Lewat 'Kebun Mama', Ratusan Perempuan Komunitas di NTT Gerakkan Ketahanan Pangan Lokal

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 18 Desember 2025 | 11:19 WIB
Lewat 'Kebun Mama', Ratusan Perempuan Komunitas di NTT Gerakkan Ketahanan Pangan Lokal
Acara peresmian 10 Program ‘Kebun Mama’ di Kampus Bambu Turetogo, Desa Wogo, Kecamatan, Golewa, Kabupaten Ngada, Jumat (31/10/2025).(Dokumentasi pribadi)
baca 10 detik
  • YBLL dan Akademi Amati Indonesia meluncurkan sepuluh program 'Kebun Mama' berbasis perempuan di Ngada, NTT, Oktober 2025 silam.
  • Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga dan mencegah stunting melalui pangan lokal sehat.
  • Ratusan perempuan menjadi pelaku utama dalam mengembangkan sistem permakultur serta inovasi pengolahan pangan di sepuluh lokasi.

Suara.com - Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menggandeng Yayasan Akademi Amati Indonesia meluncurkan 10 Program ‘Kebun Mama’ di Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara seremonial dan simbolis digelar di Kampus Bambu Turetogo, Desa Wogo, Kecamatan, Golewa, Kabupaten Ngada, Jumat (31/10/2025).

Program yang sebelumnya dinamakan Kebun Pangan Perempuan ini pelak menjadi bagian dari gerakan ketahanan pangan sebagai inisiasi lokal berbasis perempuan. Nah, kebun percontohan dari Program Kebun Mama ini terletak di Desa Wogo. Kebun percontohan tersebut menjadi simbol dimulainya inisiatif lokal di 10 titik komunitas di NTT.

Adapun kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Veronica Tan; Asisten Perekonomian Setda Ngada Nicolaus Noywuli; Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) Monica Tanuhandaru dan Founder sekaligus CEO Amati Indonesia Viringga Prasetyaji Kusuma. Ada pula perwakilan pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas perempuan lokal.

Ratusan perempuan dari beragam komunitas dan kelompok tani lokal menjadi pelaku utama dalam inisiasi Program Kebun Mama. Dukungan mengalir deras dari beragam pihak. Sebut saja, dukungan dari pemerintah daerah, Wamen KPPPA, dan akademisi. Dukungan ini dalam rangka mempercepat kemandirian pangan rumah tangga.

Dalam program ini, ratusan perempuan di 10 komunitas tersebut merupakan sosok sentral sekaligus pelaku utama. Dalam inisiasi ini, mereka bakal mengembangkan inovasi sistem kebun komunitas berbasis permakultur (sistem pertanian serupa ekosistem alami sehingga bisa mencukupi kebutuhan pangan–RED), pengolahan pangan lokal, dan sistem ekonomi keluarga berkelanjutan.

Kebun Sebagai Ruang Belajar dan Aksi Perempuan

Program Kebun Mama dirancang sebagai ruang belajar, praktik, dan aksi nyata ketahanan pangan lokal. Tentunya, kaum hawa merupakan sosok yang mengorkestrasi program ini. Melalui Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini memperkuat kesadaran masyarakat untuk menanam pangan lokal yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi.

Veronica Tan menyoroti pentingnya pendudukan berbasis praktik, bukan hanya teori, ini agar bisa diperluas secara nasional. Dia juga berharap program ini juga bisa direplikasi ke daerah-daerah lainnya secara masif. Tujuannya, imbuh Veronica, agar perempuan di berbagai tempat bisa senantiasa belajar, berdaya dan memperoleh penguatan ekonomi.

“Pendidikan berbasis praktik perlu diperluas agar perempuan bisa belajar, berdaya, dan memperoleh penguatan ekonomi melalui kebun perempuan. Inisiatif ini perlu direplikasi ke daerah lain,” ujar Veronica Tan, Wakil Menteri KPPPA saat memberikan pernyataan dalam acara peresmian Program Kebun Mama.

Pangan Sehat, Solusi Cegah Stunting

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS)/Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terakhir, NTT masih termasuk wilayah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Angkanya yakni sebesar 15 hingga 20 persen. Sementara, lebih dari 60 persen masyarakat masih bergantung pada bahan pangan impor seperti beras.

Melalui Program Kebun Mama, para perempuan didorong untuk menghidupkan kembali potensi pangan lokal sehingga tidak bergantung kepada pangan impor. Beberapa potensi pangan lokal sebut saja sorgum, ubi, kelor, dan jagung. Pangan lokal tersebut dinilai potensial sebagai sumber gizi keluarga dan pendapatan ekonomi rumah tangga.

