan dalam pemenuhan nutrisi hewan peliharaan.

Peneliti dari Virginia Tech, Janice O’Brien, mengutip dari Earth.com (25/11/2025), menyebut hanya enam persen dari resep tersebut yang berpotensi memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap.

Namun, angka itu bukan jaminan karena penelitian tidak memasukkan takaran pasti bahan yang digunakan pemilik. Artinya, jumlah resep yang benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anjing kemungkinan lebih kecil dari itu.

Untuk menilai keakuratan nutrisi, tim memasukkan bahan-bahan resep ke dalam alat formulasi daring bernama Balance It, yang mengikuti rekomendasi standar nutrisi resmi. Sistem ini membantu mengidentifikasi kekurangan vitamin, mineral, asam amino, maupun asam lemak esensial.

Banyak pemilik yang tidak menakar bahan secara tepat, sehingga analisis fokus pada “potensi kelengkapan gizi” dan bukan penilaian mutlak terhadap tiap resep.

Dokter hewan sekaligus ahli nutrisi hewan kecil dari Texas A&M, Katie Tolbert, mengatakan bahwa banyak pemilik tergoda untuk mengganti atau menghilangkan bahan tertentu ketika memasak makanan anjing. Padahal, sedikit perubahan saja bisa menggeser kadar nutrisi menjadi tidak seimbang.

Ia mencontohkan unsur kalsium, yang wajib ditambahkan untuk menyeimbangkan fosfor dari daging. Jika elemen ini hilang, anjing berisiko mengalami gangguan tulang, termasuk kondisi rubber jaw, di mana tulang menjadi lunak seperti tulang rawan. Ketidakseimbangan ini juga dapat merusak fungsi ginjal.

baca juga

Risiko kesalahan makin besar pada anjing dengan penyakit tertentu—seperti gagal ginjal, gangguan pencernaan, pankreatitis, alergi makanan, atau masalah hormonal. Tolbert menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi tiap anjing berbeda, dan diet yang aman untuk satu anjing dapat berbahaya bagi anjing lain.

Karena itu, ia menyarankan agar pemilik selalu berkonsultasi dengan dokter hewan dan, jika memungkinkan, bekerja sama dengan ahli nutrisi hewan bersertifikat.

Selain memastikan nutrisi terpenuhi, pemilik juga harus menghindari bahan-bahan berbahaya seperti tulang utuh yang berisiko menyebabkan penyumbatan atau kerusakan gigi. Bahkan perubahan kecil seperti mengganti minyak atau jenis biji-bijian dapat mengacaukan keseimbangan lemak dan mikronutrien dalam makanan.

Untuk memastikan diet rumahan aman dalam jangka panjang, Tolbert menyarankan pemilik mengirim sampel makanan ke laboratorium secara berkala, melakukan pengukuran berat badan, serta memeriksakan kondisi tubuh dan darah sesuai rekomendasi dokter hewan. Langkah ini dapat membantu mendeteksi kekurangan nutrisi sejak awal.

DAP yang melibatkan lebih dari 50.000 anjing memberikan wawasan luas tentang pola diet rumahan di lapangan. Dengan skala besar itu, hasil penelitian menunjukkan satu pesan tegas: sebagian besar makanan anjing buatan sendiri tidak memenuhi nutrisi lengkap tanpa panduan ahli.

Balance It, yang turut digunakan dalam penelitian, juga direkomendasikan sebagai alat bantu bagi pemilik untuk meracik resep yang sesuai standar.

Peneliti menekankan bahwa makanan anjing rumahan bisa menjadi pilihan sehat, namun harus diperlakukan layaknya resep ilmiah, bukan improvisasi dapur. Ketepatan bahan, panduan ahli, dan pemantauan rutin menjadi kunci agar makanan rumahan benar-benar mendukung kesehatan anjing.

Studi ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Veterinary Research.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cari Potongan Rahang Alvaro, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Sisir Sungai di Bogor

Cari Potongan Rahang Alvaro, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Sisir Sungai di Bogor

News | Rabu, 26 November 2025 | 12:22 WIB

Panduan Nutrisi Anak: 7 Makanan Super yang Wajib Ada di Menu Harian

Panduan Nutrisi Anak: 7 Makanan Super yang Wajib Ada di Menu Harian

Your Say | Selasa, 25 November 2025 | 16:34 WIB

Pramono Anung Resmi Larang Jual Beli Daging Kucing dan Anjing di Jakarta

Pramono Anung Resmi Larang Jual Beli Daging Kucing dan Anjing di Jakarta

News | Selasa, 25 November 2025 | 13:55 WIB

Terkini

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

×