- Niacinamide sangat serbaguna, namun perlu hati-hati saat dikombinasikan dengan vitamin C, AHA, dan BHA.
- Untuk meminimalkan iritasi, beri jeda waktu 10-30 menit atau pisahkan penggunaan.
- Niacinamide sangat kompatibel dengan retinol dan hyaluronic acid.
Suara.com - Niacinamide menjadi salah satu bahan skincare yang populer karena multifungsi dan aman digunakan hampir semua jenis kulit.
Selain mampu mencerahkan kulit, menenangkan peradangan, dan mengurangi produksi minyak berlebih, niacinamide juga efektif mengatasi flek hitam dan tanda penuaan.
Namun, meski dikenal aman, penggunaan niacinamide tetap perlu diperhatikan, terutama saat digabungkan dengan bahan aktif lainnya.
Melansir dari laman Depology, berikut kandungan apa saja yang sebaiknya tidak digabung dengan niacinamide, sekaligus panduan bagaimana menggunakannya secara tepat.

Sejak lama, perdebatan muncul mengenai apakah niacinamide boleh dipadukan dengan vitamin C. Beberapa penelitian lama menyebutkan keduanya bisa saling menetralkan.
Di sisi lain, banyak ahli berpendapat, jika digunakan dengan benar, kombinasi niacinamide dan vitamin C justru bisa memberikan manfaat ganda.
Vitamin C fokus pada pengurangan noda gelap, sedangkan niacinamide membantu meratakan warna kulit dan menjaga kelembapan.
Untuk meminimalkan risiko iritasi, sebaiknya beri jarak sekitar sepuluh menit antara aplikasi vitamin C dan niacinamide. Ini sangat dianjurkan bagi kulit sensitif.
AHA dan BHA
Niacinamide juga perlu hati-hati jika digabungkan dengan asam seperti AHA (glycolic acid) atau BHA (salicylic acid). Penggunaan bersamaan dapat memicu reaksi negatif.
Jika ingin tetap memakai keduanya, gunakan niacinamide setelah produk asam atau beri jarak sekitar 30 menit antara aplikasi.
Alternatif lain, niacinamide bisa dipakai di pagi hari, sementara asam diterapkan di malam hari. Penggunaan terpisah juga memberi keuntungan.
Vitamin C atau asam bisa digunakan pada rutinitas pagi, sementara niacinamide bekerja di malam hari, menenangkan kulit dan membantu regenerasi saat tidur.
Apa yang Bisa Digabung dengan Niacinamide?
Selain beberapa bahan yang perlu dihindari, niacinamide sangat kompatibel dengan banyak kandungan lain, salah satunya adalah hyaluronic acid.
Keduanya merupakan humektan, artinya mampu menarik kelembapan ke kulit. Digabungkan, niacinamide dan hyaluronic acid menjaga fungsi barrier kulit tetap optimal.
Niacinamide juga aman digabungkan dengan retinol. Niacinamide membantu menenangkan kulit, sementara retinol menargetkan garis halus dan kerutan.
Kombinasi ini bahkan mengurangi risiko iritasi yang sering muncul saat pertama kali memakai retinol.
Dengan niacinamide, kulit cenderung lebih tahan terhadap kemerahan atau sensasi panas yang muncul akibat retinol.
Moisturizer
Niacinamide juga bekerja baik jika dikombinasikan dengan pelembap. Serum niacinamide sebaiknya digunakan sebelum moisturizer agar kandungan aktif dapat terserap maksimal.
Moisturizer kemudian membantu mengunci kelembapan sekaligus memperkuat efek niacinamide.
Simpulannya, bagi yang khawatir tentang penggunaan niacinamide, sebenarnya bahan ini cukup fleksibel.
Meski sebaiknya dihindari digabungkan langsung dengan vitamin C atau asam, niacinamide tetap bisa digunakan dengan cara diberi jeda waktu atau dipisah.
Sementara itu, niacinamide sangat aman digabungkan dengan hyaluronic acid, retinol, dan moisturizer. Kombinasi ini bahkan meningkatkan efektivitas masing-masing.