- CPI 2025 mengukur persepsi korupsi publik di 180 negara, menggunakan skala 0 (korup) hingga 100 (bersih).
- Denmark menempati peringkat teratas sebagai negara paling tidak korup.
- Finlandia, Singapura, dan Selandia Baru juga masuk tujuh besar negara paling bersih.
Suara.com - Korupsi, perilaku tidak jujur oleh pemegang kekuasaan, dapat menghambat kemajuan ekonomi dan sosial sebuah negara.
Karena itu Majelis Umum PBB sampai menetapkan 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Internasional, untuk meningkatkan kesadaran melawan korupsi.
Berdasarkan data terbaru dari Corruption Perceptions Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi, berikut adalah daftar negara yang dianggap memiliki pemerintahan paling bersih, aman, dan transparan di dunia tahun 2025.
Negara-negara yang "bersih" dari korupsi ini menonjol karena transparansi, lembaga pemerintah yang kuat, dan etika yang tinggi.
CPI mengukur tingkat persepsi korupsi sektor publik di 180 negara, menggunakan data dari lembaga-lembaga seperti Bank Dunia , Forum Ekonomi Dunia , dan konsultan risiko swasta.
Mereka menilai tingkat korupsi sektor publik di 180 negara tersebut menggunakan skala 0 hingga 100. Skala 0 = Sangat korup dan 100 = Sangat bersih.
Daftar 7 Negara Paling Bersih dari Korupsi
1. Denmark (Skor: 90)
Denmark menempati peringkat pertama sebagai negara paling aman dari korupsi di dunia.
Terlepas dari ukurannya yang kecil, negara ini menawarkan standar hidup yang tinggi, penegakan hukum yang kuat, dan pemerintahan yang transparan.
Pemerintah Denmark memberlakukan undang-undang anti-korupsi yang ketat yang berlaku di semua tingkatan, dari pegawai negeri hingga pemimpin politik. Kebijakan tanpa toleransi terhadap penyuapan dan penyalahgunaan jabatan publik memperkuat kepercayaan publik.
2. Finlandia (Skor: 88)
Negara ini menggabungkan sistem pemerintahan yang transparan dengan pengawasan kelembagaan yang kuat dan peradilan yang independen.
Sistem hukum Finlandia menerapkan langkah-langkah anti-korupsi secara konsisten, dan negara ini memiliki nilai kepercayaan publik yang tinggi.
Meskipun tidak ada negara yang sepenuhnya kebal terhadap korupsi, kebijakan Finlandia yang telah lama diterapkan membantu memastikan akuntabilitas dan keadilan di berbagai sektor.
3. Singapura (skor: 84)
Singapura menduduki peringkat sebagai negara paling bersih dari korupsi di Asia dan ketiga secara keseluruhan dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024.
Meskipun ukurannya kecil, Singapura memiliki hukum yang ketat dan toleransi yang rendah terhadap penyuapan.
Pelayanan publik negara kota ini didasarkan pada prestasi dan integritas, dengan pengawasan ketat terhadap kontrak publik dan pejabat pemerintah.
4. Selandia Baru (Skor: 83)
Meskipun mengalami penurunan, negara ini masih berada di peringkat yang sangat tinggi dan dikenal sebagai salah satu negara dengan pemerintahan yang paling transparan dan tingkat korupsi sektor publik yang rendah.
Undang-undang anti pencucian uang yang kuat, pengadilan yang independen, dan catatan publik yang mudah diakses berkontribusi pada skor tinggi negara ini.
Selandia Baru juga mendorong keterlibatan warga dan kebebasan media, yang selanjutnya mengurangi risiko korupsi.
5. Luksemburg (Skor: 81)
Luksemburg yang tidak memiliki akses ke laut merupakan salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di Eropa.
Sektor publiknya yang bersih dan efisien serta sistem peradilan yang berfungsi dengan baik diimbangi dengan standar hidup yang tinggi.
Upaya anti-korupsi Luksemburg diperkuat oleh badan pengawasan independen dan kode etik yang ketat bagi para pejabat.
Praktik pemerintahan yang terbuka dan partisipasi publik berkontribusi pada tingkat kepercayaan yang tinggi di negara tersebut.
6. Norwegia (Skor: 81)
Struktur hukum dan kelembagaan negara yang kuat memainkan peran penting dalam menjaga tingkat korupsi tetap rendah di Norwegia.
Administrasi publik Norwegia dikenal karena efisiensi, akuntabilitas, dan kepatuhan yang ketat terhadap standar etika.
Sistem peradilan bersifat independen dan secara efektif menegakkan hukum anti-korupsi, memastikan bahwa kasus korupsi dituntut tanpa bias.
Selain itu, pers bebas dan masyarakat sipil yang aktif meminta pertanggungjawaban pejabat pemerintah dan mendorong budaya keterbukaan.
7. Swiss (Skor: 81)
Selain menjadi salah satu negara terindah di dunia, Swiss juga konsisten dalam daftar tingkat korupsi terendah di dunia.
Sektor publik yang bersih di negara ini dibangun di atas fondasi undang-undang anti-penyuapan yang ketat, independensi kelembagaan, dan tingkat transparansi pemerintah yang tinggi.
Sistem hukum Swiss mengkriminalisasi baik penawaran maupun penerimaan suap. Pejabat publik diwajibkan untuk mematuhi standar etika yang jelas.
Meskipun kehadiran organisasi internasional seperti FIFA yang kontroversial kadang-kadang menuai sorotan, tata kelola domestik Swiss sebagian besar tetap bebas dari korupsi sistemik.