Sinopsis Film Becoming Human, Ini Alasan Menang Golden Hanoman JAFF 2025

Ruth Meliana

Minggu, 07 Desember 2025 | 01:14 WIB
Sinopsis Film Becoming Human, Ini Alasan Menang Golden Hanoman JAFF 2025
film Becoming Human (dok. Anti-Archive/Becoming Human)
baca 10 detik
  • Film Kamboja berjudul Becoming Human karya sutradara Polen Ly memenangkan Golden Hanoman JAFF 2025.
  • Film ini adalah debut drama supernatural tahun 2025 tentang roh penjaga bioskop menghadapi perubahan sosial.
  • Juri memuji film ini karena menyajikan puisi visual liris mengenai ingatan, kehilangan, dan transformasi kolektif.

Suara.com - Film Becoming Human sukses meraih film terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Film Kamboja ini membawa pulang penghargaan Golden Hanoman JAFF 2025 melalui kategori main competition.

Tentu sinopsis Becoming Human turut membuat penasaran kamu, khususnya sinefil. Biar gak kepo lagi, yuk intip sinopsis film Becoming Human, serta alasan film karya sutradara Polen Ly ini bisa menang film terbaik JAFF 2025.

Sinopsis Becoming Human

Film Becoming Human merupakan debut film panjang dari sutradara asal Kamboja, Polen Ly, yang dirilis pada tahun 2025. Film ini bergenre drama supernatural dengan sentuhan realisme magis, yang memadukan elemen spiritual tradisional Kamboja dengan isu kontemporer seperti perubahan sosial dan hilangnya warisan budaya.

Diproduksi oleh Anti-Archive dan didistribusikan oleh Lights On, film berdurasi 99 menit ini ditayangkan perdana di Biennale Cinema 2025 sebagai bagian dari Biennale College Cinema.

Dengan bahasa Khmer sebagai bahasa utama, Becoming Human menampilkan akting memukau dari Savorn Serak dan Piseth Chhun sebagai pemeran utama.

Sutradara Polen Ly, yang lahir dari keluarga korban genosida Kamboja, menggunakan film ini sebagai meditasi pribadi tentang trauma masa lalu dan harapan masa depan.

Sinopsis Becoming Human berpusat pada Thida, seorang roh penjaga bioskop tua yang menghadapi ancaman pembongkaran. Sebagai hantu, Thida telah lama menjaga tempat itu, yang melambangkan kenangan kolektif masyarakat Kamboja.

Namun, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menerima kelahiran kembali ke dunia manusia atau tetap sebagai roh abadi. Kehidupannya yang tenang terganggu ketika ia bertemu dengan Hai, seorang pria hidup yang sedang berjuang dengan realitas sehari-hari di tengah perubahan pesat negara mereka.

baca juga

Hubungan mendalam antara Thida dan Hai tumbuh secara perlahan, memaksa Thida untuk menghadapi bukan hanya takdir spiritualnya, tetapi juga kenyataan sosial Kamboja yang sedang bergolak—seperti hilangnya rumah, mata pencaharian, dan lanskap alam akibat pembangunan yang tidak adil.

Film ini berkembang melalui ruang-ruang transien, di mana Thida berkelana melintasi kota yang berubah, menyaksikan kekejaman dunia modern yang membuatnya ragu untuk kembali sebagai manusia.

Becoming Human bukan hanya cerita tentang hantu yang mencari jati diri, tapi juga alegori tentang masyarakat Kamboja yang sedang "menjadi manusia" kembali setelah luka sejarah.

Film ini menawarkan pesan empati sebagai jawaban atas ketahanan, mengajak penonton merenungkan bagaimana kita sebagai penonton menghadapi perubahan tanpa kehilangan akar.

Alasan Becoming Human Jadi Film Terbaik JAFF 2025

Pemilihan film Becoming Human tidak lepas dari sikap jeli dan kritis dari juri JAFF 2025. Juri main competition JAFF edisi ke-20 adalah Eric Khoo, Suryana Paramita, dan Tumpal Tampubolon.

Mereka sepakat memilih Becoming Human karena film ini menyuguhkan puisi visual yang liris dan perenungan lembut tentang ingatan, kehilangan, serta ruang-ruang rapuh yang menyimpan kisah-kisah kolektif kita.

Menurut juri, Becoming Human adalah wujud sebuah surat cinta bagi sinema itu sendiri—sebuah wadah kerinduan, transformasi, sekaligus meditasi tentang kehidupan dan kematian.

Melalui keanggunan visual dan penceritaan yang sarat resonansi emosional, film ini menghadirkan pengalaman imersif yang membekas lama setelah bingkai terakhir usai.

Ditambah, film Becoming Human digarap dengan visi dan kepekaan yang luar biasa oleh Polen Ly.

Selain Golden Hanoman, film Becoming Human juga berhasil membawa pulang NETPAC Award, di mana jurinya adalah Marissa Anita, Bunga Siagian, dan Herman Van Eyken.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesuksesan JAFF 2025: Tayangkan 227 Film dari 43 Negara, Becoming Human Menang Golden Hanoman

Kesuksesan JAFF 2025: Tayangkan 227 Film dari 43 Negara, Becoming Human Menang Golden Hanoman

Lifestyle | Minggu, 07 Desember 2025 | 00:47 WIB

Daftar Film Pemenang JAFF 2025, Tinggal Meninggal Borong Penghargaan

Daftar Film Pemenang JAFF 2025, Tinggal Meninggal Borong Penghargaan

Your Say | Minggu, 07 Desember 2025 | 00:19 WIB

Antusiasme Tinggi Warnai Premiere Film Esok Tanpa Ibu di JAFF 2025

Antusiasme Tinggi Warnai Premiere Film Esok Tanpa Ibu di JAFF 2025

Your Say | Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:28 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×