Suara.com - Ketika rumah terendam air, salah satu bagian yang paling rentan rusak adalah dinding. Struktur ini menyerap air dengan cepat, menyebabkan permukaan mengelupas, muncul jamur, hingga kerusakan material yang lebih parah. Tidak heran jika banyak pemilik rumah bertanya-tanya bagaimana seharusnya menangani dinding setelah banjir agar hunian kembali aman dan nyaman.
Kerusakan dinding setelah banjir tidak selalu terlihat langsung. Ada yang muncul dalam hitungan jam, tetapi ada juga yang baru terlihat beberapa hari kemudian. Hal inilah yang membuat banyak orang bingung, terutama ketika ingin tahu apakah dinding perlu diganti setelah banjir?
Kondisi setiap rumah berbeda, sehingga Anda perlu memahami bagaimana mengevaluasi kerusakannya dan mengambil langkah pemulihan yang tepat. Artikel ini membantu Anda mengenali tanda kerusakan, cara mengatasinya, hingga rekomendasi material dinding yang bagus untuk daerah banjir.
Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir?
![Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/28/97141-banjir-aceh-banjir-di-aceh.jpg)
Jawabannya tergantung pada tingkat kerusakan dan material yang digunakan. Tidak semua dinding setelah banjir harus diganti total.
Jika dinding hanya lembap pada permukaan, mungkin cukup dikeringkan dan diperbaiki dengan lapisan cat atau plamir baru. Namun, jika material dinding sudah rapuh, berjamur parah, atau air telah meresap jauh ke bagian dalam, maka penggantian sering kali menjadi pilihan yang lebih aman.
Beberapa tanda bahwa dinding sebaiknya diganti:
- Tekstur berubah menjadi lembek atau mudah hancur saat ditekan.
- Muncul jamur hitam atau hijau yang sulit dibersihkan.
- Bau lembap tidak hilang meskipun dinding sudah dikeringkan.
- Keretakan membesar setelah dinding terkena banjir.
Jika dinding setelah banjir menunjukkan gejala-gejala ini, Anda sebaiknya mempertimbangkan perbaikan besar atau penggantian total agar rumah Anda tetap sehat dan aman untuk ditempati.
Cara Mengatasi Dinding Rusak Setelah Banjir
![Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/28/70546-banjir-aceh-banjir-di-aceh.jpg)
Untuk membantu Anda menanganinya, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Keringkan area secepat mungkin
Baca Juga: Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB
Gunakan kipas angin, blower, atau buka ventilasi selebar mungkin. Semakin cepat dinding kering, semakin kecil risiko munculnya jamur dan kerusakan struktural.
2. Bersihkan lumpur dan kotoran
Lumpur yang menempel pada dinding setelah banjir bisa mempercepat pertumbuhan jamur. Gunakan sikat dan air bersih untuk menghilangkan kotoran sebelum melakukan perbaikan.
3. Gunakan cairan anti jamur
Setelah dinding bersih dan agak kering, semprotkan cairan anti jamur untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan.
4. Periksa struktur dinding