Bukan Lagi Jerawatan, Remaja Kini Datang ke Klinik Agar Wajah Lebih Tirus

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 30 November 2025 | 07:42 WIB
Bukan Lagi Jerawatan, Remaja Kini Datang ke Klinik Agar Wajah Lebih Tirus
Ilustrasi remaja perawatan di klik kecantikan. [Pexels/Anna Shvets]
baca 10 detik
  • Tren perawatan remaja bergeser dari masalah jerawat menjadi fokus meniruskan wajah serta menghilangkan lemak pipi.
  • Dokter kecantikan mencatat remaja memilih prosedur penirusan wajah karena masalah percaya diri.
  • Mayoritas remaja yang datang ke klinik kecantikan untuk membuat pipi dan dagu lebih tirus, cenderung ingin membuang lemak di area tertentu.

Suara.com - Dokter kecantikan mengakui semakin banyak remaja yang pilih meniruskan wajah alias contouring, karena tidak percaya diri hingga alami bullying saat di sekolah.

Kondisi ini sangat berbeda dibanding tren perawatan kecantikan sebelumnya, di mana remaja usia di bawah 20 tahun datang ke klinik karena alami wajah berjerawat.

“Jadi biasanya kalau untuk usia di bawah, yang masih remaja di bawah 20 tahun, itu kadang mereka bermasalah baru mereka datang. Jadi kayak yang itu jerawatan,” ujar Pakar Biomedik, dr. Sherla Wijoyo, M. Biomed (AAM).

“Tapi bisa juga sih dari beberapa, misalnya ada yang datang untuk contouring, misalnya dia nggak pede di sekolah, karena mungkin dia dibully dibilang chubby,” sambung dokter yang juga Pendiri Solace Everglow Clinic di Makassar ini.

Remaja yang ingin melakukan contouring untuk membuat pipi dan dagu lebih tirus ini cenderung ingin membuang lemak di area tertentu. Menurut dr. Sherla, beberapa remaja tersebut mengaku sudah menjalani diet namun lemak di pipi ternyata sulit dikurangi atau dihilangkan.

“Nah itu biasanya ada beberapa pasien remaja pengen hilangin lemaknya. Dia udah berusaha diet, tapi ternyata cabinya tetap ada. Nah itu biasanya harus ditreatment,” papar dr. Sherla.

Meski terjadi pergeseran tren perawatan kecantikan pada remaja, dr. Sherla memastikan klien yang datang melakukan perawatan ke kliniknya mayoritas berusia 30 hingga 50 tahunan. Mereka yang datang umumnya mengeluhkan masalah aging atau penuaan.

“Nah itu yang pasti merasa sudah konsen sama aging-nya, dengan penuaannya dia, karena sudah mulai ada tanda-tanda penuaan pada saat di atas umur 30 tahun. Nah di situ baru pasiennya mulai konsen. Oh ini udah ada garis-garis nih, udah mulai ada bintik-bintik hitam,” papar dr. Sherla.

Berbeda dibanding contouring yang mulai diperhatikan remaja yang ingin meniruskan wajah. Maka untuk menghilangkan garis halus dan bintik-bintik hitam atau melasma membutuhkan pico laser seperti Pico Biaxis.

baca juga

“Nah itu baru biasanya, makanya kita menghadirkan treatment pico laser, karena kita pikir, emang ini yang dibutuhkan pasien kebanyakan saat ini,” paparnya.

Ia menjelaskan pico laser bisa mengatasi masalah hiperpigmentasi atau kulit cenderung lebih gelap dari warna aslinya. Teknologi ini bekerja dengan cara menghilangkan pigmen di dalam kulit tanpa merusak kulit bagian luar. Hasil dari perawatan pico laser umumnya dapat terlihat setelah 4 hingga 5 kali melakukan perawatan.

Apalagi saat ini di atas usia 30 tahun, cenderung kerap lebih sulit menghilangkan bintik hitam bekas jerawat atau efek paparan sinar matahari.

“Jadi bisa jadi pigmentasinya itu bisa karena jerawat, karena kena matahari, gosong, kayak gitu. Nah itu bisa, tapi yang namanya bintik hitam, itu harus dikombinasi dengan treatment lain,” ungkap dr. Sherla yang baru menghadirkan Pico Biaxis dan OxyGeneo (Geneo+) di kliniknya.

Ia menambahkan, setelah melakukan perawatan tidak lantas menjadikan pasien tersebut terbebas dari perawatan. Ini karena bintik hitam bisa kembali muncul jika tidak didampingi dengan pemakaian skincare yang tepat hingga terlindung dari sinar matahari.

“Dan itu harus di-maintenance. Biasanya maintenance-nya itu dengan skincare,” pungkas dr. Sherla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Rekomendasi Bedak untuk Remaja yang Bikin Glowing, Tahan Hingga Seharian

9 Rekomendasi Bedak untuk Remaja yang Bikin Glowing, Tahan Hingga Seharian

Lifestyle | Selasa, 25 November 2025 | 22:12 WIB

5 Compact Powder untuk Remaja yang Murah, Wajah Flawless Tanpa Kantong Jebol

5 Compact Powder untuk Remaja yang Murah, Wajah Flawless Tanpa Kantong Jebol

Lifestyle | Selasa, 25 November 2025 | 09:50 WIB

5 Rangkaian Skincare Murah untuk Remaja, dari Sabun Cuci Muka sampai Sunscreen

5 Rangkaian Skincare Murah untuk Remaja, dari Sabun Cuci Muka sampai Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 22 November 2025 | 17:01 WIB

Terkini

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kodam Benarkan Prajurit TNI dari Kodim Langkat Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu di Pekanbaru

Kodam Benarkan Prajurit TNI dari Kodim Langkat Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu di Pekanbaru

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Pakar Hukum Soroti Fenomena Trial by Press dalam Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

Pakar Hukum Soroti Fenomena Trial by Press dalam Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:08 WIB

×