7 Resep Kue Kering Khas Lebaran yang Mudah dan Anti Gagal untuk Pemula

Agung Pratnyawan Suara.Com
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:47 WIB
7 Resep Kue Kering Khas Lebaran yang Mudah dan Anti Gagal untuk Pemula
Ilustrasi kue nastar (Pixabay/shirleysavitri)

Suara.com - Suara.com telah merangkum beberapa resep kue kering khas lebaran yang mudah dilakukan dan hasilnya lezat.

Seperti diketahui, salah satu hal yang identik dengan hari raya lebaran adalah sajiannya.

Ada banyak makanan yang disajikan untuk tamu atau dimakan sendiri bersama keluarga, salah satunya adalah kue kering.

Jelang lebaran, ada banyak orang yang menawarkan kue kering sebagai sajian.

Tapi jika Anda ingin mencoba membuat kue kering Anda sendiri, Anda bisa menggunakan beberapa resep di bawah ini.

Mengapa Lebaran Identik dengan Kue Kering?

Lebaran identik dengan kue kering bukan tanpa alasan. Tradisi ini terbentuk dari perpaduan budaya, kebiasaan sosial, dan faktor praktis yang berlangsung turun-temurun. 

1. Tahan Lama

Pertama, kue kering tahan lama. Setelah sebulan berpuasa, Lebaran menjadi momen silaturahmi yang berlangsung berhari-hari.

Baca Juga: Resep Ayam Bacem Khas Jogja untuk Hidangan Spesial Keluarga di Rumah

Kue kering seperti nastar, kastengel, atau putri salju bisa disimpan lama tanpa cepat basi, sehingga praktis untuk menjamu tamu yang datang bergantian.

2. Simbol Syukur atas Rezeki

Kedua, simbol kemeriahan dan rezeki. Di masa lalu, kue berbahan mentega, telur, keju, dan gula termasuk bahan mahal. Menyajikan kue kering saat Lebaran menjadi simbol rasa syukur, kelimpahan rezeki, dan kebahagiaan setelah menahan diri selama Ramadan.

3. Pengaruh Budaya

Ketiga, pengaruh budaya dan sejarah. Tradisi kue kering dipengaruhi budaya Eropa pada masa kolonial, yang kemudian beradaptasi dengan selera lokal.

Nastar, kastengel, dan lidah kucing adalah contoh kue “warisan” yang kemudian menjadi sajian khas Lebaran di Indonesia.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI