- Tahun 2000: Idulfitri jatuh pada tanggal 8 Januari (1420 H) dan 27 Desember (1421 H).
- Tahun 1968: Idulfitri jatuh pada tanggal 2 Januari dan 21 Desember.
Menariknya, karena pergeseran ini bersifat siklus, umat Muslim juga akan mengalami tahun di mana bulan Ramadan terjadi dua kali (di awal dan akhir tahun), yang kemudian ditutup dengan Idulfitri yang juga terjadi dua kali di tahun yang sama atau tahun berikutnya.
Namun menjadi catatan bahwa meskipun secara astronomis dapat diprediksi, penetapan resmi tanggal Idulfitri di Indonesia tetap akan mengikuti hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Pemerintah melalui pemantauan hilal secara langsung.
Hikmah di Balik Fenomena Lebaran Dua Kali
Secara religi, fenomena tersebut mengingatkan kepada umat Muslim akan kebesaran tata surya yang telah diatur sedemikian rupa.
Tidak ada yang kebetulan dalam perhitungan waktu Allah. Momen dua kali Idulfitri dalam setahun menjadi pengingat bagi umat-Nya untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan ibadah yang diberikan.
Selain itu, ada fakta unik bahwa jatuhnya Idulfitri 1452 H yang diprediksi berdekatan dengan perayaan Natal pada Desember 2030 bukan sekadar kebetulan kalender.
Fenomena ini menyimpan pesan spiritual dan sosial yang mendalam, terutama bagi bangsa yang majemuk seperti Indonesia.
Kontributor : Armand Ilham