Suara.com - Suara.com telah merangkum beberapa resep kue kering khas lebaran yang mudah dilakukan dan hasilnya lezat.
Seperti diketahui, salah satu hal yang identik dengan hari raya lebaran adalah sajiannya.
Ada banyak makanan yang disajikan untuk tamu atau dimakan sendiri bersama keluarga, salah satunya adalah kue kering.
Jelang lebaran, ada banyak orang yang menawarkan kue kering sebagai sajian.
Tapi jika Anda ingin mencoba membuat kue kering Anda sendiri, Anda bisa menggunakan beberapa resep di bawah ini.
Mengapa Lebaran Identik dengan Kue Kering?
Lebaran identik dengan kue kering bukan tanpa alasan. Tradisi ini terbentuk dari perpaduan budaya, kebiasaan sosial, dan faktor praktis yang berlangsung turun-temurun.
1. Tahan Lama
Pertama, kue kering tahan lama. Setelah sebulan berpuasa, Lebaran menjadi momen silaturahmi yang berlangsung berhari-hari.
Baca Juga: Resep Ayam Bacem Khas Jogja untuk Hidangan Spesial Keluarga di Rumah
Kue kering seperti nastar, kastengel, atau putri salju bisa disimpan lama tanpa cepat basi, sehingga praktis untuk menjamu tamu yang datang bergantian.
2. Simbol Syukur atas Rezeki
Kedua, simbol kemeriahan dan rezeki. Di masa lalu, kue berbahan mentega, telur, keju, dan gula termasuk bahan mahal. Menyajikan kue kering saat Lebaran menjadi simbol rasa syukur, kelimpahan rezeki, dan kebahagiaan setelah menahan diri selama Ramadan.
3. Pengaruh Budaya
Ketiga, pengaruh budaya dan sejarah. Tradisi kue kering dipengaruhi budaya Eropa pada masa kolonial, yang kemudian beradaptasi dengan selera lokal.
Nastar, kastengel, dan lidah kucing adalah contoh kue “warisan” yang kemudian menjadi sajian khas Lebaran di Indonesia.