Acara peresmian 10 Program ‘Kebun Mama’ di Kampus Bambu Turetogo, Desa Wogo, Kecamatan, Golewa, Kabupaten Ngada, Jumat (31/10/2025).(Dokumentasi pribadi)
Acara peresmian 10 Program ‘Kebun Mama’ di Kampus Bambu Turetogo, Desa Wogo, Kecamatan, Golewa, Kabupaten Ngada, Jumat (31/10/2025).(Dokumentasi pribadi)

Viringga Prasetyaji Kusuma selaku Founder & CEO Amati Indonesia menyoroti edukasi pangan sehat dan gizi keluarga. Hal ini, menurut Viringga, menjadi salah satu strategi yang jitu untuk mencegah stunting. Tidak hanya itu, Program Kebun Mama ini diinisiasi untuk meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga, khususnya di wilayah tersebut.

“Berkebun bukan sekadar rutinitas. Nah, berkebun harus diarahkan pada pangan sehat, bergizi, menarik, sehingga secara tidak langsung bisa berdampak pada kesadaran konsumsi keluarga serta penuntasan stunting di NTT,” tutur Viringga.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Kedaulatan Pangan

Pemerintah Kabupaten Ngada menyambut baik inisiatif Program Kebun Mama. Mereka menilai program ini sebagai bagian dari strategi pembangunan pangan daerah. Karena itu, Pemkab Ngada siap memberikan support dalam bentuk pendampingan dan penguatan untuk program ini.

“Pemerintah siap memberikan pendampingan dan penguatan program, karena semangat perempuan di bidang pangan sudah ada sejak lama. Perlu mengembalikan konsumsi pangan lokal di masyarakat,” tegas Nicolaus Noywuli, Asisten Perekonomian Setda Ngada, yang turut hadir dalam peresmian tersebut.

Program ini diharapkan menjadi model ekosistem pangan berkelanjutan yang dapat diadaptasi di berbagai wilayah. Didukung lintas pihak, baik itu pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal, inisiatif ini memperkuat langkah menuju kemandirian pangan rumah tangga, ekonomi hijau, dan pembangunan desa berkelanjutan.

“Harapannya ketahanan pangan lokal membuat nilai perekonomian perempuan lebih berdaya lewat kebun perempuan dan diduplikasi ke banyak daerah,” tutup Veronica Tan.

Sekadar informasi, acara diramaikan pula oleh 10 perempuan dari komunitas di Kebun Mama Wogo, Perwakilan Pemerintah Daerah Ngada dan 50 masyarakat desa. Kegiatan itu kebun percontohan, 7 poster edukatif seputar ketahanan pangan dan permakultur, serta aksi komunitas dan pengolahan pangan lokal oleh perempuan Desa Wogo.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Dorong Polwan dan Massa Demo Terekam Video: Polisi Bantah Halangi Aksi

Adu Dorong Polwan dan Massa Demo Terekam Video: Polisi Bantah Halangi Aksi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:47 WIB

Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?

Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?

Your Say | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:57 WIB

Harga BBM Naik, API Sebut Kehidupan Perempuan Kian Tercekik

Harga BBM Naik, API Sebut Kehidupan Perempuan Kian Tercekik

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:09 WIB

Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG

Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 12:26 WIB

Capek Sedikit, Checkout Banyak: Emotional Spending Gen Z di Era Digital

Capek Sedikit, Checkout Banyak: Emotional Spending Gen Z di Era Digital

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta

Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:59 WIB

Veronica Tan: Perempuan yang Berdaya Secara Ekonomi Lebih Kuat Hadapi Kekerasan

Veronica Tan: Perempuan yang Berdaya Secara Ekonomi Lebih Kuat Hadapi Kekerasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:36 WIB

Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban

Dari Kantor hingga Hangout, Tren Fashion Versatile Kian Digemari Perempuan Urban

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:30 WIB

Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi

Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:35 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB

Terkini

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Surga Pecinta Mainan Kreatif, Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:35 WIB

Tren Serum Kian Berkembang di Jepang, Brand Asal Indonesia Ikut Meramaikan Pasar

Tren Serum Kian Berkembang di Jepang, Brand Asal Indonesia Ikut Meramaikan Pasar

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:12 WIB

7 Rekomendasi Pompa Air Sumur 20 Meter yang Murah dan Hemat Listrik

7 Rekomendasi Pompa Air Sumur 20 Meter yang Murah dan Hemat Listrik

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:05 WIB

Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Begini Urutan Pemakaian yang Benar agar Kulit Bersih Maksimal

Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Begini Urutan Pemakaian yang Benar agar Kulit Bersih Maksimal

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:35 WIB

4 Lipstik Matte Tahan Lama Terbaik untuk Bibir Cantik Menurut Review

4 Lipstik Matte Tahan Lama Terbaik untuk Bibir Cantik Menurut Review

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:15 WIB

Lebih dari Sekadar Awet Muda, Ini Alasan Healthy Aging Jadi Tren Baru Dunia Kecantikan

Lebih dari Sekadar Awet Muda, Ini Alasan Healthy Aging Jadi Tren Baru Dunia Kecantikan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:52 WIB

8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah

8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:48 WIB

Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik

Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:15 WIB

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:32 WIB

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB