Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

Bangun Santoso

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:42 WIB
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
Joko Widodo atau Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Tulang Bawang, Lampung, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/dok]
baca 10 detik
  • Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi Nusa Tenggara Timur pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
  • Junaidin Mahasan menyatakan era kepemimpinan Jokowi berhasil mengubah paradigma pembangunan dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris.
  • Pembangunan jalan, pelabuhan, dan program Tol Laut di NTT terbukti sukses memangkas hambatan geografis wilayah terluar.

Suara.com - Menjelang agenda kunjungan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, rekam jejak pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas di wilayah kepulauan tersebut kembali menjadi sorotan publik.

Sekretaris DPW PSI Nusa Tenggara Timur, Junaidin Mahasan, menyoroti bagaimana perubahan paradigma pembangunan kawasan timur Indonesia memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

"Setiap kali nama beliau (Jokowi) kembali disebut, ingatan masyarakat NTT tentang legacy dan jejak pembangunan di NTT pun ikut muncul ke permukaan. Di era Bapak Jokowi, paradigma pembangunan bergeser dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris," kata Junaidin dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Transformasi pembangunan tersebut diwujudkan melalui sederet proyek strategis, mulai dari pembukaan akses jalan, pelabuhan, pengembangan destinasi pariwisata, hingga pengoperasian program Tol Laut.

"Bagi sebagian besar masyarakat NTT, perubahan paradigma itu bukan sekadar slogan. Masyarakat melihatnya melalui pembangunan infrastruktur, penguatan konektivitas, pembangunan jalan dan pelabuhan, pengembangan kawasan pariwisata, serta program Tol Laut. Tol Laut bukan sekadar kapal yang berlayar dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Tol Laut adalah simbol perubahan cara negara melihat NTT," ujarnya.

Kehadiran moda transportasi laut terpadu dinilai berhasil memangkas hambatan geografis yang selama ini mengisolasi wilayah perbatasan dan kepulauan di NTT.

"Laut yang dulu menjadi pemisah, perlahan diubah menjadi jalan. Jarak yang dulu menjadi hambatan, mulai diubah menjadi konektivitas. Dan pulau-pulau yang dulu terasa jauh, mulai dihubungkan dengan denyut pembangunan nasional,” jelasnya.

Progres pembangunan fisik di berbagai kawasan terluar merupakan bukti konkret dari kehadiran pemerintah pusat dalam meretas keterisolasian daerah.

"Karena itu, kalau ada yang hari ini mencoba mengecilkan arti pembangunan di NTT hanya karena alasan politik, saya ingin mengatakan, Silakan berbeda pilihan politik. Tetapi jangan menghapus fakta sejarah. Di era Bapak Jokowi, paradigma pembangunan bergeser dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris,” tegas Junaidin.

baca juga

Konsep pembangunan yang merata hingga ke titik terluar Indonesia dinilai membentuk ikatan sosial yang kuat antara warga daerah dengan pimpinan nasional.

"Inilah makna Indonesia-sentris: negara hadir bukan hanya di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga di wilayah perbatasan, kepulauan, dan pelosok yang selama ini menghadapi keterisolasian. Sehingga bagi sebagian masyarakat NTT, Bapak Jokowi bukan sekadar mantan Presiden. Beliau adalah sosok yang meninggalkan cerita, kebijakan, dan pembangunan yang masih dirasakan hingga hari ini,” jelasnya.

Kunjungan Jokowi ke NTT kali ini juga dinilai menjadi momentum untuk meninjau kembali arah kebijakan pembangunan kawasan timur yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.

"Karena itu, ketika Bapak Jokowi datang kembali ke NTT, yang muncul bukan hanya nostalgia, tetapi juga memori kolektif masyarakat NTT tentang apa yang pernah dikerjakan dan apa yang masih menjadi legacy beliau,” ungkapnya.

Perhatian berkelanjutan terhadap infrastruktur dasar di wilayah timur Indonesia pada akhirnya membentuk hubungan emosional yang erat dengan masyarakat setempat.

"Bagi banyak masyarakat NTT, Pak Jokowi telah meninggalkan jejak. Dan jejak itu masih bisa dilihat, masih bisa dirasakan, dan masih menjadi bagian dari cerita pembangunan NTT. Maka ketika Pak Jokowi kembali datang ke NTT, jangan heran kalau masyarakat menyambut dengan hangat. Karena hubungan emosional antara Pak Jokowi dan masyarakat NTT tidak lahir kemarin sore. Hubungan itu dibangun melalui proses cukup lama, melalui perhatian, dan melalui kebijakan yang dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang

Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:05 WIB

Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?

Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:55 WIB

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Dinasti Jokowi Belum Habis! Kaesang Berpeluang Melenggang ke Senayan Lewat 'Kandang Banteng'

Dinasti Jokowi Belum Habis! Kaesang Berpeluang Melenggang ke Senayan Lewat 'Kandang Banteng'

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:43 WIB

Sidang dr Tifa Dimulai dari Nol! Jaksa Limpahkan Lagi Kasus Ijazah Palsu Jokowi ke PN Jaktim

Sidang dr Tifa Dimulai dari Nol! Jaksa Limpahkan Lagi Kasus Ijazah Palsu Jokowi ke PN Jaktim

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

×