Suara.com - Memahami perbedaan antara mandi wajib dan mandi junub dalam ajaran agama Islam menjadi sebuah hal mendasar. Pasalnya, kedua hal ini memiliki poin yang cukup spesifik, sehingga perbedaan mandi wajib dan mandi junub harus dicermati dengan baik.
Kedua jenis mandi ini sering muncul dalam konteks bersuci atau membersihkan diri dalam ajaran agama Islam. Keduanya memiliki tujuan yang serupa, yakni menghilangkan hadas besar, namun ada perbedaan yang wajib dicermati.
Definisi Mandi Wajib dan Mandi Junub
Secara definitif, mandi wajib dapat dipahami sebagai prosedur bersuci yang dilakukan dengan cara membasuh seluruh tubuh menggunakan air dan tata cara tertentu yang bertujuan menghilangkan hadas besar.
Jenis mandi ini dapat dilakukan dalam berbagai situasi, misalnya karena haid, masa nifas, melahirkan, junub, dan sejenisnya. Secara spesifik penyebab mandi wajib disebutkan dalam beberapa ayat yang jelas.
Sementara mandi junub secara spesifik mengacu pada kegiatan mandi wajib yang dilakukan setelah seseorang berada dalam kondisi junub.
Junub adalah kondisi tidak suci karena keluarnya air mani baik disengaja atau tidak, atau melakukan hubungan intim. Mandi junub merupakan bagian dari mandi wajib yang khusus dilakukan dengan tujuan menyucikan diri dari keadaan junub.
Jadi dari sisi definisi, perbedaan terlihat jelas, bahwa mandi junub merupakan bagian dari mandi wajib. Kesamaannya adalah keduanya sama-sama dilakukan untuk menyucikan diri dari kondisi yang disebutkan.
Tata Cara Mandi Wajib
Baca Juga: 5 Keunikan Thaif: Kota Sejuk yang Menyimpan Sejarah Kelam dan Doa Rasulullah
Untuk dapat melaksanakan mandi wajib dengan baik dan dianggap sah, sedikitnya terdapat 9 langkah yang harus dilakukan.
- Niat, memulai dengan inat yang sesuai dengan jenis mandi wajib yang akan dilakukan.
- Membaca Basmalah, dianjurkan untuk membaca Bismillahirrahmanirrahim sebelum memulai mandi.
- Membersihkan tangan, mencuci kedua tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan, membersihkan kemaluan dan area sekitarnya dari najis menggunakan tangan kiri.
- Berwudhu, melakukan wudhu seperti untuk shalat, namun boleh menunda membasuh kaki hingga akhir mandi.
- Membasuh kepala, menuangkan air ke kepala sebanyak tiga kali, dengan memastikan air merata hingga ke akar rambut.
- Membasuh seluruh tubuh, mengguyur air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan, kemudian kiri, dan memastikan air merata ke seluruh bagian tubuh termasuk lipatan-lipatan kulit.
- Menyela-nyela rambut, untuk yang memiliki rambut panjang disunnahkan untuk menyela-nyela rambut agar air dapat mencapai kulit kepala.
- Membasuh kaki, jika belum dibasuh saat berwudhu, basuh kedua kaki hingga bagian mata kaki.
Tata Cara Mandi Junub
Untuk mandi junub, tata cara yang diterapkan sama dengan mandi wajib. Namun demikian terdapat beberapa perbedaan kecil yang harus dicermati.
- Niat, niat khusus untuk mandi junub, misalnya Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.
- Tidak wajib mengurai rambut, bagi wanita yang memiliki kepangan rambut yang kuat tidak wajib mengurai rambut saat mandi junub. Cukup memastikan air sampai ke kulit kepala.
- Menggosok tubuh, disunnahkan untuk menggosok tubuh saat mandi junub untuk memastikan kebersihan yang maksimal.
Perbedaan Lain yang Harus Dicermati
Untuk mandi wajib, urgensinya tergantung pada jenis mandi wajib yang dilakukan. Misalnya saja setelah haid, dan seperti yang dijelaskan di atas tadi.
Sementara untuk mandi junub, urgensinya adalah ketika kondisi junub menghalangi seseorang dari melakukan berbagai ibadah. Mandi junub harus segera dilakukan agar dapat melaksanakan shalat dan ibadah lainnya.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang perbedaan mandi wajib dan mandi junub yang bisa disampaikan pada artikel singkat ini. Semoga menjadi artikel yang berguna, dan penulis meminta maaf jika terdapat kesalahan atau kekeliruan yang ada.
Kontributor : I Made Rendika Ardian