Gotong Royong Benahi DAS Bodri, Mengubah Tantangan Lingkungan Menjadi Peluang Keberlanjutan

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Selasa, 16 Desember 2025 | 10:55 WIB
Gotong Royong Benahi DAS Bodri, Mengubah Tantangan Lingkungan Menjadi Peluang Keberlanjutan
Sungai Bodri melintasi Wonosobo, Temanggung, Kendal, dan Semarang. Dengan luas sekitar 652 kilometer persegi, airnya mengalir dari lereng Gunung Prau sampai ke Laut Jawa.(Dokumentasi GEF SGP Indonesia)
  • DAS Bodri rentan bahaya dan perlu perbaikan segera meski anggaran lingkungan Jawa Tengah dipangkas drastis.
  • Penelitian ARUPA mengungkap anggaran pengelolaan sungai provinsi anjlok signifikan dari Rp1,2 miliar menjadi Rp328 juta.
  • Di Semarang, para pihak sepakat membentuk tim lintas kabupaten dan mendorong kolaborasi dana pemulihan DAS Bodri.

Suara.com - Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri di Jawa Tengah kini sedang dalam kondisi bahaya. Lingkungan di sepanjang aliran sungai itu dinilai butuh segera diperbaiki. Sedihnya, saat risiko bencana akibat cuaca ekstrem makin sering menghantui, biaya dari pemerintah untuk urusan lingkungan malah terus dipangkas secara drastis.

Sungai Bodri sendiri melintasi empat wilayah kabupaten: Wonosobo, Temanggung, Kendal, dan Semarang. Dengan luas sekitar 652 kilometer persegi, airnya mengalir dari lereng Gunung Prau sampai ke Laut Jawa. Sungai ini sangat penting bagi warga, terutama untuk pengairan sawah dan kebutuhan air waduk di wilayah Kendal.

Jika dilihat dari alamnya, bagian atas sungai punya aliran deras yang berfungsi menyerap air hujan. Sementara bagian bawahnya adalah dataran rendah yang subur untuk bertani. Namun, Sungai Bodri sering mengalami kerusakan tanah dan ancaman banjir setiap tahun. Itulah mengapa, menata lahan dan menanam pohon di pinggir sungai menjadi tugas yang sangat mendesak.

Hasil penelitian Tim ARUPA menunjukkan, jatah anggaran lingkungan di Jawa Tengah turun dari 1,53% di tahun 2023 menjadi cuma 1,05% untuk tahun 2025. Yang lebih bikin khawatir, anggaran khusus mengurus sungai anjlok dari Rp1,2 miliar menjadi hanya Rp328 juta saja untuk dibagi-bagi ke 18 sungai di seluruh provinsi.

Data yang bikin cukup mencengangkan tersebut diungkap dalam pertemuan yang digelar oleh Lembaga ARUPA di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025). Direktur Eksekutif ARUPA, Edi Suprapto, menegaskan bahwa penelitian ini bukan cuma kertas biasa, tapi alat untuk bergerak.

"Kegiatan ini adalah bagian dari program pemulihan dan pengelolaan wilayah DAS Bodri agar lebih lestari. Kami berharap studi ini betul-betul bermanfaat dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kewenangan Bapak/Ibu di institusi masing-masing agar tidak hanya menjadi tumpukan studi semata," tegas Edi.

Diskusi yang digelar oleh Lembaga ARUPA di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025), membahas krisis dan keberlanjutan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri.(Dokumentasi pribadi)
Diskusi yang digelar oleh Lembaga ARUPA di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025), membahas krisis dan keberlanjutan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri.(Dokumentasi pribadi)

Dalam acara itu, Koordinator Nasional Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia, Sidi Rana Menggala, menyebutkan bahwa bantuan dana adalah kunci agar warga di desa bisa terus menjaga lingkungan. Ia bilang, bantuan uang yang sedikit pun bisa berdampak besar jika aturannya tepat.

Sidi mengatakan pihaknya bukan hanya sebatas pemberi donor, tapi juga lembaga katalisator yang menampung curhat dan harapan masyarakat. Di samping itu, menurut dia, kajian tersebut bukan cuma sebatas laporan lembaga nonpemerintah (NGO) belaka, tapi juga laporan akademik yang bisa ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan aksi konkret.

"GEF SGP bukan hanya sebatas pendonor, melainkan lembaga katalisator yang menampung aspirasi dan mimpi masyarakat. Kajian ini bukan hanya sebatas laporan NGO, melainkan laporan akademik yang diharapkan mampu merumuskan kebijakan fiskal atau insentif yang sangat dibutuhkan masyarakat agar program pelestarian lingkungan bersifat berkelanjutan," ujar Sidi.

Butuh Kerja Sama Antarwilayah

Selama ini, uang negara lebih banyak dipakai untuk pembangunan fisik, padahal masalah lingkungan juga butuh edukasi warga. Plt Kabid Infrastruktur Dinas Pusdataru Jateng, Lambang Antono, menyoroti nasib wilayah bawah (hilir) yang jadi korban karena kerusakan di wilayah atas (hulu) tidak diurus bersama-sama.

Menurutnya, Kendal adalah daerah yang paling menderita. Banjir hingga kiriman lumpur sering terjadi di sana. Karena itu, Lambang menyarankan agar dibentuk tim khusus supaya perbaikan bisa dilakukan dengan cepat dan kompak.

