- Vaksin influenza tetap efektif menurunkan risiko gejala berat akibat infeksi Superflu.
- Vaksinasi mampu mencegah rawat inap pada anak hingga angka 75 Persen.
- Kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil sangat disarankan vaksinasi ulang.
Suara.com - Kemunculan varian Influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut "Superflu" di awal tahun 2026 ini cukup membuat masyarakat cemas.
Apalagi, virus ini dikabarkan menyebar sangat cepat hingga memicu lonjakan kasus Superflu di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia.
Sebelumnya, istilah Superflu muncul karena virus ini mengalami antigenic drift.
Antigenic drift maksudnya virus bermutasi sedemikian rupa sehingga sistem imun tubuh, baik yang didapat dari infeksi sebelumnya maupun dari vaksin jadi sulit mengenalinya.
Mutasi inilah yang membuat virus lebih lincah menantang kekebalan tubuh dan penularannya lebih cepat.
Selain itu, mutasi inilah yang membuat gejala Superflu terasa lebih buruk daripada flu biasa.

Seberapa Efektif Vaksin Influenza untuk Cegah Superflu?
Dilansir dari laman Kemenkes, vaksin influenza masih sangat efektif mencegah superflu meski virusnya bermutasi
Para ahli pun menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi kunci perlindungan utama.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Pintu Geser di Bawah Rp100 Juta, Kabin Luas dan Nyaman
Berdasarkan data medis tahun 2026, berikut tingkat efektivitas vaksin influenza terhadap Superflu:
- Mencegah Infeksi: Vaksin memiliki efektivitas sekitar 40–60 persen untuk mencegah Anda tertular sama sekali.
- Mencegah Rawat Inap pada Anak: Sangat tinggi, mencapai 70–75 persen.
- Mencegah Rawat Inap pada Dewasa: Sekitar 30–40 persen.
Artinya, Anda tetap bisa tertular flu setelah divaksin tapi kemungkinan besar tidak perlu menjalani perawatan medis rumah sakit atau mengalami kondisi kritis.
Sebab, beberapa ahli mengatakan vaksin influenza terbukti membantu menurunkan risiko infeksi berat, komplikasi, hingga kebutuhan perawatan di rumah sakit tapi tidak membuat seseorang kebal total.
Karena virus flu terus bermutasi tiap tahun, maka vaksin tahunan tetap harus diperbarui untuk kekebalan tubuh.
Kemenkes RI dan para pakar sangat menyarankan kelompok rentan ini untuk segera melakukan vaksinasi ulang:
- Anak-anak
- Lansia
- Ibu hamil
- Penderita penyakit penyerta (komorbid)
Langkah Pencegahan Selain Vaksin