"Kendal berada di posisi yang paling menerima dampak, mulai dari banjir hingga lumpur yang melimpah. Kami sangat menyarankan adanya tim kerja agroekologi yang lintas kabupaten agar program pemulihan ini bisa berjalan secara super team, bukan superman," jelasnya.

Selain itu, Lambang juga mengajak adanya patungan dana antara pemerintah, perusahaan swasta atau corporate social responsibility (CSR), serta lembaga-lembaga sosial lainnya.

Gotong Royong Memulihkan Lingkungan

Pertemuan ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari dinas pemerintah, ahli kampus, hingga perangkat desa. Harapannya, acara ini menghasilkan janji nyata untuk membenahi Sungai Bodri secara total.

Para peserta setuju bahwa urusan alam dan ekonomi harus sejalan. Salah satu hal penting adalah perlunya aturan hukum di tingkat kabupaten agar pemerintah desa tidak takut menggunakan dana desa untuk menanam pohon atau menjaga hutan tanpa birokrasi yang ribet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catatan Stefan Keeltjes Usai Kendal Tornado FC Dikalahkan Persiku Kudus

Catatan Stefan Keeltjes Usai Kendal Tornado FC Dikalahkan Persiku Kudus

Bola | Minggu, 05 April 2026 | 16:13 WIB

Laga Beda Misi, Ini Link Live Streaming Persiku Kudus vs Kendal Tornado FC

Laga Beda Misi, Ini Link Live Streaming Persiku Kudus vs Kendal Tornado FC

Bola | Sabtu, 04 April 2026 | 14:21 WIB

Kerangka Misterius di Bukit Blekutuk Pati: Sudah Dua Bulan Tewas, Identitas Masih Gelap

Kerangka Misterius di Bukit Blekutuk Pati: Sudah Dua Bulan Tewas, Identitas Masih Gelap

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:35 WIB

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini 2 April, Termasuk Jateng DIY

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini 2 April, Termasuk Jateng DIY

News | Kamis, 02 April 2026 | 08:06 WIB

Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia

Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 20:24 WIB

Kendal Tornado FC Diimbangi PSS Sleman, Stefan Keeljtes Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain

Kendal Tornado FC Diimbangi PSS Sleman, Stefan Keeljtes Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain

Bola | Senin, 30 Maret 2026 | 17:49 WIB

Patrick Cruz: Detail-detail Kecil Akan Menentukan Hasil vs PSS Sleman

Patrick Cruz: Detail-detail Kecil Akan Menentukan Hasil vs PSS Sleman

Bola | Jum'at, 27 Maret 2026 | 21:34 WIB

Jaga Asa Promosi, Kendal Tornado FC Tekad Ulangi Memori Manis Lawan PSS Sleman

Jaga Asa Promosi, Kendal Tornado FC Tekad Ulangi Memori Manis Lawan PSS Sleman

Bola | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:08 WIB

Tol Banyumanik Dipadati Arus Balik Menuju Jakarta

Tol Banyumanik Dipadati Arus Balik Menuju Jakarta

Foto | Kamis, 26 Maret 2026 | 06:00 WIB

Masjid Perahu di Cilacap Jadi Rest Area Favorit Pemudik Jalur Selatan

Masjid Perahu di Cilacap Jadi Rest Area Favorit Pemudik Jalur Selatan

Foto | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:50 WIB

Terkini

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 21:05 WIB

7 Rekomendasi Kipas Tangan 'Rasa AC' Praktis Dibawa ke Mana Saja, Anginnya Semriwing

7 Rekomendasi Kipas Tangan 'Rasa AC' Praktis Dibawa ke Mana Saja, Anginnya Semriwing

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 20:51 WIB

7 Bedak SPF Tinggi Praktis dan Sat Set, Alternatif Sunscreen Bikin Wajah Glowing

7 Bedak SPF Tinggi Praktis dan Sat Set, Alternatif Sunscreen Bikin Wajah Glowing

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Promo Superindo Awal April 2026: Diskon Besar untuk Telur, Ayam, dan Kebutuhan Dapur Lain

Promo Superindo Awal April 2026: Diskon Besar untuk Telur, Ayam, dan Kebutuhan Dapur Lain

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 20:01 WIB

7 Sepatu Running yang Cocok untuk Kaki Lebar dan Betis Besar, Lari Jadi Nyaman

7 Sepatu Running yang Cocok untuk Kaki Lebar dan Betis Besar, Lari Jadi Nyaman

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 19:51 WIB

5 Shio Paling Hoki pada 8 April 2026: Karier dan Dompet Tebal

5 Shio Paling Hoki pada 8 April 2026: Karier dan Dompet Tebal

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 19:45 WIB

3 Zodiak yang Akhirnya Move On dan Dapat Kelegaan di 8 April 2026

3 Zodiak yang Akhirnya Move On dan Dapat Kelegaan di 8 April 2026

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 19:37 WIB

4 Rekomendasi Parfum Murah yang Aromanya Mirip Yves Saint Laurent Black Opium

4 Rekomendasi Parfum Murah yang Aromanya Mirip Yves Saint Laurent Black Opium

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 19:21 WIB

Bukan Sekadar Perilaku Individu, Ini Masalah Sistem di Balik Krisis Sampah

Bukan Sekadar Perilaku Individu, Ini Masalah Sistem di Balik Krisis Sampah

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 18:50 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam? Ini 6 Rekomendasi Terbaik yang Ramah di Kantong

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam? Ini 6 Rekomendasi Terbaik yang Ramah di Kantong

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 18:31 WIB